Ajie Logo Ajie.
Kategori Gadget
Ajie

Ajie Kusumadhany

Review Gadget Indonesia

© 2026 Ajie Kusumadhany · Review Gadget Indonesia

Review PS5 DualSense Edge di Bandung Worth It untuk Gamer Lokal?

Author Siska Santoso
Jul 23, 2026 9 min read
Review PS5 DualSense Edge di Bandung Worth It untuk Gamer Lokal?

Setelah kami menguji PS5 DualSense Edge selama hampir tiga minggu penuh di Bandung — mulai dari sesi Elden Ring maraton sampai kompetisi EA FC 25 bareng komunitas gaming lokal di Dago — kami akhirnya bisa bilang dengan jujur: controller ini bukan untuk semua orang.

Pengujian kami lakukan sejak awal Juli 2026. Kami memainkan lebih dari 15 judul game berbeda, dari game aksi hingga fighting game, untuk memastikan review ini sepraktis mungkin untuk gamer Indonesia.

Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek Sony PlayStation Store, Tokopedia, Shopee, atau toko resmi PlayStation Indonesia untuk harga terkini sebelum membeli.

Konteks: Kenapa DualSense Edge Menarik di 2026?

Di Bandung, komunitas gaming konsol tumbuh pesat. Dari Buah Batu sampai Setiabudhi, banyak gamer serius mulai upgrade setup mereka — dan DualSense Edge jadi salah satu topik paling panas di grup-grup WhatsApp gaming lokal.

Controller ini Sony rilis sebagai jawaban atas Xbox Elite Series yang sudah lama mendominasi segmen pro controller. Harganya memang bukan main — sekitar Rp 1,8 juta hingga Rp 2,2 juta tergantung toko dan promo yang berlaku.

Spesifikasi Lengkap PS5 DualSense Edge

Spesifikasi Detail
Kompatibilitas PlayStation 5, PC (via USB / Bluetooth)
Koneksi Bluetooth 5.1, USB-C
Baterai Li-ion, sekitar 6–12 jam (tergantung fitur aktif)
Bobot 325 gram (dengan modul stik standar)
Tombol Tambahan 4 tombol belakang (Fn1, Fn2, Fn3, Fn4)
Trigger Adaptive Trigger dengan kemampuan adjust travel
Stik Analog stick bisa diganti (3 tipe kepala stik)
Dead Zone Bisa dikustomisasi lewat menu PS5
Profil Simpan hingga 3 profil kustomisasi berbeda
Touchpad Ada, sama seperti DualSense standar
Haptic Feedback Ada, tapi bisa dinonaktifkan untuk hemat baterai
Warna Tersedia Hitam Putih (default), beberapa varian terbatas

Unboxing dan Kesan Pertama

Kotak DualSense Edge jauh lebih premium dari DualSense biasa. Sony menyertakan tas zipper khusus — ini detail kecil yang bikin gamer langsung merasa beli sesuatu yang serius.

Di dalam box kamu dapat: controller utama, tiga pasang kepala stik analog (standar, kubah, konveks), dua pasang back button berbeda bentuk, dan kabel USB-C braided sepanjang 2,8 meter.

Waktu pertama dipegang, beratnya langsung terasa beda. Lebih padat dan solid dibanding DualSense standar — tapi tidak sampai bikin tangan cepat lelah untuk sesi 2–3 jam.

Performa di Game: Pengujian Langsung

Game Aksi dan RPG

Di Elden Ring, kemampuan mengatur trigger travel jadi game-changer. Kami set L2/R2 ke mode pendek untuk respons lebih cepat saat dodge, dan bedanya terasa nyata setelah beberapa jam adaptasi.

Fitur dead zone kustomisasi juga bermanfaat di sini. Stik yang lebih responsif membuat kontrol kamera terasa lebih presisi — terutama di boss fight yang butuh pergerakan kamera cepat.

Game Fighting dan Sport

Di EA FC 25, back button adalah fitur yang paling kami manfaatkan. Kami mapping skill move ke Fn1 dan Fn2, yang artinya jempol kiri tidak perlu angkat dari stik saat eksekusi — ini perubahan besar untuk gameplay kompetitif.

Komunitas gaming di Bandung yang kami ajak coba juga langsung setuju: buat game kompetitif, back button bukan fitur gimmick — ini kebutuhan nyata.

Game Shooter

Di Helldivers 2 dan Call of Duty, trigger pendek memberikan waktu respons yang lebih cepat. Selisihnya mungkin hanya milidetik, tapi dalam game shooter kompetitif, itu cukup terasa.

Kustomisasi Lewat Menu PS5

Seluruh kustomisasi dilakukan langsung dari menu PS5, tanpa perlu aplikasi eksternal. Kamu bisa simpan hingga 3 profil berbeda — misalnya satu untuk FPS, satu untuk RPG, satu untuk fighting game.

Proses setting-nya intuitif dan tidak butuh waktu lama untuk dipahami. Ini nilai plus yang signifikan dibanding kompetitor yang kadang butuh software PC terpisah.

Masalah Nyata: Baterai yang Mengecewakan

Ini bagian yang wajib kamu ketahui sebelum beli. Baterai DualSense Edge jauh lebih pendek dibanding DualSense standar.

Dalam pengujian kami dengan haptic feedback dan adaptive trigger aktif penuh, baterai hanya bertahan sekitar 6 jam. Matikan semua fitur haptic, baru bisa mendekati 10–11 jam.

Ini trade-off yang Sony buat karena modul baterai harus berbagi ruang dengan mekanisme back button dan komponen tambahan lainnya. Untuk gamer kasual yang main 1–2 jam per hari, ini masih oke. Tapi buat yang sering sesi maraton, kamu perlu kabel atau power bank di dekat TV.

Daya Tahan dan Build Quality

Setelah tiga minggu, tidak ada tanda-tanda aus yang berarti di stik atau tombol. Build quality-nya terasa kokoh — jauh lebih premium dari controller mid-range kebanyakan.

Kepala stik yang bisa diganti adalah fitur jangka panjang yang penting. Stik analog adalah komponen yang paling cepat aus di controller, dan kemampuan ganti modul ini potensial memperpanjang usia pakai secara signifikan.

Perbandingan dengan DualSense Standar

Fitur DualSense Standar DualSense Edge
Harga (estimasi) ~Rp 750.000 ~Rp 1.800.000 – 2.200.000
Back Button Tidak ada 4 tombol (bisa dikustomisasi)
Stik Analog Tidak bisa diganti Modul bisa diganti, 3 tipe
Trigger Adaptive, travel tetap Adaptive + bisa adjust travel
Dead Zone Tidak bisa diatur Fully adjustable
Profil Kustomisasi Tidak ada Simpan 3 profil
Baterai ~12–15 jam ~6–12 jam
Bobot ~280 gram ~325 gram
Tas Penyimpanan Tidak ada Included (zipper case)

Tabel Pros dan Cons

✅ Kelebihan ❌ Kekurangan
Back button sangat berguna untuk game kompetitif Baterai lebih pendek dari DualSense standar
Stik analog bisa diganti — tahan lama Harga hampir 3x lipat DualSense standar
Trigger travel bisa disesuaikan Modul stik pengganti belum mudah didapat di Indonesia
Kustomisasi dead zone sangat presisi Lebih berat, kurang nyaman untuk sesi sangat panjang
3 profil tersimpan, ganti cepat Tidak ada fitur baru selain yang sudah ada di DualSense
Build quality premium dan kokoh Garansi resmi terkadang rumit diklaim di Indonesia
Kabel braided USB-C 2.8m panjang dan berkualitas Tas penyimpanan tidak bisa dilipat kompak

Harga dan Di Mana Beli di Indonesia

Di Bandung, kami menemukan DualSense Edge di beberapa toko gaming di BEC (Bandung Electronic Center) dan Istana Plaza. Harganya bervariasi antara Rp 1,85 juta sampai Rp 2,1 juta tergantung stok dan kondisi promosi.

Untuk pembelian online, cek platform berikut untuk memastikan harga terkini dan ketersediaan stok:

  • Tokopedia — banyak seller terpercaya dengan rating tinggi, hati-hati produk tidak resmi
  • Shopee — sering ada flash sale atau voucher yang bisa memangkas harga cukup signifikan
  • PlayStation Store Indonesia — jika tersedia, ini pilihan paling aman untuk garansi resmi
  • iBox / Digimap — tidak menjual controller PS5 secara langsung, tapi toko resmi Sony mitra biasanya ada di mal besar
  • GameStop Indonesia / GameXtreme — toko gaming spesialis yang sering punya stok controller resmi

Kami menyarankan beli dari seller dengan badge resmi atau yang sudah verified, dan selalu minta nota pembelian untuk klaim garansi.

Untuk Siapa DualSense Edge Ini?

Controller ini bukan buat semua orang. Ini untuk gamer yang serius dengan gameplay mereka dan mau bayar premium untuk keunggulan kompetitif yang nyata.

  • Cocok untuk: Gamer kompetitif, pemain game fighting/shooter/sport online, streamer yang butuh responsivitas tinggi
  • Kurang cocok untuk: Gamer kasual, yang main satu game santai, atau yang punya budget terbatas
  • Pertimbangkan dua kali jika: Kamu jarang main lebih dari 5 jam per minggu — manfaat pro controller tidak akan terasa maksimal

Verdict: Layak Beli atau Tidak?

Setelah tiga minggu, jawaban kami adalah ya, tapi dengan syarat. DualSense Edge adalah controller terbaik yang pernah Sony buat — kustomisasi-nya nyata, build quality-nya kokoh, dan back button benar-benar mengubah cara main di banyak genre.

Tapi harganya yang hampir dua kali lipat Xbox Elite Series 2 bekas dan tiga kali DualSense standar membuat ini keputusan yang harus dipikirkan matang. Kalau kamu serius di gaming kompetitif dan PS5 adalah platform utamamu, investasi ini masuk akal. Kalau tidak, DualSense standar sudah lebih dari cukup.

Skor kami: 8.2 / 10 — Luar biasa secara teknis, tapi baterai pendek dan harga tinggi jadi penghalang untuk disebut sempurna.

Artikel Terkait

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah DualSense Edge kompatibel dengan PC?
Ya, DualSense Edge bisa digunakan di PC via USB-C maupun Bluetooth. Namun tidak semua fitur kustomisasi tersedia di PC — beberapa pengaturan khusus hanya bisa dilakukan dari menu PS5.
Berapa lama baterai DualSense Edge bertahan?
Dalam pengujian kami, baterai bertahan 6–7 jam dengan semua fitur aktif, dan bisa mencapai 10–11 jam jika haptic feedback dan adaptive trigger dimatikan. Ini lebih pendek dibanding DualSense standar yang bisa 12–15 jam.
Apakah modul stik pengganti mudah didapat di Indonesia?
Saat ini ketersediaan modul stik pengganti di Indonesia masih terbatas. Kamu bisa mencarinya di marketplace seperti Tokopedia atau Shopee, tapi pastikan memilih produk original Sony untuk menghindari kualitas yang tidak terjamin.
Apakah DualSense Edge worth it dibanding beli dua DualSense standar?
Tergantung kebutuhan. Jika kamu gamer kompetitif yang serius, satu DualSense Edge lebih worth it karena fitur back button dan kustomisasi yang tidak ada di versi standar. Tapi jika kamu hanya butuh controller cadangan untuk main berdua, dua DualSense standar lebih ekonomis.
Di mana beli DualSense Edge paling aman di Bandung?
Di Bandung, BEC (Bandung Electronic Center) dan Istana Plaza punya beberapa toko gaming yang menjual controller original. Pastikan minta nota resmi dan cek hologram keaslian produk sebelum membayar. Pembelian online via Tokopedia atau Shopee dari seller berrating tinggi juga merupakan pilihan yang aman.
#ps5 dualsense edge #review #controller gaming #playstation 5 #gaming bandung #jawa barat #peripheral gaming #review_kota #pengalaman pengguna lokal #sony #gaming indonesia #worth it #pros cons #spesifikasi #2026
Siska Santoso

Ditulis oleh: Siska Santoso Enthusiast Gaming Gear

Siska Santoso adalah seorang Enthusiast Gaming Gear dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri teknologi. Lulusan Cybernetics College, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di Selular Nusantara.

Comments