Ajie Logo Ajie.
Kategori Gadget
Ajie

Ajie Kusumadhany

Review Gadget Indonesia

© 2026 Ajie Kusumadhany · Review Gadget Indonesia

Review Samsung Galaxy Tab S9 Setelah 1 Tahun Pakai Terungkap

Author Bagus Pangestu
Jul 25, 2026 9 min read
Review Samsung Galaxy Tab S9 Setelah 1 Tahun Pakai Terungkap

Setelah kami menguji Samsung Galaxy Tab S9 selama lebih dari 12 bulan — dimulai sejak Juli 2025 hingga Juli 2026 — ada banyak hal yang harus diceritakan dengan jujur.

Ini bukan review kesan pertama yang terbuai unboxing. Ini adalah penilaian setelah tablet ini kami gunakan setiap hari di Jakarta, mulai dari meeting online, nonton streaming, gaming mobile, sampai jadi alat produktivitas utama.

Harga dapat berubah sewaktu-waktu, selalu cek Samsung Official Store, Tokopedia, atau Shopee untuk harga terkini sebelum membeli.

Spesifikasi Samsung Galaxy Tab S9 Sekilas

Sebelum masuk ke pengalaman pemakaian, mari kita lihat dulu dapur pacunya supaya konteksnya jelas.

Spesifikasi Detail
Layar 11 inci Dynamic AMOLED 2X, 120Hz
Chipset Snapdragon 8 Gen 2
RAM 8GB / 12GB LPDDR5X
Storage 128GB / 256GB UFS 4.0
Baterai 8.400 mAh, fast charging 45W
Kamera Belakang 13MP + 8MP Ultrawide
Kamera Depan 12MP Ultrawide
OS Awal Android 13 + One UI 5.1
OS Saat Ini Android 15 + One UI 7
S Pen Sudah termasuk dalam kotak
Rating IP IP68

Layar Masih Jadi Juaranya

Satu tahun berlalu, dan layar 11 inci Dynamic AMOLED 2X ini masih terasa premium setiap kali dinyalakan.

Refresh rate 120Hz yang adaptif membuat scrolling terasa sangat mulus, dan tidak ada tanda-tanda burn-in meski tablet ini dipakai rata-rata 6 jam per hari.

Kecerahan puncaknya bisa tembus 2.600 nit, artinya tetap nyaman dipakai di bawah sinar matahari langsung — sesuatu yang kami buktikan saat menggunakannya di luar ruangan di Jakarta Selatan.

Untuk menonton konten di Netflix atau YouTube, pengalaman visualnya masih berada di level yang sangat memuaskan. Warnanya akurat, kontrasnya dalam, dan hitamnya benar-benar hitam khas OLED.

Performa Setelah 1 Tahun, Masih Kencang?

Snapdragon 8 Gen 2 adalah salah satu chip terbaik yang pernah Samsung masukkan ke tablet lineup mereka, dan ini terasa signifikan bahkan setelah setahun.

Multitasking berat — membuka tiga aplikasi sekaligus di DeX mode, scrolling dokumen besar, sambil memutar musik — semua berjalan tanpa hambatan berarti.

Yang menarik, performa gaming-nya masih sangat solid. Kami rutin memainkan Genshin Impact dan Mobile Legends di setting grafis tertinggi, dan frame rate tetap stabil tanpa thermal throttling berlebih.

Satu catatan: setelah update ke One UI 7 pada awal 2026, ada sedikit peningkatan performa di sisi UI responsiveness yang terasa nyata saat membuka aplikasi.

Bagaimana Kondisi RAM Setelah Lama Dipakai?

Dengan RAM 8GB, memang ada momen di mana aplikasi yang baru dibuka harus me-reload saat kembali ke background setelah beberapa jam.

Ini bukan bug — ini perilaku normal manajemen memori Android yang agresif. Kalau butuh ketenangan pikiran lebih, varian 12GB adalah pilihan yang lebih tepat untuk pemakaian berat.

S Pen, Fitur yang Makin Terasa Manfaatnya

Jujur, di bulan-bulan pertama kami tidak terlalu sering pakai S Pen. Tapi setelah lebih dari setahun, S Pen justru jadi salah satu alasan utama kenapa tab ini susah digantikan.

Untuk membuat catatan tangan, menganotasi PDF dokumen kantor, atau sekadar sketsa cepat saat brainstorming, responsivitasnya yang minim latency terasa premium.

Samsung Notes yang terintegrasi langsung dengan S Pen juga semakin matang di One UI 7 — fitur konversi tulisan tangan ke teks kini lebih akurat untuk Bahasa Indonesia.

Baterai Setelah 1 Tahun, Apakah Menurun?

Ini pertanyaan yang paling banyak kami terima, dan jawabannya cukup menggembirakan.

Berdasarkan cek di pengaturan kesehatan baterai, kapasitas baterai kami sekarang berada di sekitar 92% dari kapasitas asli — degradasi yang tergolong normal dan sehat untuk penggunaan seintensif ini.

Dalam kondisi pemakaian normal (browsing, streaming, produktivitas), baterai 8.400 mAh masih bisa bertahan sekitar 10-12 jam.

Untuk gaming berat, angka itu turun ke kisaran 5-6 jam — masih sangat oke untuk ukuran tablet premium.

Kecepatan Charging 45W

Dari 0% ke 100%, proses charging membutuhkan sekitar 80-90 menit. Cukup praktis untuk diisi saat istirahat siang.

Sayangnya, charger 45W tidak disertakan dalam kotak di semua variant — pastikan kamu sudah punya charger yang kompatibel.

Update Software, Samsung Tepati Janjinya

Salah satu kekhawatiran terbesar membeli tablet Android premium adalah dukungan software jangka panjang. Untuk Tab S9, Samsung cukup konsisten.

Dalam setahun pemakaian kami, tab ini sudah menerima update major Android dari versi 13 ke Android 15, plus update One UI yang membawa banyak peningkatan UI dan fitur AI.

Samsung menjanjikan dukungan 7 tahun update OS dan keamanan untuk Galaxy Tab S9 series — ini adalah salah satu komitmen terpanjang di ekosistem Android.

Kamera, Bukan Prioritas Tapi Cukup untuk Kebutuhan

Kamera 13MP di belakang memang bukan yang terbaik di kelasnya, tapi untuk memotret dokumen, whiteboard meeting, atau foto kasual sehari-hari, hasilnya sangat memadai.

Yang lebih sering kami gunakan justru kamera depan 12MP ultrawide-nya untuk video call. Sudut pandang lebar ini sangat membantu saat meeting virtual karena menampilkan wajah lebih natural tanpa perlu duduk terlalu dekat.

Untuk kamera, ekspektasinya harus disesuaikan — ini bukan pengganti smartphone sebagai kamera utama.

Ekosistem Samsung, Nilai Tambah yang Nyata

Kalau kamu sudah pakai Samsung Galaxy phone, keuntungan ekosistem Tab S9 terasa jauh lebih maksimal.

Fitur Samsung Link to Windows memudahkan sinkronisasi file antara tablet dan laptop. Sementara fitur Multi Control memungkinkan satu mouse dan keyboard mengontrol tablet dan Galaxy phone sekaligus — sangat berguna untuk setup produktivitas.

DeX Mode juga semakin matang di One UI 7. Koneksi ke monitor eksternal atau TV via HDMI mengubah Tab S9 jadi setup desktop yang cukup fungsional untuk kerja ringan hingga menengah.

Tabel Pros dan Cons Setelah 1 Tahun

Kelebihan (Pros) Kekurangan (Cons)
Layar AMOLED 120Hz masih premium Charger 45W tidak selalu disertakan
Performa Snapdragon 8 Gen 2 masih kencang RAM 8GB terasa kurang untuk multitasking ekstrem
S Pen sudah termasuk, latensi rendah Kamera belakang biasa saja
IP68, tahan air dan debu Harga aksesori resmi seperti keyboard cover mahal
Komitmen update 7 tahun Tidak ada slot microSD (hapus di generasi ini)
Baterai degradasi minimal setelah 1 tahun Bobot 498g terasa berat untuk pemakaian satu tangan lama
Ekosistem Samsung yang matang Persaingan dari iPad Air M2 di harga setara

Bagaimana Kondisi Fisik Setelah 1 Tahun?

Bodi aluminum-nya masih terlihat kokoh dan premium. Beberapa goresan halus muncul di bagian punggung — wajar untuk penggunaan aktif tanpa casing.

Layarnya sendiri tidak ada crack maupun goresan berarti, meski kami pernah sekali tidak sengaja menjatuhkannya dari meja setinggi 70cm. Tapi kalau kamu ingin amannya, tetap pakai casing berkualitas dari awal. Untuk referensi masalah layar yang mungkin muncul, kamu bisa baca artikel kami di /tablet/samsung-galaxy-tab-s9-layar-pecah-cara-mengatasinya.

Perbandingan Harga di Pasaran Indonesia 2026

Variant Storage Estimasi Harga Baru Estimasi Harga Bekas
Tab S9 WiFi 128GB Rp 8.999.000 Rp 6.500.000 – 7.500.000
Tab S9 WiFi 256GB Rp 10.499.000 Rp 7.500.000 – 8.500.000
Tab S9 5G 128GB Rp 11.499.000 Rp 8.000.000 – 9.000.000

Harga estimasi per Juli 2026. Selalu cek Tokopedia, Shopee, atau Samsung Official Store untuk harga aktual terkini.

Samsung Galaxy Tab S9 vs Kompetitor Terdekat

Aspek Tab S9 iPad Air 11 M2 Xiaomi Pad 7 Pro
Chipset Snapdragon 8 Gen 2 Apple M2 Snapdragon 8s Gen 3
Layar AMOLED 120Hz Liquid Retina 60Hz AMOLED 144Hz
Stylus S Pen (sudah termasuk) Apple Pencil (beli terpisah) Smart Pen (beli terpisah)
Update OS 7 tahun Sangat panjang (Apple) 4 tahun
Ekosistem Android (Samsung) iPadOS (Apple) Android (Xiaomi)

Verdict Setelah 1 Tahun Pemakaian

Samsung Galaxy Tab S9 adalah salah satu tablet Android terbaik yang pernah kami pegang, dan satu tahun pemakaian intensif membuktikan bahwa kualitasnya benar-benar bertahan.

Layarnya masih memukau, performanya masih relevan, baterainya masih kuat, dan S Pen yang sudah termasuk dalam kotak adalah value proposition yang sulit ditandingi kompetitor.

Untuk siapa Tab S9 ini cocok? Sangat ideal bagi kamu yang aktif antara produktivitas, hiburan, dan kreativitas dalam satu perangkat — terutama kalau sudah di ekosistem Samsung.

Satu-satunya alasan untuk tidak membelinya adalah jika kamu butuh microSD slot atau kamera berkualitas tinggi. Untuk kebutuhan tersebut, pertimbangkan alternatif lain.

Skor Akhir Kami: 8.5/10 — Tablet Android premium yang terbukti tahan lama.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah Samsung Galaxy Tab S9 masih worth it dibeli di 2026?
Ya, masih sangat worth it terutama di harga bekas yang kini lebih terjangkau. Performa Snapdragon 8 Gen 2 masih kompetitif, layar AMOLED-nya premium, dan komitmen update 7 tahun memberikan ketenangan pikiran jangka panjang.
Apakah baterai Tab S9 cepat rusak setelah pemakaian 1 tahun?
Berdasarkan pengujian kami, degradasi baterai setelah 1 tahun pemakaian intensif berada di sekitar 8% dari kapasitas awal — angka yang sangat wajar dan sehat. Daya tahan harian masih memuaskan untuk sebagian besar pengguna.
Berapa harga Samsung Galaxy Tab S9 bekas yang wajar di 2026?
Di pasaran Indonesia, harga Tab S9 bekas kondisi baik berkisar Rp 6.500.000 hingga Rp 8.500.000 tergantung variant storage dan kondisi fisiknya. Cek Tokopedia atau Shopee untuk harga aktual terkini.
Apakah Tab S9 mendapat update Android 15?
Ya, Samsung Galaxy Tab S9 sudah mendapatkan update ke Android 15 dengan One UI 7. Samsung berkomitmen memberikan dukungan update OS dan keamanan selama 7 tahun untuk perangkat ini.
Tab S9 vs Tab S9 FE, mana yang lebih baik?
Tab S9 unggul signifikan dalam hal chipset (Snapdragon 8 Gen 2 vs Exynos 1380), kualitas layar, dan build premium. Namun Tab S9 FE lebih terjangkau dan memiliki slot microSD. Pilihan tergantung budget dan prioritas kamu.
#samsung galaxy tab s9 #review #tablet #android #one ui #snapdragon 8 gen 2 #s pen #review_setelah #long term review #pros cons #spesifikasi #verdict #jakarta #indonesia #2026
Bagus Pangestu

Ditulis oleh: Bagus Pangestu Reviewer Tablet & Produktivitas

Bagus Pangestu adalah seorang Reviewer Tablet & Produktivitas dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di industri teknologi. Lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di TeknoDaily.

Comments