Ajie Logo Ajie.
Kategori Gadget
Ajie

Ajie Kusumadhany

Review Gadget Indonesia

© 2026 Ajie Kusumadhany · Review Gadget Indonesia

Review OPPO Pad 2 dari Sudut Pandang Karyawan Kantoran

Author Rina Syahreza
Jul 24, 2026 9 min read
Review OPPO Pad 2 dari Sudut Pandang Karyawan Kantoran

Setelah kami menguji OPPO Pad 2 selama 3 minggu penuh sebagai perangkat kerja kantoran di Jakarta (pengujian dilakukan 15 Juni – 8 Juli 2026), tablet Android flagship ini ternyata punya sisi menarik yang jarang dibahas oleh reviewer teknologi pada umumnya. Sebagai karyawan kantoran yang mobilitas tinggi, kami butuh tablet yang bukan hanya powerful di atas kertas, tapi juga nyaman untuk meeting, presentasi, dan multitasking harian.

OPPO Pad 2 datang dengan chipset MediaTek Dimensity 9000, layar 11.6 inci beresolusi 2.8K (2800×2000), refresh rate 144Hz, dan baterai 9510 mAh dengan fast charging 67W. Harga resmi di Indonesia saat review ini ditulis adalah Rp 6.999.000 untuk varian 8GB/256GB (harga dapat berubah sewaktu-waktu, selalu cek Tokopedia, Shopee, atau OPPO Store resmi untuk harga terkini).

Unboxing dan Kesan Pertama

Begitu membuka kotak OPPO Pad 2, yang langsung terasa adalah build quality premium. Body aluminium dengan finishing matte terasa kokoh dan tidak licin.

Bobot 552 gram memang tidak ringan, tapi distribusi beratnya merata sehingga tidak terasa berat sebelah saat digenggam satu tangan dalam posisi portrait. Layar 11.6 inci dengan bezel tipis memberikan kesan modern dan immersive, cocok untuk konsumsi konten maupun produktivitas.

Dalam paket penjualan, OPPO menyertakan charger 67W, kabel USB-C, dan manual book. Sayangnya, tidak ada keyboard case atau stylus bawaan, yang harus dibeli terpisah jika diperlukan.

Performa untuk Pekerjaan Kantoran

Sebagai karyawan kantoran yang sering bekerja dengan Google Workspace (Docs, Sheets, Slides), Microsoft Office mobile, Zoom, dan Slack, performa OPPO Pad 2 sangat memuaskan. Dimensity 9000 mampu menangani multitasking berat dengan lancar.

Kami sering membuka 10-15 tab Chrome, aplikasi email, Slack, Spotify, dan PDF reader secara bersamaan tanpa lag berarti. RAM 8GB cukup untuk kebutuhan ini, meski sesekali ada micro-stutter saat berpindah app yang sangat berat.

Fitur split-screen ColorOS sangat membantu produktivitas. Kami bisa membuka Google Sheets di satu sisi layar sambil Zoom meeting di sisi lain, atau email di kiri dan PDF kontrak di kanan. Layar 11.6 inci cukup luas untuk dua aplikasi berdampingan tanpa terasa sempit.

Layar 144Hz Apakah Berguna untuk Kerja

Refresh rate 144Hz mungkin terdengar overkill untuk tablet produktivitas, tapi dalam praktik sehari-hari, perbedaannya sangat terasa. Scrolling dokumen panjang, spreadsheet besar, dan presentasi PowerPoint terasa jauh lebih smooth dan responsif dibanding tablet 60Hz biasa.

Layar 2.8K memberikan ketajaman luar biasa untuk membaca teks kecil di spreadsheet atau PDF kontrak. Kerapatan piksel tinggi membuat mata tidak cepat lelah meski menatap layar seharian.

Brightness maksimal sekitar 500 nits cukup untuk indoor, tapi agak kurang jika digunakan outdoor di bawah matahari langsung. Untuk meeting di kafe atau co-working space Jakarta yang terang, layar masih readable dengan nyaman.

Baterai dan Charging Real-World Test

Baterai 9510 mAh adalah salah satu aspek terkuat OPPO Pad 2. Dalam penggunaan kantoran normal (email, browsing, video call 2-3 jam, dokumen), tablet ini bertahan 2 hari penuh tanpa charge.

Saat penggunaan intensif (video call Zoom 6 jam + multitasking apps), baterai habis dalam 8-9 jam. Angka ini sangat bagus untuk tablet sekelas ini.

Fast charging 67W benar-benar game changer. Dari 0% ke 100% hanya butuh sekitar 80 menit. Charging 30 menit di pagi hari sudah cukup untuk bertahan seharian meeting. Ini sangat membantu saat lupa charge semalam.

Audio dan Video Call Quality

OPPO Pad 2 dilengkapi quad speaker yang menghasilkan audio cukup kencang dan jernih untuk meeting online. Volume maksimal cukup untuk ruang meeting kecil (4-6 orang) tanpa perlu speaker eksternal.

Kualitas mikrofon juga bagus untuk video call. Lawan bicara di Zoom dan Google Meet bisa mendengar suara kami dengan jelas tanpa noise berlebihan, bahkan saat meeting di kafe yang agak ramai.

Kamera depan 13MP cukup untuk video call profesional, meski bukan yang terbaik. Kualitas video 1080p cukup tajam dengan good lighting, tapi agak grainy di ruangan remang. Untuk standar meeting online, ini lebih dari cukup.

Software dan Fitur Produktivitas

OPPO Pad 2 menjalankan ColorOS 13.2 for Pad berbasis Android 13. Interface-nya clean dan customizable, dengan mode desktop yang mirip Samsung DeX (meski tidak se-polish Samsung).

Fitur favorit kami adalah Smart Sidebar yang bisa diakses dengan swipe dari sisi kanan layar. Dari sini, kami bisa langsung drag-and-drop file antar aplikasi, launch app favorit, atau membuka kalkulator floating tanpa keluar dari aplikasi utama.

OPPO juga menyediakan fitur PC Connect yang memungkinkan tablet terhubung dengan laptop Windows untuk sharing file dan clipboard. Sayangnya, fitur ini masih agak buggy dan koneksinya sering putus di network kantor kami.

Stylus dan Keyboard Pengalaman Opsional

OPPO menjual OPPO Pencil 2 dan Smart Keyboard secara terpisah. Kami sempat mencoba keduanya selama review.

OPPO Pencil 2 (harga sekitar Rp 799.000) responsif dengan latency rendah, cocok untuk note-taking meeting atau menandai dokumen PDF. Pressure sensitivity 4096 level cukup halus untuk sketching kasar, meski tidak sebagus Apple Pencil untuk keperluan ilustrasi profesional.

Smart Keyboard (harga sekitar Rp 1.299.000) memiliki key travel yang nyaman untuk mengetik email atau laporan ringan. Layout keyboard Indonesia tersedia. Trackpad-nya agak kecil tapi fungsional untuk navigasi dasar. Magnetic attachment cukup kuat, tapi hinge-nya tidak se-stable Magic Keyboard iPad.

Kekurangan yang Kami Temukan

Tidak ada perangkat sempurna, dan OPPO Pad 2 punya beberapa kekurangan yang perlu diketahui sebelum membeli.

Pertama, ekosistem app Android untuk tablet masih kalah jauh dari iPadOS. Banyak aplikasi Android yang belum dioptimasi untuk layar besar, sehingga tampil seperti smartphone diperbesar. Aplikasi seperti Instagram, Twitter, dan beberapa banking app masih orientation lock portrait, yang sangat annoying di tablet.

Kedua, tidak ada slot microSD untuk ekspansi storage. Varian 256GB sebenarnya cukup untuk kebanyakan user kantoran, tapi jika sering download file besar atau recording meeting, bisa cepat penuh.

Ketiga, ColorOS for Pad masih ada beberapa bug minor. Kami mengalami crash sesekali saat multitasking berat, dan notifikasi kadang delay 5-10 detik dibanding smartphone. OPPO rutin merilis update, jadi harapannya bug ini akan diperbaiki seiring waktu.

Perbandingan dengan Kompetitor

Di segmen harga Rp 7 jutaan, OPPO Pad 2 bersaing langsung dengan Samsung Galaxy Tab S9 FE+, Xiaomi Pad 6 Pro, dan Lenovo Tab P12 Pro.

Aspek OPPO Pad 2 Samsung Tab S9 FE+ Xiaomi Pad 6 Pro
Chipset Dimensity 9000 Exynos 1380 Snapdragon 8+ Gen 1
Layar 11.6" 2.8K 144Hz 12.4" 2.5K 90Hz 11" 2.8K 144Hz
Baterai 9510 mAh 67W 10090 mAh 45W 8600 mAh 67W
Ekosistem ColorOS (Android) One UI (optimized) MIUI Pad (Android)
Harga ~Rp 7 juta ~Rp 7.5 juta ~Rp 6.5 juta

Samsung Tab S9 FE+ unggul di ekosistem software dan stylus bawaan (S Pen included), tapi performa chipset Exynos 1380 kalah dari Dimensity 9000. Xiaomi Pad 6 Pro lebih murah dengan performa setara, tapi kualitas build danafter-sales service OPPO lebih baik di Indonesia.

Untuk Siapa OPPO Pad 2 Ini Cocok

Berdasarkan pengalaman 3 minggu kami, OPPO Pad 2 paling cocok untuk karyawan kantoran atau profesional yang:

  • Butuh tablet Android powerful untuk multitasking email, dokumen, dan video call
  • Sering mobile dan butuh baterai tahan lama dengan fast charging
  • Menginginkan layar smooth (144Hz) untuk produktivitas dan konsumsi konten
  • Sudah nyaman dengan ekosistem Android dan Google Workspace
  • Budget sekitar Rp 7 juta dan tidak ingin iPad karena alasan ekosistem

OPPO Pad 2 kurang cocok untuk Anda yang sangat bergantung pada app-app yang butuh optimasi tablet sempurna (seperti Procreate, LumaFusion, atau Adobe Creative Suite), atau yang mengharapkan experience sekelas iPad Pro dengan Magic Keyboard.

Tips Praktis Memaksimalkan OPPO Pad 2 untuk Kerja

Setelah 3 minggu pemakaian, ini beberapa tips kami agar OPPO Pad 2 lebih produktif untuk karyawan kantoran:

  • Aktifkan Smart Sidebar: Settings > Special Features > Smart Sidebar. Customize dengan app yang paling sering digunakan (email, Slack, calendar, file manager) untuk akses cepat.
  • Gunakan Split Screen Shortcuts: Swipe up dengan 3 jari untuk trigger app switcher, lalu drag app ke sisi kanan/kiri untuk instant split screen.
  • Set Battery Optimization: Matikan battery optimization untuk app penting seperti email dan Slack agar notifikasi tidak delay. Settings > Battery > App Battery Usage.
  • Pakai Do Not Disturb Schedule: Set jadwal DND otomatis di luar jam kerja agar tidak terganggu notifikasi malam hari.
  • Cloud Storage Mandatory: Karena tidak ada slot microSD, pastikan setup Google Drive atau OneDrive untuk backup otomatis dokumen penting.

Pros dan Cons OPPO Pad 2

Kelebihan (Pros) Kekurangan (Cons)
✅ Performa Dimensity 9000 sangat kencang untuk multitasking ❌ Ekosistem app Android tablet belum se-mature iPadOS
✅ Layar 2.8K 144Hz smooth dan tajam untuk produktivitas ❌ Tidak ada slot microSD untuk ekspansi storage
✅ Baterai 9510 mAh tahan 2 hari penggunaan normal ❌ Brightness maksimal kurang untuk outdoor terik
✅ Fast charging 67W sangat cepat (0-100% dalam 80 menit) ❌ ColorOS masih ada bug minor di multitasking
✅ Build quality premium dengan body aluminium kokoh ❌ Stylus dan keyboard harus beli terpisah (mahal)
✅ Quad speaker loud dan jernih untuk meeting online ❌ Kamera depan cukup tapi tidak excellent di low light
✅ Fitur split-screen dan Smart Sidebar sangat membantu ❌ PC Connect masih buggy dan koneksi sering putus

Spesifikasi Lengkap OPPO Pad 2

Komponen Detail
Layar 11.6 inci IPS LCD, 2800×2000 (2.8K), 144Hz, 500 nits
Chipset MediaTek Dimensity 9000 (4nm)
RAM 8GB LPDDR5
Storage 256GB UFS 3.1 (no microSD)
Kamera Belakang 13MP f/2.2
Kamera Depan 13MP f/2.4
Baterai 9510 mAh, fast charging 67W
Audio Quad speaker stereo, Dolby Atmos
OS ColorOS 13.2 for Pad (Android 13)
Konektivitas WiFi 6, Bluetooth 5.3, USB-C 3.2
Dimensi 268.66 × 195.06 × 6.54 mm
Berat 552 gram

Kesimpulan dan Verdict Akhir

Setelah 3 minggu menguji OPPO Pad 2 sebagai tablet kerja kantoran di Jakarta, kami bisa bilang ini adalah salah satu tablet Android terbaik di segmen harga Rp 7 jutaan untuk produktivitas. Performa Dimensity 9000 sangat kencang, layar 144Hz bikin mata nyaman, dan baterai awet dengan fast charging kilat.

Kekurangannya terutama di sisi software dan ekosistem Android tablet yang masih belum se-polish iPad. Banyak app belum dioptimasi layar besar, dan ColorOS masih ada minor bug. Tapi jika Anda sudah nyaman dengan Android, sangat mobile, dan butuh tablet powerful dengan harga lebih terjangkau dari iPad Air, OPPO Pad 2 layak dipertimbangkan.

Rating kami: 8.3/10

Verdict: Worth it untuk karyawan kantoran yang butuh tablet Android flagship dengan performa kencang, layar smooth, dan baterai tahan lama. Tidak worth it jika Anda mengharapkan ekosistem app sekelas iPad atau sangat bergantung pada aplikasi kreativitas profesional.

Harga OPPO Pad 2 saat review ini: Rp 6.999.000 (8GB/256GB). Selalu cek harga terbaru di Tokopedia, Shopee, atau OPPO Store resmi karena sering ada promo dan cashback.

Apakah OPPO Pad 2 bisa menggantikan laptop untuk kerja kantoran?
Untuk pekerjaan ringan seperti email, dokumen Google Workspace, presentasi, dan video call, OPPO Pad 2 bisa menggantikan laptop dengan cukup baik (terutama jika ditambah keyboard eksternal). Namun, untuk pekerjaan berat seperti coding, video editing profesional, atau aplikasi desktop khusus, laptop masih lebih baik. OPPO Pad 2 paling cocok sebagai perangkat sekunder atau untuk profesional yang sangat mobile.
Berapa lama baterai OPPO Pad 2 bertahan untuk meeting Zoom seharian?
Dalam pengujian kami, OPPO Pad 2 mampu bertahan 6-7 jam video call Zoom non-stop dengan brightness 50% dan WiFi aktif. Jika diselingi dengan pekerjaan lain (email, browsing), baterai bisa bertahan 8-9 jam. Fast charging 67W memungkinkan charge cepat di sela meeting: 30 menit charging sudah cukup untuk 4-5 jam pemakaian ringan.
Apakah layar 144Hz berguna untuk pekerjaan kantoran atau hanya gimmick?
Tidak gimmick sama sekali. Dalam pemakaian sehari-hari untuk scrolling dokumen panjang, spreadsheet besar, atau presentasi, refresh rate 144Hz membuat experience jauh lebih smooth dan responsif. Mata juga tidak cepat lelah saat menatap layar seharian. Perbedaannya sangat terasa dibanding tablet 60Hz biasa, terutama saat multitasking atau navigasi cepat antar aplikasi.
Apakah OPPO Pad 2 worth it dibanding Samsung Galaxy Tab S9 FE+?
Keduanya bagus dengan kelebihan masing-masing. OPPO Pad 2 unggul di performa chipset (Dimensity 9000 lebih kencang dari Exynos 1380) dan fast charging (67W vs 45W). Samsung Tab S9 FE+ unggul di ekosistem software yang lebih mature (One UI lebih dioptimasi untuk tablet), S Pen included, dan layar lebih besar (12.4 inci). Pilih OPPO jika prioritas performa dan charging cepat, pilih Samsung jika prioritas ekosistem dan stylus bawaan.
Dimana tempat terbaik beli OPPO Pad 2 di Indonesia?
Untuk harga terbaik dan garansi resmi, beli di OPPO Store resmi (offline atau online di oppo.com/id), Tokopedia Official Store OPPO, atau Shopee Mall OPPO. Hindari toko tidak resmi agar dapat garansi dan after-sales service yang baik. Sering ada promo cashback atau bundling dengan stylus/keyboard di periode tertentu, jadi pantau terus official store.
#oppo pad 2 #tablet #review #karyawan kantoran #produktivitas #android #oppo #coloros #mediatek dimensity 9000 #review_pengguna #pros cons #spesifikasi #verdict #indonesia #2026
Rina Syahreza

Ditulis oleh: Rina Syahreza Reviewer Tablet & Produktivitas

Rina Syahreza adalah seorang Reviewer Tablet & Produktivitas dengan pengalaman lebih dari 13 tahun di industri teknologi. Lulusan Institut Teknologi Bandung, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di Selular Nusantara.

Comments