Review Xiaomi Watch 2 Pro Setelah 2 Minggu Pemakaian Terungkap
Dita Wibowo Ramadhan
Setelah kami menguji Xiaomi Watch 2 Pro selama 14 hari penuh di Jakarta — mulai dari pagi olahraga di Senayan hingga rapat seharian di kantor — kami akhirnya punya jawaban yang jujur: apakah smartwatch ini layak dibeli di 2026?
Pengujian kami berlangsung sepanjang Juli 2026, dan kami memakainya non-stop sebagai pengganti jam tangan harian. Hasilnya cukup mengejutkan — ada yang bikin senang, ada juga yang bikin dahi berkerut.
Kenapa Xiaomi Watch 2 Pro Menarik Perhatian?
Xiaomi Watch 2 Pro bukan sekadar pembaruan kosmetik dari pendahulunya. Ini adalah smartwatch Xiaomi pertama yang menggunakan Wear OS 3.5 dengan dukungan Google ecosystem penuh — termasuk Google Assistant, Google Maps, dan Google Pay.
Di rentang harga sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta (cek harga terkini di Tokopedia atau Shopee karena harga dapat berubah sewaktu-waktu), positioning-nya cukup agresif melawan Samsung Galaxy Watch dan bahkan Apple Watch SE.
Spesifikasi Lengkap Xiaomi Watch 2 Pro
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Layar | AMOLED 1.43 inci, 466 x 466 piksel, 326 ppi |
| Prosesor | Snapdragon W5+ Gen 1 |
| RAM / Storage | 2 GB / 32 GB |
| Sistem Operasi | Wear OS 3.5 by Google |
| Baterai | 495 mAh, charging 10W |
| Sensor Kesehatan | Heart rate, SpO2, stress, sleep tracking, suhu kulit |
| GPS | GPS, GLONASS, Beidou, Galileo, QZSS |
| Ketahanan Air | 5 ATM |
| Konektivitas | Bluetooth 5.3, Wi-Fi 2.4/5 GHz, NFC |
| Bobot | ~46.7 gram (dengan tali) |
Desain dan Kenyamanan Pemakaian Harian
Kesan pertama saat memakai Xiaomi Watch 2 Pro adalah bobotnya yang ringan. Untuk jam tangan dengan casing stainless steel, 46 gram terasa cukup nyaman di pergelangan tangan seharian.
Layar AMOLED 1.43 inci tampil jernih dan terang bahkan di bawah sinar matahari Jakarta yang garang. Brightness maksimalnya mencapai 2000 nit — angka yang sangat memadai untuk outdoor.
Tali dan Material
Tali bawaan berbahan fluoroelastomer terasa premium dan tidak membuat kulit iritasi meski dipakai saat olahraga. Varian silver dengan tali abu-abu yang kami uji terlihat cukup elegan untuk dipakai ke kantor.
Satu catatan kecil: tombol putar di sisi kanan terasa agak plasticky dibanding keseluruhan body yang metalik. Bukan masalah besar, tapi terasa sedikit tidak konsisten.
Wear OS 3.5 — Ini Kelebihan Terbesarnya
Inilah yang paling membedakan Xiaomi Watch 2 Pro dari smartwatch Xiaomi sebelumnya. Wear OS membawa ekosistem Google yang sesungguhnya — dan ini game changer.
Google Maps di pergelangan tangan saat riding di Jakarta? Benar-benar berguna. Notifikasi WhatsApp yang bisa langsung dibalas dengan template respons? Jauh lebih praktis dari yang kami bayangkan.
Performa Snapdragon W5+ Gen 1
Chip Snapdragon W5+ Gen 1 membuat navigasi antar menu terasa mulus dan responsif. Tidak ada lag yang mengganggu, bahkan saat membuka beberapa aplikasi sekaligus.
Dibanding smartwatch Xiaomi generasi sebelumnya yang terasa tersendat-sendat, perbedaannya seperti bumi dan langit.
Hasil Pengujian Kesehatan dan GPS
Selama 2 minggu, kami membandingkan pembacaan heart rate Xiaomi Watch 2 Pro dengan chest strap Polar. Akurasinya terbilang baik — selisih rata-rata hanya 3-5 BPM saat steady state cardio.
Namun saat interval sprint di lintasan Gelora Bung Karno, selisihnya bisa mencapai 8-10 BPM. Ini wajar untuk optical heart rate sensor, tapi perlu dicatat bagi yang serius training.
Akurasi GPS
GPS lock pertama kali membutuhkan sekitar 15-20 detik di luar ruangan. Setelah itu, tracking rute lari di sekitar Kemayoran cukup akurat — tidak ada penyimpangan jalur yang mencolok.
Fitur multi-constellation (GPS + GLONASS + Beidou + Galileo) jelas berkontribusi pada akurasi yang lebih baik di area dengan banyak gedung tinggi.
Sleep Tracking
Sleep tracking bekerja otomatis dan hasilnya cukup konsisten. Deteksi tidur siang juga berfungsi dengan baik — sesuatu yang ternyata kami gunakan lebih sering dari perkiraan.
Data tidur tersinkron rapi ke aplikasi Xiaomi Health maupun Google Fit, memberi fleksibilitas ekosistem yang tidak dimiliki kompetitor di harga ini.
Baterai — Titik Paling Krusial
Xiaomi mengklaim baterai tahan hingga 65 jam dalam mode standar. Klaim ini optimistis — dalam pemakaian nyata kami, hasilnya lebih rendah dari itu.
Dengan GPS aktif, always-on display, dan notifikasi aktif sepanjang hari, baterai bertahan sekitar 40-44 jam. Artinya, pengisian setiap 2 hari kurang sedikit.
Jika GPS Dimatikan
Tanpa GPS aktif dan layar AOTD dimatikan, kami berhasil mencapai hampir 58 jam. Angka ini lebih realistis untuk pemakaian kasual sehari-hari.
Pengisian dari 0% ke 100% membutuhkan sekitar 60-65 menit dengan charger 10W bawaan. Cukup cepat — tinggalkan saat mandi pagi, selesai sebelum sarapan.
Fitur yang Paling Sering Kami Pakai
- Google Maps navigasi — berguna banget saat jalan kaki atau naik ojol tanpa harus pegang HP
- Quick Reply WhatsApp — balas pesan singkat langsung dari jam tangan
- Contactless payment via NFC — sayang, GoPay dan QRIS belum didukung penuh; lebih berfungsi untuk Visa/Mastercard contactless
- Workout tracking — lebih dari 100 mode olahraga tersedia, termasuk renang
- Always-on display — watchface tetap terlihat tanpa mengangkat tangan
Kekurangan yang Kami Temukan
Tidak ada review jujur tanpa membahas kekurangan. Dan Xiaomi Watch 2 Pro punya beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum beli.
Pertama, ketergantungan pada HP Android. Untuk fungsi optimal, kamu butuh HP Android dengan Bluetooth 5.0+. Pengguna iPhone tidak akan mendapat pengalaman penuh — beberapa fitur notifikasi tidak berfungsi di iOS.
Absennya Speaker Internal
Ini agak mengecewakan di 2026: Xiaomi Watch 2 Pro tidak punya speaker. Artinya, tidak bisa menerima telepon langsung dari jam tangan.
Padahal kompetitor di harga yang sama — seperti Samsung Galaxy Watch 6 atau bahkan beberapa Amazfit — sudah menyertakan speaker. Ini poin minus yang cukup signifikan.
Tali Proprietary
Tali jam 22mm menggunakan sistem quick-release proprietary Xiaomi. Meski ada adapter untuk tali standar 22mm, transisi ini kurang mulus dan sedikit menonjol secara estetika.
Tabel Pros dan Cons
| Pros | Cons |
|---|---|
| Wear OS 3.5 dengan Google ekosistem penuh | Tidak ada speaker — tidak bisa angkat telepon |
| Layar AMOLED cerah hingga 2000 nit | Baterai di bawah klaim saat GPS aktif |
| Snapdragon W5+ Gen 1 — mulus dan responsif | Pengalaman iOS terbatas |
| GPS multi-constellation akurat | Tali proprietary, kurang fleksibel |
| 5 ATM — tahan renang | NFC payment belum optimal untuk dompet digital lokal |
| Desain premium, nyaman harian | Tombol samping terasa plasticky |
| 32 GB storage untuk musik offline | Harga lebih mahal dari Amazfit di kelas serupa |
Perbandingan dengan Kompetitor Terdekat
Kalau kamu mempertimbangkan Xiaomi Watch 2 Pro, kemungkinan besar kamu juga melihat Samsung Galaxy Watch 6 atau Amazfit GTR 4.
| Aspek | Xiaomi Watch 2 Pro | Samsung Galaxy Watch 6 | Amazfit GTR 4 |
|---|---|---|---|
| OS | Wear OS 3.5 | Wear OS 4 + One UI Watch | Zepp OS |
| Speaker | Tidak ada | Ada | Ada |
| Baterai (real-world) | ~40-44 jam (GPS on) | ~30-36 jam | ~10-12 hari |
| Google ekosistem | Penuh | Penuh | Sangat terbatas |
| Harga estimasi | ~Rp 2,5-3 juta | ~Rp 3,5-4 juta | ~Rp 2-2,5 juta |
Untuk kamu yang ingin Google ekosistem tapi budget terbatas, Xiaomi Watch 2 Pro menawarkan Wear OS dengan harga lebih terjangkau dari Samsung. Namun kalau baterai jangka panjang lebih penting, Amazfit masih juara.
Untuk Siapa Smartwatch Ini Cocok?
Xiaomi Watch 2 Pro paling pas untuk pengguna Android yang ingin Google ekosistem penuh di tangan — Google Maps, Google Pay, Google Assistant — tanpa harus mengeluarkan uang sebanyak Samsung.
Ini juga pilihan bagus untuk kamu yang aktif olahraga ringan hingga menengah dan butuh tracking kesehatan yang reliabel. Tapi kalau kamu sering terima telepon dan ingin smartwatch bisa angkat panggilan mandiri, cari yang ada speakernya.
Verdict Akhir
Setelah 2 minggu bersama Xiaomi Watch 2 Pro, kesimpulan kami cukup jelas: ini adalah salah satu entry point terbaik ke dunia Wear OS di 2026, terutama untuk pengguna Indonesia yang ekosistemnya berbasis Android dan Google.
Minus speaker adalah kekurangan yang nyata dan tidak bisa diabaikan. Tapi kalau kamu bisa menerima itu, selebihnya adalah paket yang sangat kompetitif di harganya.
Rating kami: 8/10 — Recommended dengan catatan.
Tips Praktis Sebelum Beli
- Pastikan HP kamu Android 8.0 ke atas dengan Bluetooth 5.0 untuk kompatibilitas optimal
- Install Xiaomi Health dan Google Wear OS app sebelum pairing pertama kali
- Aktifkan mode battery saver saat tidak olahraga untuk menghemat daya
- Cek ketersediaan di Mi Store resmi, Tokopedia, atau Shopee — harga bisa berbeda antar platform
- Harga dapat berubah sewaktu-waktu, selalu cek toko resmi atau Tokopedia/Shopee untuk harga terkini
Pertanyaan Umum (FAQ)
Ditulis oleh: Dita Wibowo Ramadhan Ahli Smartwatch & Wearable
Dita Wibowo Ramadhan adalah seorang Ahli Smartwatch & Wearable dengan pengalaman lebih dari 13 tahun di industri teknologi. Lulusan Universitas Indonesia, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di Selular Nusantara.
Rekomendasi untuk Kamu
15 Headset Gaming Terbaik untuk Traveling 2026 Wajib Tahu
Dari pengujian langsung di berbagai kondisi perjalanan, kami merangkum 15 headset gaming terbaik untuk traveling 2026 yang ringan, tahan lama, dan suaranya tetap nendang di mana saja.
Suara Pecah di Earphone Tecno Camon 30 Pro Wajib Coba Ini
Suara pecah di earphone Tecno Camon 30 Pro bisa disebabkan banyak hal, mulai dari pengaturan audio hingga masalah hardware. Berikut 12 cara ampuh yang sudah kami uji langsung untuk mengatasinya.