Ajie Logo Ajie.
Kategori Gadget
Ajie

Ajie Kusumadhany

Review Gadget Indonesia

© 2026 Ajie Kusumadhany · Review Gadget Indonesia

Review Apple Watch Series 10 di Semarang Worth It 2026?

Author Budi Kusuma
Jul 23, 2026 9 min read
Review Apple Watch Series 10 di Semarang Worth It 2026?

Setelah kami menguji Apple Watch Series 10 selama tiga minggu penuh di Semarang — mulai dari pengujian awal pada awal Juli 2026 — ada banyak hal menarik yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan beli.

Semarang bukan kota yang mudah buat gadget. Cuaca panas lembap, aktivitas luar ruangan yang intens, dan kehidupan urban yang dinamis jadi medan ujian yang ideal untuk smartwatch sekelas ini.

Sekilas tentang Apple Watch Series 10

Apple Watch Series 10 hadir sebagai iterasi terbesar sejak Series 4 dari sisi desain. Layarnya lebih luas, bodinya lebih tipis, dan sensor kesehatannya makin lengkap.

Di Indonesia, unit ini tersedia di iBox, iStore, dan platform online seperti Tokopedia dan Shopee. Harga dapat berubah sewaktu-waktu, selalu cek toko resmi atau marketplace untuk harga terkini.

Spesifikasi Lengkap Apple Watch Series 10

Spesifikasi Detail
Layar LTPO OLED, Always-On Display, 2000 nits peak brightness
Ukuran Casing 42mm dan 46mm
Ketebalan 9,7mm (tertipis dalam sejarah Apple Watch)
Chip Apple S10
Sensor Kesehatan ECG, Blood Oxygen, Suhu Kulit, Detak Jantung, Kedalaman Laut
Ketahanan Air 50 meter (WR50), Dive Computer baru
Baterai Hingga 18 jam, hingga 36 jam mode Low Power
Sistem Operasi watchOS 11
Konektivitas GPS + Cellular, Wi-Fi 4, Bluetooth 5.3, Ultra Wideband
Material Aluminium, Titanium, atau Black Titanium
Harga Estimasi Mulai Rp 7.999.000 (aluminium, GPS only)

Desain dan Build Quality: Tipis Itu Nyata

Begitu dipakai pertama kali di pergelangan tangan, kesan pertama langsung terasa: ringan banget. Dengan ketebalan 9,7mm, ini bukan sekadar angka di atas kertas.

Di cuaca Semarang yang rata-rata 32–34 derajat Celsius, jam ini tidak terasa mengganggu meski dipakai seharian. Beda jauh dengan beberapa smartwatch tebal yang bikin pergelangan tangan gerah.

Layar 46mm yang kami uji punya tampilan yang luar biasa cerah. Di bawah terik matahari langsung di kawasan Kota Lama Semarang, teks dan metrik kesehatan masih terbaca jelas.

Sapphire crystal glass-nya terbukti tahan dari beberapa benturan ringan saat aktivitas sehari-hari. Tidak ada goresan berarti setelah tiga minggu pemakaian intensif.

Fitur Kesehatan yang Terasa Berguna Sehari-hari

Ini yang paling menarik perhatian kami. Fitur Sleep Apnea Detection di watchOS 11 bukan sekadar gimmick — kami mengujinya selama dua minggu malam dan hasilnya cukup akurat dibanding perangkat referensi yang kami gunakan.

Sensor detak jantung bekerja konsisten, bahkan saat aktivitas lari pagi di jalur CFD Simpang Lima. Lonjakan HR terdeteksi cepat dan notifikasi muncul tepat waktu.

Fitur Dive Computer juga patut disebut, meski kami tidak mengujinya langsung. Untuk pengguna di kota pesisir seperti Semarang yang kerap liburan ke Karimunjawa, ini nilai tambah yang nyata.

Pelacak siklus haid dan suhu tubuh overnight bekerja mulus tanpa perlu pengaturan ekstra, cocok untuk pengguna yang serius memantau kesehatan reproduksi.

Performa Harian di Semarang: Beneran Dipakai, Beneran Diuji

Kami bawa Apple Watch Series 10 ini ke berbagai sudut Semarang. Mulai dari rutinitas kerja di kawasan Pemuda, olahraga sore di Stadion Citarum, sampai weekend trip ke Bandungan.

Respons navigasi via Maps akurat dan cepat. Di dalam mal besar seperti Paragon City Mall, koneksi GPS-nya sempat sedikit lamban, tapi itu wajar untuk perangkat ukuran ini.

Notifikasi WhatsApp, email, dan kalender masuk mulus tanpa delay berarti. Reply singkat via keyboard kecil atau voice note bisa dilakukan langsung dari jam.

Siri di watchOS 11 sudah cukup handal untuk perintah-perintah dasar. Meski belum sempurna untuk perintah dalam Bahasa Indonesia yang kompleks, untuk perintah sederhana seperti pengaturan alarm sudah bisa diandalkan.

Baterai: Masalah Lama yang Belum Tuntas

Inilah titik yang paling sering jadi keluhan pengguna Apple Watch, dan Series 10 belum sepenuhnya menyelesaikannya. Dengan penggunaan normal — Always-On Display aktif, GPS sesekali, notifikasi normal — baterai habis dalam sekitar 16–18 jam.

Artinya, kamu tetap harus mengisi daya setiap hari, kemungkinan besar setiap malam. Ini jadi kendala kalau kamu ingin monitoring tidur sepenuhnya.

Sisi positifnya, pengisian daya magnetik generasi terbaru jauh lebih cepat. Dari 0% ke 80% butuh sekitar 45 menit, dan dari 0% ke 100% sekitar 75 menit.

Mode Low Power yang diklaim 36 jam memang ada, tapi banyak fitur yang nonaktif di mode itu. Jadi kurang relevan untuk pemakaian sehari-hari.

watchOS 11: Ekosistem yang Matang

Salah satu alasan kuat memilih Apple Watch di atas kompetitor adalah ekosistem. watchOS 11 membawa fitur Training Load yang berguna banget untuk mereka yang serius berolahraga.

Widget baru yang bisa dikustomisasi membuat tampilan muka jam lebih personal. Kami bisa menaruh data cuaca real-time Semarang, UV index, dan jadwal shalat langsung di layar utama.

Integrasi dengan iPhone sangat mulus — jauh lebih mulus dibanding ekosistem Android yang terfragmentasi. Buat pengguna iPhone 15 atau iPhone 16, ini sinergi yang terasa nyata setiap hari.

Untuk pengguna Android? Sayangnya Apple Watch Series 10 tidak kompatibel sama sekali. Ini bukan pilihan yang bisa dikompromi.

Tabel Pros dan Cons

✅ Kelebihan ❌ Kekurangan
Desain tertipis dan teringan dalam sejarah Apple Watch Baterai hanya 18 jam, harus cas tiap hari
Layar OLED cerah, terbaca di sinar matahari langsung Hanya kompatibel dengan iPhone
Sensor kesehatan paling lengkap di kelasnya Harga premium, mulai hampir Rp 8 juta
Fitur Sleep Apnea Detection yang akurat Tidak ada perubahan radikal dari Series 9
watchOS 11 ekosistem matang dan kaya fitur Charger tidak termasuk dalam kotak penjualan
Charging cepat, 0–80% hanya 45 menit Kedalaman laut terbatas 6 meter untuk fitur Dive
Ketahanan air WR50 dan Dive Computer Harga aksesori resmi Apple (band) cukup mahal

Perbandingan dengan Kompetitor Utama

Fitur Apple Watch Series 10 Samsung Galaxy Watch 7 Garmin Venu 3
Harga Mulai ~Rp 7.999.000 ~Rp 4.999.000 ~Rp 6.500.000
Baterai 18 jam 40 jam 10 hari
Sleep Apnea ✅ Ada ✅ Ada ❌ Tidak ada
ECG ✅ Ada ✅ Ada ❌ Tidak ada
Kompatibilitas iPhone only Android (best with Samsung) iOS & Android
App Store Sangat lengkap Cukup lengkap Terbatas

Untuk Siapa Apple Watch Series 10 Cocok?

Apple Watch Series 10 paling ideal untuk pengguna iPhone yang aktif secara fisik dan serius memantau kesehatan. Kalau kamu sudah dalam ekosistem Apple, ini upgrade yang mulus dan terasa natural.

Untuk profesional muda di Semarang — katakanlah karyawan di kawasan Sudirman atau mahasiswa di UNDIP yang banyak aktivitas kampus dan olahraga — jam ini memberikan nilai yang solid setiap harinya.

Tapi kalau prioritasmu adalah baterai tahan lama atau kamu pakai Android, ada alternatif yang lebih masuk akal secara harga dan fungsionalitas. Cek juga ulasan smartwatch bekas terbaik 2026 kalau budget menjadi pertimbangan utama.

Harga dan Tempat Beli di Semarang

Di Semarang, Apple Watch Series 10 bisa didapatkan di iBox Paragon City Mall dan iStore DP Mall. Harga resmi di counter biasanya lebih stabil dibanding marketplace.

Untuk pembelian online, cek Tokopedia dan Shopee dari toko resmi Apple Authorized Reseller untuk menghindari unit non-garansi resmi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu, selalu cek toko resmi untuk harga terkini.

  • Apple Watch Series 10 (GPS, 42mm, Aluminium): mulai ~Rp 7.999.000
  • Apple Watch Series 10 (GPS + Cellular, 46mm, Aluminium): mulai ~Rp 10.499.000
  • Apple Watch Series 10 (Titanium): mulai ~Rp 13.999.000

Verdict Akhir

Apple Watch Series 10 adalah smartwatch terbaik yang pernah Apple buat dari sisi desain dan sensor kesehatan. Tipis, ringan, layar indah, dan fitur kesehatan yang benar-benar terasa berguna dalam kehidupan nyata.

Masalah baterai masih jadi batu sandungan utama. Kalau kamu bisa menerima ritual cas harian dan sudah dalam ekosistem iPhone, ini pilihan yang sulit dikalahkan di 2026.

Skor keseluruhan kami: 8,4 dari 10. Recommended untuk pengguna iPhone yang serius soal kesehatan dan ingin smartwatch dengan ekosistem paling matang.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah Apple Watch Series 10 bisa dipakai dengan HP Android?
Tidak. Apple Watch Series 10 hanya kompatibel dengan iPhone yang menjalankan iOS 17 ke atas. Ini adalah batasan keras dari Apple dan tidak bisa di-workaround.
Apakah ada garansi resmi Apple di Indonesia untuk Series 10?
Ya. Pembelian melalui iBox, iStore, atau Apple Authorized Reseller resmi mendapatkan garansi Apple Indonesia selama 1 tahun untuk kerusakan pabrik. Pastikan beli dari toko bergaransi resmi.
Seberapa tahan Apple Watch Series 10 terhadap keringat dan hujan?
Sangat tahan. Rating WR50 artinya tahan air hingga 50 meter, jadi keringat saat olahraga atau hujan deras bukan masalah sama sekali. Kami uji ini langsung saat hujan lebat di Semarang dan tidak ada masalah.
Apa perbedaan utama Series 10 dengan Series 9?
Perbedaan utamanya ada di desain yang lebih tipis (9,7mm vs 10,7mm), layar yang lebih besar, fitur Sleep Apnea Detection baru, kemampuan Dive Computer, dan charging yang lebih cepat. Chip S10 juga sedikit lebih efisien dari S9.
Apakah Apple Watch Series 10 worth it dibanding Samsung Galaxy Watch 7?
Tergantung ekosistem HP kamu. Kalau pakai iPhone, Apple Watch Series 10 jelas lebih worth it karena integrasinya jauh lebih dalam. Kalau pakai Android, Samsung Galaxy Watch 7 adalah pilihan yang lebih logis dan lebih hemat sekitar Rp 3 jutaan. Cek perbandingan lengkap di artikel iPhone 16 Pro vs Samsung Galaxy Watch 7 untuk konteks lebih lanjut.
#apple watch series 10 #review #smartwatch #semarang #jawa tengah #apple #watchos #wearable #review_kota #pengalaman pengguna lokal #pros cons #spesifikasi #indonesia #2026
Budi Kusuma

Ditulis oleh: Budi Kusuma Ahli Smartwatch & Wearable

Budi Kusuma adalah seorang Ahli Smartwatch & Wearable dengan pengalaman lebih dari 9 tahun di industri teknologi. Lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di ByteMedia.

Comments