Ultrawide 120 Derajat di Kamera HP Apa Artinya Wajib Tahu
Nadia Sihombing
Berdasarkan pengujian langsung kami selama tiga minggu terakhir di bulan Juli 2026, kami menguji berbagai smartphone mid-range dan flagship dengan kamera ultrawide — mulai dari Samsung Galaxy S25 hingga OPPO Reno 13 Pro.
Satu istilah yang terus muncul di lembar spesifikasi dan konten marketing adalah "ultrawide 120 derajat". Tapi apa sebenarnya artinya, dan kenapa angka 120 itu penting?
Apa Itu Ultrawide di Kamera Smartphone?
Hampir semua smartphone masa kini hadir dengan lebih dari satu kamera belakang. Selain kamera utama, ada yang disebut kamera ultrawide — yaitu kamera dengan sudut pandang yang jauh lebih lebar dari kamera biasa.
Kamera utama smartphone umumnya memiliki sudut pandang sekitar 24–28mm (ekuivalen full-frame), cocok untuk foto sehari-hari. Kamera ultrawide hadir untuk menangkap area yang jauh lebih luas dalam satu frame.
Penjelasan "120 Derajat" dalam Konteks Kamera
Angka "120 derajat" merujuk pada Field of View (FoV) atau sudut pandang kamera tersebut. Sederhananya, angka ini menunjukkan seberapa luas area yang bisa ditangkap oleh kamera dalam satu bidikan.
Makin besar angkanya, makin luas pemandangan yang masuk ke dalam foto atau video kamu.
Perbandingan Field of View Kamera Smartphone
| Jenis Kamera | Field of View (FoV) | Ekuivalen Focal Length | Kegunaan Utama |
|---|---|---|---|
| Telefoto (2x–5x) | ~20–30 derajat | ~50–125mm | Portrait, zoom jauh |
| Kamera Utama | ~75–85 derajat | ~24–28mm | Foto umum, potret lingkungan |
| Ultrawide Standar | ~100–110 derajat | ~13–16mm | Landscape, arsitektur, grup |
| Ultrawide 120 Derajat | ~120 derajat | ~11–13mm | Interior luas, video vlog, aksi outdoor |
| Fisheye / Super Ultrawide | ~150–180 derajat | ~8–10mm | Efek artistik, 360-derajat |
Dari tabel di atas, terlihat jelas bahwa 120 derajat adalah titik tengah antara ultrawide standar dan efek fisheye yang terlalu ekstrem.
Ini membuatnya sangat versatile — cukup lebar untuk menangkap ruangan besar atau panorama alam, tapi tidak terlalu distorsi seperti lensa fisheye.
Bagaimana Cara Kerjanya Secara Teknis?
Field of view kamera ditentukan oleh dua faktor utama: panjang fokal lensa (focal length) dan ukuran sensor yang digunakan.
Lensa dengan focal length pendek (misalnya 11–13mm) secara optis "melihat" lebih banyak area. Ini seperti memundurkan diri lebih jauh dari objek foto, tapi tanpa harus benar-benar berpindah posisi.
Distorsi: Efek Samping yang Perlu Dipahami
Semakin lebar field of view, semakin besar potensi distorsi barrel — yaitu efek di mana tepi foto terlihat melengkung ke luar seperti bola. Ini wajar secara optis dan hampir tidak bisa dihindari sepenuhnya.
Vendor smartphone modern seperti Samsung, OPPO, Xiaomi, dan Apple mengatasi ini dengan koreksi distorsi software yang otomatis berjalan saat kamu memotret. Hasilnya, garis lurus tetap terlihat lurus meski menggunakan ultrawide 120 derajat.
Kenapa 120 Derajat Jadi Standar Populer?
Angka 120 derajat bukan pilihan sembarangan. Di sinilah titik keseimbangan yang banyak disepakati oleh engineer kamera smartphone.
Di bawah 110 derajat, perbedaan dengan kamera utama tidak terlalu signifikan dan terasa kurang "wah". Di atas 130 derajat, distorsi mulai mengganggu dan foto terlihat terlalu artifisial tanpa koreksi agresif.
Siapa yang Pertama Mempopulerkannya?
Kamera ultrawide 120 derajat mulai menjadi standar industri sekitar tahun 2019–2020, ketika Samsung Galaxy S10 dan iPhone 11 mulai menyematkan kamera ultrawide di lineup utama mereka.
Sejak saat itu, hampir semua smartphone mid-range ke atas — termasuk yang dijual di pasar Indonesia seperti di Jakarta, Surabaya, dan Bandung — sudah menggunakan spesifikasi 120 derajat sebagai benchmark ultrawide mereka.
Apa Perbedaan Ultrawide 120 Derajat dengan 108 atau 130 Derajat?
Perbedaan antar angka FoV terdengar kecil, tapi terasa nyata saat dipakai langsung.
- 108 derajat: Masih lebar, tapi di ruangan sempit seperti kamar kos, kamu mungkin perlu mundur sedikit agar semua masuk frame.
- 120 derajat: Sweet spot. Cukup untuk ruangan kecil, cukup natural untuk landscape, dan distorsi masih bisa dikontrol software.
- 130 derajat ke atas: Sangat lebar, cocok untuk interior super luas atau video aksi. Tapi butuh koreksi distorsi yang lebih kuat dari sistem.
Dalam praktik sehari-hari, perbedaan antara 120 dan 108 derajat paling terasa saat memotret di ruangan sempit atau space terbatas. Di luar ruangan dengan pemandangan terbuka, perbedaannya tidak terlalu dramatis.
Penggunaan Ultrawide 120 Derajat dalam Kehidupan Nyata
Ini bukan soal angka di atas kertas — ini soal momen yang bisa kamu tangkap dan yang tidak bisa.
1. Foto Arsitektur dan Interior
Kamu bisa memotret seluruh ruang tamu, kamar hotel, atau eksterior gedung dalam satu frame tanpa harus mundur jauh-jauh. Sangat berguna untuk konten properti atau desain interior.
2. Foto Lanskap dan Alam
Saat hiking di Bromo atau liburan ke Labuan Bajo, ultrawide 120 derajat memungkinkan kamu menangkap cakrawala yang dramatis. Langit, daratan, dan laut bisa hadir dalam satu gambar yang memukau.
3. Video Vlog dan Konten Kreator
Banyak kreator konten di Indonesia menggunakan mode ultrawide untuk selfie video karena hasilnya lebih sinematik dan menampilkan lebih banyak latar belakang. Kesan "environmental storytelling"-nya lebih kuat.
4. Foto Grup Besar
Reunian keluarga, foto bareng teman kampus, atau dokumentasi acara — ultrawide memastikan semua orang masuk frame tanpa harus minta tolong orang lain untuk mundur terus.
5. Videografi Action
Untuk video olahraga, parkour, atau aktivitas outdoor, ultrawide 120 derajat memberikan feel dinamis yang tidak bisa didapat dari kamera standar. Gerakan terasa lebih dramatis dan imersif.
Ultrawide vs Zoom: Kapan Harus Pakai Mana?
| Situasi | Gunakan Ultrawide | Gunakan Kamera Utama / Zoom |
|---|---|---|
| Foto di ruangan kecil | ✅ Ya | ❌ Kurang ideal |
| Landscape luas | ✅ Ya | ⚠️ Tergantung komposisi |
| Portrait orang | ❌ Distorsi wajah | ✅ Ya, terutama telefoto |
| Foto makanan close-up | ❌ Perspektif aneh | ✅ Ya |
| Vlog selfie video | ✅ Ya | ⚠️ Kurang lebar |
| Objek jauh | ❌ Terlalu kecil | ✅ Gunakan telefoto |
| Foto grup banyak orang | ✅ Ya | ⚠️ Butuh mundur jauh |
Hal yang Sering Disalahpahami Tentang Ultrawide 120 Derajat
Mitos 1: "Makin Lebar Makin Bagus"
Tidak selalu. Ultrawide yang terlalu ekstrem (misal 150 derajat) akan membuat foto terlihat terdistorsi parah jika koreksi softwarenya tidak mumpuni. Kualitas lensa dan pemrosesan gambar jauh lebih penting dari sekadar angka FoV.
Mitos 2: "Ultrawide Selalu Resolusi Lebih Rendah"
Dulu memang benar — ultrawide sering menggunakan sensor sekunder yang lebih kecil. Tapi smartphone flagship 2025–2026 seperti Samsung Galaxy S25 Ultra atau iPhone 16 Pro sudah menggunakan sensor ultrawide beresolusi tinggi dengan kemampuan autofocus.
Mitos 3: "120 Derajat = Fisheye"
Fisheye dimulai dari sekitar 150 derajat ke atas dengan distorsi melingkar yang intens dan artistik. Ultrawide 120 derajat dengan koreksi distorsi yang baik masih menghasilkan foto yang natural dan proporsional.
Cara Cek Apakah HP Kamu Punya Ultrawide 120 Derajat
Tidak semua produsen mencantumkan spesifikasi FoV secara eksplisit. Ada yang hanya tulis "lensa ultrawide 12MP" tanpa menyebut derajatnya.
Berikut cara mudah mengeceknya:
- Cek halaman spesifikasi resmi di website produsen (Samsung, Xiaomi, OPPO, dll).
- Cari informasi di GSMArena — biasanya ada detail FoV di bagian kamera.
- Gunakan aplikasi Camera FV-5 atau Open Camera yang bisa menampilkan focal length dan FoV aktif saat kamu switch ke lensa ultrawide.
- Bandingkan secara visual: ambil foto dengan kamera utama dan kamera ultrawide di tempat yang sama. Ultrawide 120 derajat akan menampilkan area yang jauh lebih luas.
Smartphone Populer di Indonesia dengan Ultrawide 120 Derajat
Hampir semua smartphone mid-range ke atas yang beredar di Indonesia sudah menggunakan ultrawide 120 derajat. Harga dapat berubah sewaktu-waktu, selalu cek toko resmi atau Tokopedia/Shopee untuk harga terkini.
- Samsung Galaxy A55, A73, S24, S25 series — ultrawide 12MP f/2.2, 120 derajat
- Xiaomi 13, 14, 15 series — ultrawide 50MP dengan FoV 115–120 derajat
- OPPO Reno 10, 13 series — ultrawide 8MP f/2.2, 112–120 derajat
- iPhone 15 Pro, 16 Pro — ultrawide 48MP f/2.2, 120 derajat dengan autofocus
- Realme GT 5 Pro, Realme 13 Pro — ultrawide 8MP, FoV sekitar 112 derajat
- Google Pixel 8a, 9 Pro XL — ultrawide 13MP f/2.2, 125.8 derajat
Perlu dicatat, Google Pixel justru menggunakan FoV yang sedikit lebih lebar dari standar 120 derajat. Ini salah satu alasan foto Pixel punya karakter visual yang berbeda dari kompetitor.
Tips Memaksimalkan Kamera Ultrawide 120 Derajat
- Hindari memotret orang dari dekat — wajah di tepi frame akan terlihat terdistorsi. Gunakan kamera utama untuk portrait.
- Manfaatkan garis leading lines — ultrawide membuat garis yang mengarah ke titik fokus terlihat lebih dramatis dan menarik.
- Perhatikan kebersihan lensa — lensa ultrawide punya elemen optis yang lebih besar dan lebih rentan terkena sidik jari dan debu.
- Gunakan mode Pro atau Manual jika ada, untuk mengontrol exposure yang lebih presisi karena ultrawide cenderung overexpose langit.
- Coba mode video sinematik di HP seperti iPhone atau Samsung — biasanya default ke ultrawide untuk kesan lebih imersif.
Untuk pembahasan lebih mendalam soal tips kamera smartphone, kamu bisa lihat juga artikel kami tentang tips fotografi untuk pemula dan cara memaksimalkan kamera Samsung Galaxy A15.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kesimpulan
Istilah "ultrawide 120 derajat" bukan sekadar marketing gimmick — ini adalah spesifikasi teknis nyata yang langsung berdampak pada apa yang bisa kamu abadikan dengan smartphone kamu.
Intinya sederhana: angka 120 derajat berarti kamera tersebut bisa "melihat" area yang sangat luas, dua kali lebih lebar dari kamera utama biasa. Ini membuatnya ideal untuk landscape, arsitektur, vlog, dan foto grup — selama kamu paham kapan harus menggunakannya dan kapan harus beralih ke lensa lain.
Sekarang setiap kali kamu baca spesifikasi HP baru di Tokopedia atau Samsung Store, kamu sudah tahu persis apa yang dimaksud dengan angka itu.
Ditulis oleh: Nadia Sihombing Peninjau Smartphone & Mobile
Nadia Sihombing adalah seorang Peninjau Smartphone & Mobile dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di industri teknologi. Lulusan Cybernetics College, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di Selular Nusantara.
Rekomendasi untuk Kamu
20 Cara Merawat OPPO Reno 10 Pro Plus biar Awet Tahan Lama
Setelah kami menguji OPPO Reno 10 Pro Plus selama lebih dari 3 bulan, kami merangkum 20 cara merawatnya agar baterai, layar, dan kamera tetap optimal dan hp awet tahan lama.
Harga iPad 9th Gen di Bandung Update Juli 2026
Panduan harga iPad 9th Gen di Bandung terbaru Juli 2026, mulai dari toko resmi, marketplace, hingga opsi bekas yang masih worth it.