Samsung Galaxy S24 Ultra vs S24 untuk Foto Landscape, Mana Menang?
Dina Mahendra Wibowo
Setelah kami menguji kedua perangkat ini secara langsung selama dua minggu penuh — mulai pertengahan hingga akhir Juli 2026 — hasilnya cukup mengejutkan kami sendiri. Kami membawa Samsung Galaxy S24 Ultra dan Samsung Galaxy S24 standar ke beberapa lokasi outdoor di Jakarta, Puncak (Bogor), dan sekitar Bandung untuk sesi foto landscape yang serius.
Pertanyaannya sederhana tapi relevan banget: apakah gap harga yang cukup besar antara S24 Ultra dan S24 benar-benar terbukti di lapangan, khususnya untuk fotografi landscape?
Banyak pembeli smartphone di Indonesia memilih berdasarkan brand atau spesifikasi di atas kertas. Tapi pengalaman nyata di lapangan sering kali bercerita berbeda.
Perbedaan Utama yang Perlu Kamu Tahu Dulu
Sebelum masuk ke hasil foto, kita perlu pahami dulu perbedaan kamera keduanya secara teknis. Ini bukan soal mana yang lebih bagus secara umum — tapi soal mana yang lebih cocok untuk landscape photography.
| Fitur Kamera | Galaxy S24 Ultra | Galaxy S24 |
|---|---|---|
| Kamera Utama | 200MP, f/1.7, OIS | 50MP, f/1.8, OIS |
| Ultrawide | 12MP, f/2.2, 120° | 12MP, f/2.2, 120° |
| Telephoto | 10MP (3x) + 50MP (5x) | 10MP (3x) saja |
| Zoom Optis Maks | 5x (100x Space Zoom) | 3x (30x Space Zoom) |
| Ukuran Sensor Utama | 1/1.3 inci | 1/1.76 inci |
| Layar | 6.8 inci QHD+ 120Hz | 6.2 inci FHD+ 120Hz |
| Harga Estimasi 2026 | Rp 16–18 jutaan | Rp 10–12 jutaan |
Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek harga terbaru di Samsung Store resmi, Tokopedia, atau Shopee untuk informasi terkini.
Uji 1: Kamera Ultrawide untuk Pemandangan Luas
Ini komponen yang paling penting untuk landscape photography — dan hasilnya cukup menarik. Secara teknis, modul ultrawide keduanya identik: 12MP, f/2.2, sudut 120 derajat.
Tapi dalam praktik di lapangan, S24 Ultra sedikit lebih unggul dalam hal konsistensi warna dan tone mapping. Ini kemungkinan besar berkat ISP (Image Signal Processor) yang lebih kuat dan pemrosesan AI-nya yang lebih agresif.
Saat kami mengambil foto hamparan sawah di Puncak pagi hari, S24 Ultra menghasilkan gradasi langit yang lebih natural — tidak terlalu jenuh, tidak flat. S24 standar cenderung sedikit lebih dramatis dalam saturasi warna hijau, yang sebenarnya bukan hal buruk tergantung selera.
Untuk foto landscape kasual yang langsung share ke Instagram, S24 standar bisa dibilang sudah lebih dari cukup.
Uji 2: Kamera Utama 200MP vs 50MP, Apakah Itu Penting?
Ini pertanyaan yang sering bikin bingung. Di atas kertas, 200MP vs 50MP terdengar seperti jurang yang sangat dalam. Tapi untuk landscape photography, situasinya lebih kompleks dari sekadar angka megapiksel.
Mode 200MP di S24 Ultra memang menghasilkan detail yang luar biasa — terutama saat kamu perlu crop agresif pada foto landscape berbatu atau tekstur pegunungan. File-nya besar (sekitar 60–80MB per foto), tapi kualitasnya memang berbeda level.
Namun dalam kondisi mode default (12MP binning), jarak kualitas foto utama antara S24 Ultra dan S24 biasa tidak sedramatik yang kamu bayangkan. S24 standar menghasilkan foto yang tajam, bersih, dan enak dilihat — bahkan untuk print ukuran besar.
Kapan 200MP S24 Ultra Benar-benar Berguna?
- Saat kamu butuh crop ekstrem pada foto panorama untuk melihat detail jauh
- Untuk cetak foto berukuran besar (poster, banner)
- Saat memotret lanskap dengan tekstur kompleks (bebatuan, hutan lebat)
- Untuk kebutuhan profesional atau komersial yang butuh resolusi tinggi
Untuk posting media sosial atau kenangan pribadi, 50MP S24 standar lebih dari memadai.
Uji 3: Zoom untuk Landscape — Di Sinilah Perbedaan Nyata Muncul
Ini area di mana S24 Ultra benar-benar meninggalkan S24 standar jauh di belakang. Ketika kami memotret deretan gunung dari kejauhan di Bandung, perbedaannya langsung terlihat.
Dengan zoom 5x optis di S24 Ultra, detail pegunungan terasa sangat dekat dan tajam. S24 standar dengan zoom 3x optis jelas tidak bisa mencapai level detail yang sama di jarak yang jauh.
Di zoom 10x, S24 Ultra masih menghasilkan foto yang sangat layak untuk dilihat. S24 standar mulai kehilangan ketajaman secara signifikan di zoom yang sama.
Untuk landscape traveler yang suka mengkomposisikan foto dengan elemen jauh — puncak gunung, bangunan di kejauhan, formasi awan — kelebihan zoom S24 Ultra ini terasa sangat nyata.
Uji 4: Foto Landscape Malam dan Golden Hour
Satu hal yang sering dilupakan ketika membahas landscape: kondisi cahaya berubah drastis dari pagi ke malam. Kami menguji keduanya saat golden hour di tepi pantai dan saat malam dengan cahaya minim.
Saat golden hour, S24 Ultra jauh lebih mampu menangkap rentang dinamis yang lebar. Langit oranye tetap terjaga detailnya sementara area bayangan tidak ikut gelap total. S24 standar lebih agresif dalam highlight recovery tapi terkadang terasa "processed" berlebihan.
Untuk foto malam hari dengan pemandangan kota atau langit berbintang, S24 Ultra unggul signifikan berkat sensor yang lebih besar. Noise-nya jauh lebih terkelola dan detail di area gelap masih terjaga.
Perbandingan Kondisi Cahaya
| Kondisi | Galaxy S24 Ultra | Galaxy S24 | Pemenang |
|---|---|---|---|
| Siang Cerah | Sangat detail, natural | Cerah, vivid | S24 Ultra (tipis) |
| Golden Hour | Dynamic range excellent | Sedikit overprocessed | S24 Ultra |
| Berawan/Mendung | Konsisten, tidak flat | Cukup baik | S24 Ultra (tipis) |
| Low Light/Malam | Noise minim, detail baik | Noise lebih terlihat | S24 Ultra (jelas) |
| Ultrawide Outdoor | Konsisten, natural | Vivid, sedikit jenuh | Seri (selera) |
Layar sebagai Alat Komposisi Foto
Ini aspek yang jarang dibahas tapi sangat relevan untuk fotografer landscape. Layar S24 Ultra yang lebih besar (6.8 inci QHD+) memberikan keunggulan nyata saat kamu mengkomposisikan foto di lapangan.
Kamu bisa melihat detail horizonte, gradasi langit, dan posisi elemen lebih akurat sebelum menekan shutter. Di S24 standar dengan layar 6.2 inci FHD+, pengalaman composing-nya tetap nyaman tapi sedikit kurang presisi untuk lanskap dengan elemen yang banyak.
Ergonomi dan Pengalaman Membawa ke Lapangan
Sisi yang sering diabaikan: S24 Ultra lebih berat (228g vs 167g) dan lebih besar. Kalau kamu hiking atau berjalan jauh untuk mencari spot foto landscape yang bagus, perbedaan bobot ini terasa nyata setelah beberapa jam.
S24 standar jauh lebih nyaman di saku dan lebih ringan seharian. Tapi S24 Ultra hadir dengan S Pen yang bisa berguna untuk mengoperasikan kamera tanpa menyentuh layar — berguna untuk long exposure atau self-timer.
Verdict: Mana yang Harus Kamu Pilih?
Jawaban jujurnya: tergantung siapa kamu dan bagaimana kamu memotret landscape.
| Profil Pengguna | Rekomendasi | Alasan |
|---|---|---|
| Fotografer serius / profesional | S24 Ultra | 200MP, zoom 5x, dynamic range superior |
| Travel photographer kasual | S24 Ultra | Zoom lebih fleksibel untuk berbagai skenario |
| Pengguna media sosial aktif | S24 Standar | Hasil sudah sangat bagus, jauh lebih hemat |
| Pengguna budget terbatas | S24 Standar | Kualitas 90% dari Ultra dengan harga lebih rendah |
| Pemula fotografi | S24 Standar | Lebih ringan, mudah dioperasikan, harga lebih masuk akal |
Kalau kamu punya budget dan serius tentang fotografi landscape — investasi ke S24 Ultra memang terbayarkan. Tapi kalau kamu pengguna yang ingin foto landscape bagus tanpa harus keluar biaya maksimal, S24 standar adalah pilihan yang sangat solid dan tidak akan mengecewakan.
Untuk pilihan lain di segmen fotografi, kamu juga bisa baca artikel kami tentang tips foto Samsung Galaxy A55 untuk pemula sebagai referensi tambahan.
Tips Praktis Foto Landscape dengan Keduanya
- Gunakan mode Pro atau Expert RAW untuk kontrol penuh atas exposure, ISO, dan white balance
- Aktifkan histogram di viewfinder untuk menghindari overexposure pada langit
- Manfaatkan zoom bertahap — jangan langsung full zoom, temukan sweet spot terbaik di setiap kondisi
- Gunakan grid 3x3 untuk komposisi rule of thirds yang lebih akurat
- Shoot di golden hour (1 jam setelah sunrise atau 1 jam sebelum sunset) untuk hasil terbaik di kedua HP
- Untuk S24 Ultra: coba mode 200MP saat kondisi siang cerah untuk cropping fleksibel
- Stabilkan HP dengan bersandar pada batu atau tripod mini untuk foto low light landscape
Pertanyaan Umum (FAQ)
Ditulis oleh: Dina Mahendra Wibowo Peninjau Smartphone & Mobile
Dina Mahendra Wibowo adalah seorang Peninjau Smartphone & Mobile dengan pengalaman lebih dari 9 tahun di industri teknologi. Lulusan Universitas Gadjah Mada, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di ByteMedia.
Rekomendasi untuk Kamu
Benro Mach3 Charger Tidak Masuk? Coba 10 Cara Ini Dulu
Benro Mach3 charger tidak mau masuk atau tidak ngecas sama sekali? Sebelum panik, coba 10 cara ampuh ini dulu — solusi praktis untuk konten kreator dan fotografer Indonesia.
8 Tips Wajib Sebelum Beli Xiaomi 14T Biar Tidak Menyesal
Xiaomi 14T hadir dengan spesifikasi menggoda di harga mid-range, tapi ada beberapa hal penting yang wajib kamu ketahui sebelum memutuskan beli.