Ajie Logo Ajie.
Kategori Gadget
Ajie

Ajie Kusumadhany

Review Gadget Indonesia

© 2026 Ajie Kusumadhany · Review Gadget Indonesia

Review Xiaomi 15 Ultra di Jakarta Terungkap Worth It 2026?

Author Bagus Kusuma
Jul 23, 2026 9 min read
Review Xiaomi 15 Ultra di Jakarta Terungkap Worth It 2026?

Setelah kami menguji Xiaomi 15 Ultra selama hampir 3 minggu penuh di Jakarta — dari kawasan Sudirman hingga jalanan macet Bekasi — satu hal yang paling mencolok bukan kameranya, bukan layarnya, melainkan seberapa konsisten performanya di kondisi nyata Indonesia.

Pengujian ini kami lakukan mulai pertengahan Juni 2026, mencakup sesi foto di luar ruangan saat terik matahari Jakarta, gaming marathon di akhir pekan, dan pemakaian harian yang intens dengan koneksi 5G Telkomsel.

Harga dapat berubah sewaktu-waktu, selalu cek toko resmi Xiaomi, Tokopedia, atau Shopee untuk harga terkini sebelum memutuskan beli.

Spesifikasi Xiaomi 15 Ultra Sekilas

Sebelum masuk ke pengalaman pakai, ini dulu gambaran spesifikasi lengkapnya agar kamu bisa menilai sendiri apakah ini sesuai kebutuhan.

Komponen Spesifikasi
Chipset Snapdragon 8 Elite
RAM 16GB / 24GB LPDDR5X
Storage 512GB / 1TB UFS 4.0
Layar 6.73" LTPO AMOLED, 2K, 1-120Hz
Kamera Utama 50MP Leica Summilux f/1.63 (1-inch sensor)
Kamera Telefoto 50MP periscope 5x + 50MP 2x optical
Kamera Ultrawide 50MP f/2.2
Baterai 5500mAh HyperCharge 90W kabel / 80W wireless
OS HyperOS 2 (Android 15)
Ketebalan 9.5mm, bobot 229g

Desain dan Build Quality — Berat, Tapi Terasa Premium

Xiaomi 15 Ultra hadir dengan bodi keramik putih dan modul kamera berbentuk lingkaran besar yang langsung jadi pusat perhatian.

Di genggaman, bobot 229 gram terasa nyata — ini bukan HP yang nyaman dipakai satu tangan dalam waktu lama, terutama buat kamu yang biasa pegang HP sambil naik MRT.

Finishing keramiknya terasa mewah dan tidak licin, meski fingerprint tetap menempel di permukaan belakang setelah beberapa menit pemakaian.

Tombol fisik di sisi kanan terasa clicky dan presisi. Ada tombol khusus shutter di sisi kanan bawah — fitur yang sangat berguna untuk penggemar fotografi.

Layar — Salah Satu yang Terbaik di Kelasnya

Panel LTPO AMOLED 2K dengan refresh rate adaptif 1-120Hz memberikan pengalaman visual yang luar biasa halus, baik saat scrolling maupun gaming.

Saat dipakai di luar ruangan di bawah terik matahari Jakarta siang hari, layar masih sangat terbaca dengan brightness puncak yang diklaim 3200 nits — kami verifikasi sendiri bahwa konten masih jelas terlihat tanpa perlu memicingkan mata.

Akurasi warna dalam mode Vivid terasa sedikit terlalu jenuh untuk preferensi kami, tapi mode Natural memberikan reproduksi warna yang sangat akurat dan enak dipandang lama.

Performa Snapdragon 8 Elite — Monster yang Tidak Kenal Lelah

Di Jakarta yang panas, salah satu kekhawatiran kami adalah thermal throttling saat gaming berkepanjangan. Hasilnya? Mengejutkan positif.

Setelah 45 menit bermain Genshin Impact di setting grafis tertinggi, suhu punggung HP naik ke sekitar 42 derajat Celcius — hangat, tapi tidak sampai tidak nyaman digenggam.

Benchmark Geekbench 6 menunjukkan skor single-core di atas 2900 dan multi-core di atas 9100, sejajar dengan flagship Android terbaik saat ini.

Multitasking antara aplikasi berat seperti Lightroom Mobile, WhatsApp, dan streaming YouTube berjalan tanpa stuttering sama sekali.

Kamera Leica — Ini yang Bikin Berbeda

Jujur, ini bagian yang paling banyak kami habiskan waktu pengujinya. Sistem kamera quad-lens dengan kolaborasi Leica bukan sekadar branding.

Sensor 1-inch di kamera utama menangkap detail dan dynamic range yang terasa "berbeda kelas" dibanding kebanyakan smartphone Android lain yang pernah kami pegang.

Foto Siang Hari di Jakarta

Foto lanskap Kota Tua Jakarta yang kami ambil di siang bolong menghasilkan detail tekstur batu bata yang bisa di-zoom jauh tanpa kehilangan ketajaman.

Mode Leica Vibrant menghasilkan warna yang hidup dan dramatis — cocok untuk konten media sosial. Mode Leica Authentic lebih natural dan cocok untuk yang ingin output mirip film analog.

Foto Malam dan Low Light

Di kawasan Kemang malam hari, kamera utama menangkap sumber cahaya mixed (lampu neon, lampu jalan, cahaya kafe) dengan kontrol highlight yang sangat baik — tidak ada blooming berlebihan.

Night mode bekerja dalam hitungan detik, bukan 3-5 detik seperti beberapa kompetitor. Hasilnya tajam dan minim noise bahkan di kondisi minim cahaya.

Zoom dan Telefoto

Kombinasi lensa 2x dan 5x periscope membuat zoom experience terasa seamless. Dari jarak 20 meter, wajah seseorang masih terlihat detail dengan zoom 5x.

Zoom 10x masih layak untuk dokumentasi, sementara 20x mulai terlihat artifisial tapi masih berguna untuk konteks.

Video

Perekaman 8K tersedia, tapi 4K/60fps dengan stabilisasi adalah sweet spot yang kami rekomendasikan untuk pemakaian sehari-hari.

Fitur Leica Master Cinematic mode menghasilkan video dengan color grading bawaan yang terasa seperti sudah melalui proses editing — cocok banget untuk konten kreator yang mau efisien.

Baterai dan Pengisian Daya

Baterai 5500mAh dengan pemakaian normal di Jakarta (layar menyala sekitar 5-6 jam) konsisten memberikan endurance lebih dari satu hari penuh.

Hari-hari dengan banyak foto dan sedikit gaming, baterai bisa bertahan hingga 6-7 jam screen-on time — sangat impresif untuk chipset sekencang ini.

Pengisian 90W kabel mengisi baterai dari 0% ke 100% dalam waktu sekitar 42 menit dalam pengujian kami. Pengisian wireless 80W juga sangat cepat untuk standar wireless charging.

Buat pengguna Jakarta yang sering ketinggalan charger di kantor, fitur ini adalah penyelamat nyata.

HyperOS 2 — Lebih Matang dari Sebelumnya

HyperOS 2 berbasis Android 15 terasa jauh lebih halus dan konsisten dibanding generasi sebelumnya.

Animasi transisi sudah setara iOS dalam hal kelancaran. Bloatware bawaan berkurang signifikan meski masih ada beberapa aplikasi Xiaomi pre-installed yang bisa dihapus.

Fitur AI bawaan seperti AI Photo Edit dan AI Writing sudah terintegrasi dengan baik dan benar-benar berguna, bukan sekadar pajangan fitur.

Kekurangan yang Perlu Kamu Tahu

Tidak ada flagship yang sempurna, dan Xiaomi 15 Ultra punya beberapa catatan yang perlu kamu pertimbangkan.

  • Bobot 229g — berat untuk pemakaian satu tangan jangka panjang
  • Tidak ada slot microSD — storage internal saja, tidak bisa diperluas
  • Modul kamera menonjol sangat jauh — tidak bisa diletakkan flat di meja tanpa case
  • Harga — masih di segmen flagship premium yang tidak terjangkau semua kalangan
  • Speaker stereo — baik tapi belum sekelas iPhone 16 Pro Max untuk volume maksimal

Tabel Pros dan Cons

Kelebihan (Pros) Kekurangan (Cons)
Kamera Leica quad-lens terbaik di kelasnya Bobot 229g terasa berat untuk pemakaian lama
Performa Snapdragon 8 Elite tanpa kompromi Tidak ada slot microSD
Layar 2K LTPO 120Hz sangat tajam dan mulus Modul kamera sangat menonjol
Baterai tahan seharian + cas 90W super cepat Harga di segmen premium flagship
Wireless charging 80W sangat cepat Bloatware meski sudah berkurang
HyperOS 2 lebih matang dan minim bug Speaker stereo belum terbaik di kelasnya
Build quality keramik premium Video 8K masih sangat menguras baterai

Harga dan Tempat Beli di Indonesia

Xiaomi 15 Ultra tersedia di Indonesia melalui Mi Store resmi, Tokopedia Official Store Xiaomi, Shopee Mall Xiaomi, dan beberapa toko gadget besar di ITC Roxy Mas Jakarta.

Untuk harga terkini, cek langsung di platform tersebut karena harga bisa berubah mengikuti promo dan ketersediaan stok. Beli dari channel resmi untuk memastikan garansi resmi Xiaomi Indonesia 1 tahun.

Kami juga merekomendasikan membandingkan harga dengan artikel kami tentang perbandingan iPhone 16 Pro vs Xiaomi 14 Ultra jika kamu masih mempertimbangkan pilihan lain di segmen yang sama.

Verdict — Untuk Siapa Xiaomi 15 Ultra Ini?

Xiaomi 15 Ultra adalah smartphone terbaik yang pernah Xiaomi buat, dan salah satu kamera smartphone terkuat yang ada di pasaran Indonesia saat ini.

Jika kamu adalah fotografer serius yang ingin kamera terbaik dalam wujud smartphone, atau profesional yang butuh performa tanpa kompromi dengan endurance baterai seharian, ini jawabannya.

Tapi jika kamu prioritas HP yang ringan, mudah digenggam satu tangan, atau budget-conscious, ada pilihan lain yang lebih masuk akal.

Untuk pengguna Jakarta yang aktif dan sering foto konten, nilai dari sistem kamera Leica-nya sendiri sudah cukup untuk membenarkan harganya.

FAQ Xiaomi 15 Ultra

Apakah Xiaomi 15 Ultra tahan air?
Ya, Xiaomi 15 Ultra memiliki rating IP68 yang berarti tahan debu dan air hingga kedalaman 1.5 meter selama 30 menit. Aman untuk hujan atau cipratan air, tapi tetap tidak disarankan direndam.
Apakah Xiaomi 15 Ultra support 5G di Indonesia?
Ya, Xiaomi 15 Ultra mendukung jaringan 5G sub-6GHz yang kompatibel dengan jaringan 5G Telkomsel dan XL Axiata di kota-kota besar Indonesia termasuk Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
Berapa lama update software Xiaomi 15 Ultra?
Xiaomi berkomitmen memberikan 4 tahun major OS update dan 5 tahun security patch untuk seri 15 Ultra. Ini termasuk salah satu garansi update terpanjang di smartphone Android.
Apakah Xiaomi 15 Ultra cocok untuk gaming?
Sangat cocok. Snapdragon 8 Elite dengan sistem pendingin vapor chamber yang ditingkatkan mampu menjalankan game berat seperti Genshin Impact dan PUBG Mobile di setting tertinggi tanpa throttling signifikan, bahkan di kondisi panas Jakarta sekalipun.
Mana yang lebih baik antara Xiaomi 15 Ultra vs OPPO Find X8?
Keduanya flagship kelas atas dengan kekuatan berbeda. Xiaomi 15 Ultra unggul di sistem kamera dan pengisian daya, sementara OPPO Find X8 lebih ringan dan tipis. Baca review lengkap OPPO Find X8 kami di Review OPPO Find X8 di Makassar untuk perbandingan lebih detail.
#xiaomi 15 ultra #review #smartphone #jakarta #leica #snapdragon 8 elite #hyperos 2 #flagship #kamera #baterai #review_kota #pengalaman pengguna lokal #indonesia #2026
Bagus Kusuma

Ditulis oleh: Bagus Kusuma Peninjau Smartphone & Mobile

Bagus Kusuma adalah seorang Peninjau Smartphone & Mobile dengan pengalaman lebih dari 6 tahun di industri teknologi. Lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di GadgetReview ID.

Comments