Review OPPO Reno 9 Pro Plus Setelah 6 Bulan Terungkap
Reza Setiawan Sihombing
Setelah kami menguji OPPO Reno 9 Pro Plus selama lebih dari 6 bulan sebagai perangkat utama — mulai Januari 2026 hingga Juli 2026 — ada banyak hal yang berubah dari kesan pertama.
Pengujian ini dilakukan di Bandung dan Jakarta, mencakup pemakaian harian untuk kerja, fotografi, gaming ringan, hingga perjalanan jauh. Harga dapat berubah sewaktu-waktu, selalu cek toko resmi OPPO, Tokopedia, atau Shopee untuk harga terkini.
Kenapa Memilih OPPO Reno 9 Pro Plus?
Saat beli pertama kali, daya tarik utama ada di tiga hal: desain premium, kamera 50MP dengan Sony IMX890, dan chipset Dimensity 8200-Max yang menjanjikan performa kencang di kelas menengah atas.
Harganya saat itu sekitar Rp 8-9 jutaan — bukan murah, tapi bukan flagship sejati juga. Ini adalah pertaruhan di segmen mid-range premium yang cukup ramai persaingannya.
Spesifikasi Lengkap OPPO Reno 9 Pro Plus
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Chipset | MediaTek Dimensity 8200-Max |
| RAM | 12GB / 16GB LPDDR5 |
| Storage | 256GB UFS 3.1 |
| Layar | 6,7 inci AMOLED, 120Hz, 1080x2412px |
| Kamera Utama | 50MP Sony IMX890, OIS, f/1.8 |
| Kamera Ultrawide | 8MP, f/2.2 |
| Kamera Selfie | 32MP, f/2.4 |
| Baterai | 4.700 mAh, SuperVOOC 100W |
| OS | ColorOS 13 (Android 13), update ke ColorOS 14 |
| Dimensi | 163,0 x 74,2 x 8,3 mm, 195g |
| Konektivitas | 5G, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.3, NFC |
Performa Harian Setelah 6 Bulan
Di bulan pertama dan kedua, Dimensity 8200-Max terasa sangat responsif. Buka aplikasi, multitasking, semua mulus tanpa cela.
Setelah 6 bulan, performanya masih solid — tapi mulai ada jeda kecil saat berpindah aplikasi berat setelah sesi gaming panjang. Bukan dealbreaker, tapi terasa dibanding awal pemakaian.
Gaming dan Termal
Untuk game seperti PUBG Mobile dan Genshin Impact, HP ini masih nyaman dimainkan di setting medium-high selama 45-60 menit. Setelah itu, bagian belakang terasa hangat tapi tidak sampai panas mengganggu.
Satu hal yang kami perhatikan: throttling termal lebih cepat terasa setelah 4-5 bulan dibanding kondisi baru. Wajar untuk kelas ini, tapi perlu dicatat.
Kamera Setelah 6 Bulan Pemakaian
Ini bagian yang paling menarik. Kamera 50MP Sony IMX890 dengan OIS masih menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya — bahkan setelah setengah tahun.
Foto siang hari di Bandung dan Jakarta menghasilkan detail yang tajam dengan dynamic range yang memuaskan. Warnanya sedikit "dipercantik" oleh ColorOS, tapi masih terlihat natural.
Foto Malam dan Low-Light
Night mode di Reno 9 Pro Plus merupakan salah satu kelebihannya yang konsisten. Foto malam di kawasan Dago, Bandung tetap bisa menghasilkan gambar yang cerah dengan noise minimal.
Yang sedikit mengecewakan adalah kamera ultrawide 8MP — resolusinya terasa jauh di bawah kamera utama, dan perbedaan kualitasnya semakin kentara saat diedit di layar besar.
Video
Perekaman 4K 30fps stabil berkat OIS. Untuk konten media sosial harian, hasilnya lebih dari cukup.
Tapi untuk YouTube serius atau produksi video profesional, stabilisasi 4K 60fps masih kurang konsisten dibanding kompetitor di harga serupa.
Daya Tahan Baterai Realita 6 Bulan
Ini adalah area yang mengalami penurunan paling signifikan. Di hari pertama, baterai 4.700 mAh bisa bertahan 7-8 jam screen-on-time (SOT) dengan pemakaian campuran.
Setelah 6 bulan pemakaian intensif, SOT turun ke kisaran 5,5-6,5 jam. Masih oke untuk satu hari penuh, tapi power user perlu charger di tas.
Pengisian Daya SuperVOOC 100W
Ini tetap menjadi fitur bintang yang tidak pernah mengecewakan. Dari 10% ke 100% butuh sekitar 28-32 menit — konsisten dari hari pertama sampai hari ke-180.
Artinya meski kapasitas baterai turun sedikit, kecepatan charging yang luar biasa ini selalu bisa "menyelamatkan" di situasi darurat.
Software dan Update
OPPO memberikan update ColorOS 14 untuk Reno 9 Pro Plus, dan ini adalah kabar baik. UI-nya semakin clean dan ada beberapa fitur AI yang berguna untuk produktivitas harian.
Tapi jujur, jumlah bloatware pre-installed masih cukup banyak. Beberapa aplikasi tidak bisa di-uninstall tanpa root — ini keluhan klasik ColorOS yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Build Quality dan Daya Tahan Fisik
Setelah 6 bulan dengan casing tipis (bukan case tebal), bodi kaca bagian belakang mulai menunjukkan micro-scratch yang samar. Wajar, tapi tetap perlu dicatat.
Frame aluminiumnya masih kokoh tanpa deformasi. Layar AMOLED-nya tidak menunjukkan burn-in meski sering menampilkan elemen UI yang sama — nilai plus untuk pemakaian jangka panjang.
Tabel Kelebihan dan Kekurangan
| ✅ Kelebihan | ❌ Kekurangan |
|---|---|
| Kamera utama 50MP Sony IMX890 tetap konsisten | Kamera ultrawide 8MP terasa underspec |
| SuperVOOC 100W konsisten dari awal sampai akhir | Baterai turun ~15% kapasitas efektif setelah 6 bulan |
| Layar AMOLED 120Hz mulus dan tanpa burn-in | Bloatware ColorOS masih mengganggu |
| Desain premium, tipis, dan elegan | Bodi kaca mudah baret tanpa case |
| Performa Dimensity 8200-Max masih solid | Throttling termal mulai terasa di sesi gaming panjang |
| Night mode kamera salah satu terbaik di kelasnya | Video 4K 60fps kurang stabil untuk produksi serius |
| Update ColorOS 14 tersedia dan meningkatkan UI | Tidak ada slot microSD |
| NFC dan Wi-Fi 6 hadir lengkap | Harga bekas mulai turun signifikan di 2026 |
Perbandingan dengan Kompetitor di 2026
Di harga second Reno 9 Pro Plus yang sekarang beredar di Tokopedia dan Shopee — sekitar Rp 5-6 jutaan — persaingannya ketat dengan Xiaomi 13 Pro bekas dan Samsung Galaxy A55 baru.
Untuk unit baru yang masih tersedia di beberapa toko, ia bersaing langsung dengan OPPO Reno 12 Pro. Jika kamu mempertimbangkan beli baru, artikel tips sebelum beli OPPO Reno 10 Pro Plus juga bisa jadi referensi perbandingan generasi.
Siapa yang Cocok Pakai OPPO Reno 9 Pro Plus?
- Pengguna yang butuh kamera harian berkualitas tinggi tanpa harus membeli flagship
- Mereka yang menginginkan pengisian daya super cepat sebagai prioritas
- Pekerja kantoran dan mahasiswa yang butuh layar AMOLED premium untuk produktivitas
- Pengguna yang tidak terlalu peduli dengan gaming berat atau produksi video profesional
Siapa yang Sebaiknya Pilih HP Lain?
- Gamer hardcore yang butuh performa termal konsisten jangka panjang
- Videografer yang membutuhkan stabilisasi 4K 60fps handal
- Pengguna yang sensitif terhadap bloatware dan ingin Android yang "bersih"
- Mereka yang membutuhkan slot microSD untuk ekspansi storage
Verdict Akhir
OPPO Reno 9 Pro Plus adalah HP yang tetap layak direkomendasikan bahkan setelah 6 bulan — dengan catatan.
Kamera utamanya masih menjadi salah satu yang terkuat di kelasnya, dan SuperVOOC 100W adalah fitur yang tidak pernah mengecewakan. Layar AMOLED 120Hz-nya juga tetap memanjakan mata dari hari pertama sampai hari ini.
Namun degradasi baterai, kamera ultrawide yang lemah, dan bloatware ColorOS adalah tiga hal yang perlu kamu terima jika memilih HP ini. Di harga second sekarang, trade-off ini masih sangat masuk akal.
Skor Keseluruhan: 8.0/10 — Pilihan solid di kelas mid-range premium, terutama untuk pembeli unit bekas dengan budget Rp 5-6 jutaan di 2026.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Ditulis oleh: Reza Setiawan Sihombing Peninjau Smartphone & Mobile
Reza Setiawan Sihombing adalah seorang Peninjau Smartphone & Mobile dengan pengalaman lebih dari 8 tahun di industri teknologi. Lulusan Institut Teknologi Bandung, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di TeknoDaily.
Rekomendasi untuk Kamu
iRobot Roomba j9 Plus RAM Penuh? Coba 15 Cara Ini Dulu
iRobot Roomba j9 Plus mendadak lemot, error, atau tidak mau bergerak? Kemungkinan besar masalahnya ada di RAM yang penuh — dan ini 15 cara mengatasinya.
20 Cara Merawat OPPO Reno 10 Pro Plus biar Awet Tahan Lama
Setelah kami menguji OPPO Reno 10 Pro Plus selama lebih dari 3 bulan, kami merangkum 20 cara merawatnya agar baterai, layar, dan kamera tetap optimal dan hp awet tahan lama.