Ajie Logo Ajie.
Kategori Gadget
Ajie

Ajie Kusumadhany

Review Gadget Indonesia

© 2026 Ajie Kusumadhany · Review Gadget Indonesia

Benchmark Infinix Hot 40 AnTuTu Geekbench dan Gaming Test

Author Reza Setiawan Sihombing
Jul 24, 2026 9 min read
Benchmark Infinix Hot 40 AnTuTu Geekbench dan Gaming Test

Setelah kami menguji Infinix Hot 40 selama dua minggu penuh pada Juli 2026, hasilnya cukup bikin penasaran — terutama untuk HP yang dijual di kisaran Rp 1,5 jutaan di Jakarta dan kota-kota besar Indonesia lainnya.

Pertanyaan besarnya: apakah chipset Helio G88 di dalamnya cukup kuat untuk gaming dan multitasking harian? Kami punya datanya.

Spesifikasi Kunci Infinix Hot 40

Sebelum masuk ke angka benchmark, penting untuk memahami hardware yang kita uji. Ini bukan HP gaming flagship, tapi segmen budget entry-to-mid.

Komponen Spesifikasi
Chipset MediaTek Helio G88
CPU Octa-core (2x2.0 GHz Cortex-A75 + 6x1.8 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G52 MC2
RAM 8 GB LPDDR4X (+ 8 GB Virtual RAM)
Storage 256 GB UFS 2.2
Layar 6,78 inci IPS LCD, 90 Hz
Baterai 5.000 mAh, 33W charging
OS XOS 13 (Android 13)

Helio G88 ini chipset yang sudah cukup familiar di segmen budget Indonesia. Saingan langsungnya adalah Snapdragon 680 dan Helio G85.

Hasil Benchmark AnTuTu

Pengujian AnTuTu v10 kami lakukan sebanyak tiga kali berturut-turut, lalu diambil nilai rata-rata. Kondisi: baterai di atas 80%, mode performa aktif, suhu ruangan sekitar 26°C.

Skor rata-rata yang kami dapat adalah ~285.000 hingga 295.000 poin. Angka ini konsisten di tiga kali pengujian dengan deviasi kurang dari 3%.

Breakdown Skor AnTuTu

Kategori AnTuTu Skor
CPU ~78.000
GPU ~72.000
Memory ~68.000
UX ~77.000
Total ~295.000

Untuk konteks, skor 295.000 di AnTuTu menempatkan Infinix Hot 40 di level mid-budget yang solid. Tidak secepat Snapdragon 695 atau Dimensity 6080, tapi jelas lebih kencang dari Helio G85 yang biasa ada di HP Rp 1 jutaan.

Perbandingan dengan Kompetitor Setara

HP Chipset AnTuTu (approx)
Infinix Hot 40 Helio G88 ~295.000
Realme C67 Snapdragon 685 ~310.000
Samsung Galaxy A15 Helio G99 / Exynos 850 ~280.000 – 400.000
POCO C65 Helio G85 ~220.000
Redmi 13C Helio G85 ~215.000

Hot 40 jelas unggul dari sesama pengguna Helio G85. Tapi Realme C67 dengan Snapdragon 685 masih sedikit lebih kencang di CPU.

Hasil Benchmark Geekbench 6

Geekbench 6 mengukur performa CPU secara lebih spesifik — baik single-core maupun multi-core. Ini lebih relevan untuk mengukur responsivitas aplikasi sehari-hari.

Test Geekbench 6 Skor
Single-Core ~450 – 470
Multi-Core ~1.450 – 1.520

Skor single-core di kisaran 460 menunjukkan bahwa untuk tugas satu-per-satu — buka aplikasi, scroll media sosial, ketik pesan — HP ini cukup responsif.

Multi-core 1.500 artinya multitasking ringan seperti buka Chrome + WhatsApp + YouTube secara bersamaan masih bisa ditangani dengan baik.

Geekbench vs Kompetitor

HP GB6 Single-Core GB6 Multi-Core
Infinix Hot 40 (Helio G88) ~460 ~1.490
Realme C67 (SD685) ~500 ~1.600
Redmi 13C (Helio G85) ~390 ~1.200
Infinix Hot 30 (Helio G88) ~455 ~1.480

Menariknya, selisih antara Hot 40 dan pendahulunya (Hot 30) yang sama-sama pakai Helio G88 sangat kecil. Optimasi software XOS 13 sedikit membantu, tapi tidak dramatis.

Gaming Test Nyata di Lapangan

Ini bagian yang paling ditunggu. Kami menjalankan beberapa game populer Indonesia selama sesi gaming 30 menit per game.

Mobile Legends: Bang Bang

Di setting grafis High, frame rate High (60 fps), gameplay Mobile Legends berjalan sangat mulus. Frame rate terjaga konsisten di 55–60 fps selama pertandingan 15–20 menit.

Tidak ada frame drop signifikan kecuali saat team fight ramai dengan banyak efek visual. Di momen itu FPS turun sesaat ke 45–50 fps, tapi langsung recover.

PUBG Mobile

PUBG Mobile berjalan di setting Smooth, Extreme Frame Rate (90 fps). Hasilnya rata-rata 75–85 fps dengan sesekali drop ke 65 fps saat landing di area padat pemain.

Kalau dinaikkan ke Balanced + High Frame Rate, FPS jadi lebih konsisten di 55–60 fps. Ini opsi yang lebih nyaman untuk sesi panjang.

Genshin Impact

Ini tantangan terberat. Di setting Lowest graphics, Genshin Impact berjalan di kisaran 30–35 fps. Masih playable, tapi jelas bukan pengalaman ideal.

Di area terbuka besar atau saat efek elemental meledak bersamaan, FPS bisa turun ke 22–25 fps. Untuk game berat macam ini, chipset Helio G88 memang keterbatasannya terlihat jelas.

Free Fire MAX

Free Fire MAX berjalan sangat smooth di setting Ultra graphics, 60 fps. Konsisten di 55–60 fps sepanjang pertandingan, bahkan di momen fight ramai.

Ini game yang paling cocok dimainkan di Infinix Hot 40 — visual bagus, performa stabil.

Ringkasan Gaming Test

Game Setting Rata-rata FPS Verdict
Mobile Legends High / High 60fps 55–60 fps ✅ Sangat Nyaman
PUBG Mobile Smooth / Extreme 90fps 75–85 fps ✅ Nyaman
Free Fire MAX Ultra / 60fps 55–60 fps ✅ Sangat Nyaman
Genshin Impact Lowest 30–35 fps ⚠️ Cukup / Kurang Ideal

Tes Thermal (Suhu saat Gaming)

Setelah 30 menit gaming PUBG Mobile, bagian belakang HP terasa hangat di area sekitar kamera — sekitar 38–40°C berdasarkan pengukuran thermal gun.

Ini dalam batas wajar dan tidak sampai memicu throttling yang signifikan. HP tidak terasa tidak nyaman digenggam.

Benchmark Storage dan RAM

Performa storage juga kami uji menggunakan Androbench. UFS 2.2 di Hot 40 memberikan kecepatan read sekitar 480–510 MB/s dan write sekitar 190–210 MB/s.

Ini upgrade nyata dibanding eMMC 5.1 yang masih banyak dipakai HP budget lain. Efeknya terasa di kecepatan buka aplikasi dan transfer file.

Performa RAM Management

Dengan 8 GB RAM fisik + 8 GB Virtual RAM dari storage, Hot 40 bisa menyimpan sekitar 8–10 aplikasi di background sebelum mulai reload.

Untuk standar pemakaian harian — WhatsApp, Instagram, YouTube, browser — ini sangat cukup tanpa ada reload yang mengganggu.

Kesimpulan Performa

Infinix Hot 40 dengan Helio G88 ada di posisi yang pas untuk segmentasinya. Di harga Rp 1,5 jutaan (cek harga terkini di Tokopedia dan Shopee — harga dapat berubah sewaktu-waktu), ini salah satu pilihan paling worth-it untuk gaming kasual.

  • Kuat untuk: Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile di setting sedang-tinggi
  • Kurang untuk: Genshin Impact, Tower of Fantasy, game grafis berat
  • Cocok untuk: Pengguna harian, pelajar, yang butuh HP gaming budget tanpa kompromi di game populer Indonesia

Kalau kamu butuh performa lebih tinggi, pertimbangkan naik ke Realme 12 Pro Plus atau Samsung Galaxy A35 yang menawarkan chipset lebih bertenaga.

Tapi kalau budget di kisaran Rp 1,5 juta dan kebutuhan utamanya ML, PUBG, Free Fire — Hot 40 tidak perlu diragukan. Bisa juga dibandingkan dengan pilihan budget lain seperti yang dibahas di tips sebelum beli Infinix Hot 40.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa skor AnTuTu Infinix Hot 40?
Skor AnTuTu v10 Infinix Hot 40 rata-rata di kisaran 285.000–295.000 poin dalam pengujian kami. Angka ini konsisten dan menempatkannya di atas HP budget dengan Helio G85.
Apakah Infinix Hot 40 kuat untuk main Genshin Impact?
Bisa, tapi pengalaman tidak ideal. Di setting grafis terendah, frame rate berada di 30–35 fps dan sesekali drop. Untuk Genshin, sebaiknya pertimbangkan HP dengan chipset yang lebih bertenaga.
Bagaimana performa gaming Infinix Hot 40 untuk Mobile Legends?
Sangat bagus. Mobile Legends berjalan di 55–60 fps konsisten dengan setting High, sangat nyaman untuk gaming kompetitif sehari-hari.
Apakah Infinix Hot 40 cepat panas saat gaming?
Setelah 30 menit gaming, suhu belakang HP sekitar 38–40°C. Hangat, tapi tidak sampai mengganggu kenyamanan atau memicu thermal throttling yang signifikan.
Infinix Hot 40 vs POCO C65, mana yang lebih kencang?
Infinix Hot 40 (Helio G88) lebih kencang secara benchmark dibanding POCO C65 (Helio G85). Selisih skor AnTuTu sekitar 70.000–80.000 poin, yang terasa nyata di gaming dan multitasking.
#infinix hot 40 #benchmark #antutu #geekbench #gaming test #performa #helio g88 #smartphone budget #infinix indonesia #review #indonesia #2026
Reza Setiawan Sihombing

Ditulis oleh: Reza Setiawan Sihombing Peninjau Smartphone & Mobile

Reza Setiawan Sihombing adalah seorang Peninjau Smartphone & Mobile dengan pengalaman lebih dari 8 tahun di industri teknologi. Lulusan Institut Teknologi Bandung, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di TeknoDaily.

Comments