TP-Link Deco XE75 vs Pendahulunya Apa yang Berubah?
Dicky Nasution
Setelah kami menguji TP-Link Deco XE75 selama tiga minggu penuh — mulai awal Juli 2026 — di sebuah rumah dua lantai di Bandung, hasilnya cukup mengejutkan. Bukan karena performanya buruk, justru sebaliknya.
Yang menarik bukan sekadar angka kecepatannya, tapi seberapa jauh perangkat ini "melompat" dibanding pendahulunya. Dan itu yang ingin kami bedah tuntas di sini.
Kenapa Perbandingan Ini Penting?
Banyak pengguna Deco generasi lama — khususnya Deco M5, Deco X20, dan Deco X55 — mulai bertanya-tanya apakah sudah saatnya upgrade ke XE75.
Pertanyaan itu wajar. Harga XE75 bukan murah, dan budget smart home di Indonesia semakin diperhitungkan. Jadi kita perlu bicara jujur soal apa yang benar-benar berubah.
Sekilas Tentang TP-Link Deco XE75
Deco XE75 adalah sistem mesh Wi-Fi 6E tri-band dari TP-Link yang masuk ke pasar Indonesia di rentang harga Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta per paket (tergantung jumlah node). Harga dapat berubah sewaktu-waktu, selalu cek toko resmi TP-Link, Tokopedia, atau Shopee untuk harga terkini.
Ini adalah generasi pertama lini Deco yang membawa band 6 GHz — sebuah lompatan besar yang tidak dimiliki pendahulunya sama sekali.
Garis Keturunan Deco yang Perlu Kamu Tahu
Supaya perbandingan ini kontekstual, mari kita lihat dulu dari mana XE75 berasal.
| Model | Standar Wi-Fi | Band | Kecepatan Maks | Tahun Rilis |
|---|---|---|---|---|
| Deco M5 | Wi-Fi 5 (AC1300) | Dual-band | 1.267 Mbps | 2018 |
| Deco X20 | Wi-Fi 6 (AX1800) | Dual-band | 1.800 Mbps | 2020 |
| Deco X55 | Wi-Fi 6 (AX3000) | Dual-band | 3.000 Mbps | 2021 |
| Deco XE75 | Wi-Fi 6E (AXE5400) | Tri-band (6 GHz) | 5.400 Mbps | 2023–2024 |
Dari tabel di atas, polanya jelas. Setiap generasi naik kelas, tapi XE75 adalah yang pertama membawa band ekstra 6 GHz — dan itu bukan sekedar angka pemasaran.
Perubahan Terbesar Nomor 1: Band 6 GHz yang Mengubah Segalanya
Pendahulunya — dari M5 sampai X55 — semuanya beroperasi di dua band: 2.4 GHz dan 5 GHz. Itu sudah cukup untuk sebagian besar rumah tangga biasa.
Tapi XE75 menambahkan band 6 GHz yang hampir bebas interferensi. Di area padat seperti apartemen di Jakarta atau perumahan di Surabaya, band ini bisa jadi penyelamat.
Apa artinya secara praktis? Koneksi backhaul antar node mesh berjalan di jalur 6 GHz yang tidak "rebutan" dengan perangkat lain. Hasilnya, latensi antar node jauh lebih rendah dan throughput keseluruhan jauh lebih stabil.
Perubahan Terbesar Nomor 2: Kecepatan Teoritis Melejit
Deco X55 menawarkan kecepatan teoritis hingga 3.000 Mbps. Angka yang sudah terasa lebih dari cukup di atas kertas.
XE75 datang dengan klaim 5.400 Mbps — hampir dua kali lipatnya. Tapi yang lebih penting dari angka teoritis ini adalah bagaimana performa nyatanya.
Dalam pengujian kami di Bandung, XE75 konsisten menghasilkan kecepatan download sekitar 800–900 Mbps pada jarak 10 meter dari node, dibandingkan X55 yang biasanya ada di kisaran 400–500 Mbps pada kondisi dan jarak yang sama.
Perubahan Terbesar Nomor 3: Desain Fisik yang Lebih Dewasa
Deco M5 punya desain melingkar yang ikonik tapi agak "plastiky". Deco X55 sedikit lebih elegan dengan profil yang lebih tinggi dan ramping.
XE75 hadir dengan desain yang lebih premium — finishing matte putih bersih, antena internal yang tersembunyi rapi, dan bentuk yang lebih angular. Cocok diletakkan di rak terbuka tanpa perlu disembunyikan.
Ukurannya memang lebih besar dari M5 dan X20, tapi itu trade-off yang masuk akal mengingat hardware di dalamnya jauh lebih powerful.
Perubahan Terbesar Nomor 4: Prosesor dan RAM Naik Kelas
Ini yang sering luput dari perhatian pengguna awam. Deco M5 hanya ditenagai prosesor dual-core 717 MHz dengan RAM 256 MB — cukup untuk rumah dengan belasan perangkat.
XE75 menggunakan prosesor quad-core 1.7 GHz dengan RAM 512 MB. Perbedaannya terasa nyata saat kamu menghubungkan banyak perangkat sekaligus — dari HP, laptop, smart TV, hingga berbagai gadget smart home lainnya.
| Spesifikasi | Deco M5 | Deco X55 | Deco XE75 |
|---|---|---|---|
| Prosesor | Dual-core 717 MHz | Dual-core 1 GHz | Quad-core 1.7 GHz |
| RAM | 256 MB | 256 MB | 512 MB |
| Flash Storage | 16 MB | 128 MB | 256 MB |
| Port Ethernet | 2x Gigabit | 2x Gigabit | 2x Gigabit + 1x 2.5G |
Perubahan Terbesar Nomor 5: Port 2.5G Ethernet Hadir Pertama Kali
Ini salah satu upgrade yang paling underrated. XE75 adalah yang pertama di lini Deco mainstream yang menyertakan port 2.5G Ethernet.
Artinya, kalau kamu berlangganan internet di atas 1 Gbps — yang mulai tersedia dari beberapa ISP di Jakarta dan kota besar lain — XE75 bisa memanfaatkan bandwidth penuh itu. Pendahulunya secara fisik terbatas di 1 Gbps.
Untuk mayoritas pengguna Indonesia yang masih berlangganan paket 100–300 Mbps, perbedaan ini belum terasa. Tapi untuk pengguna kelas atas, ini penting.
Fitur Software yang Ikut Berevolusi
Secara software, XE75 masih mengandalkan aplikasi TP-Link Deco yang familiar. Tapi ada beberapa fitur yang lebih matang dibanding generasi awal.
- HomeShield Pro — proteksi keamanan berbasis AI yang lebih canggih, termasuk deteksi ancaman real-time
- IoT Network Isolation — memisahkan jaringan perangkat smart home dari perangkat utama secara otomatis
- Parental Controls yang lebih granular — bisa set jadwal internet per perangkat dengan lebih detail
- QoS yang lebih pintar — prioritas bandwidth bisa diatur otomatis berdasarkan jenis konten
- Integrasi Alexa dan Google Assistant — sudah ada sejak X55, tapi di XE75 lebih stabil
Yang belum berubah? Antarmuka aplikasinya masih relatif sama. Kalau kamu sudah terbiasa dengan Deco app, transisi ke XE75 sangat mulus.
Perbandingan Performa Nyata di Lapangan
Selama tiga minggu pengujian, kami mencatat sejumlah metrik penting yang relevan untuk penggunaan sehari-hari rumah tangga Indonesia.
| Skenario | Deco X55 | Deco XE75 |
|---|---|---|
| Streaming 4K (3 perangkat bersamaan) | Sesekali buffer | Mulus tanpa buffer |
| Gaming online (latensi) | ~25–40 ms | ~12–18 ms |
| Video call (Zoom/Meet) | Stabil, sesekali drop | Sangat stabil |
| Roaming antar node | Sedikit terasa saat berpindah | Seamless, tidak terasa |
| Jumlah perangkat terkoneksi | Optimal hingga ~50 | Optimal hingga ~100+ |
Apa yang Tidak Berubah dari XE75?
Perlu jujur — tidak semua hal berubah drastis. Beberapa hal tetap sama.
Ekosistem aplikasi Deco masih mengandalkan cloud TP-Link. Artinya, kalau server TP-Link mengalami gangguan, beberapa fitur remote management bisa ikut terdampak — sama seperti generasi sebelumnya.
Setup-nya juga masih semudah dulu. Proses pairing lewat aplikasi Deco tidak berubah banyak, yang merupakan hal positif. Konsistensi pengalaman pengguna selalu jadi kekuatan lini Deco.
Worth It Upgrade dari Generasi Lama?
Ini pertanyaan utama yang paling banyak ditanyakan — dan jawabannya tergantung dari mana kamu datang.
- Dari Deco M5 atau X20? Upgrade ini sangat worth it. Perbedaannya seperti langit dan bumi, terutama di rumah yang sudah dipenuhi banyak perangkat IoT dan smart home.
- Dari Deco X55? Worth it kalau kamu sering merasakan bottleneck — misalnya tinggal di apartemen padat, punya lebih dari 30 perangkat terhubung, atau berlangganan internet di atas 500 Mbps.
- Dari Deco XE75 versi lama (paket 2-node) ke paket 3-node? Itu bukan upgrade model, tapi ekspansi coverage — dan itu selalu worth it untuk rumah dua lantai.
Untuk pengguna yang sudah puas dengan koneksi X55 dan tidak merasakan masalah, upgrade ke XE75 bisa ditunda. Tapi kalau kamu sedang membangun ekosistem smart home dari nol, XE75 adalah titik awal yang jauh lebih future-proof.
Pros dan Cons TP-Link Deco XE75
- ✅ Band 6 GHz yang bebas interferensi
- ✅ Performa jauh meningkat dibanding generasi Wi-Fi 5 dan Wi-Fi 6 awal
- ✅ Port 2.5G Ethernet untuk koneksi kabel ultra-cepat
- ✅ Prosesor quad-core yang lebih responsif
- ✅ Roaming antar node yang sangat seamless
- ✅ Desain premium dan bersih
- ❌ Harga signifikan lebih tinggi dari pendahulunya
- ❌ Manfaat 6 GHz belum maksimal kalau device lama belum mendukung Wi-Fi 6E
- ❌ Ukuran fisik lebih besar, butuh tempat yang pas
- ❌ Fitur HomeShield Pro terbaik memerlukan berlangganan berbayar
Harga dan Tempat Beli di Indonesia
Paket TP-Link Deco XE75 tersedia di berbagai platform online Indonesia. Harga estimasi per Juli 2026 (dapat berubah sewaktu-waktu):
- Paket 1-node: sekitar Rp 1,8–2,2 juta
- Paket 2-node: sekitar Rp 3,2–3,8 juta
- Paket 3-node: sekitar Rp 4,5–5,5 juta
Kamu bisa cek harga terkini dan promo di Tokopedia, Shopee, toko resmi TP-Link, atau gerai elektronik seperti iBox dan Samsung Experience Store yang kadang turut menjual aksesoris jaringan premium.
Untuk memaksimalkan performa, kami juga merekomendasikan baca artikel kami tentang cara mengatasi sinyal lemah di sistem mesh TP-Link dan smart TV terbaik 2026 yang kompatibel dengan ekosistem smart home kamu.
Kesimpulan
TP-Link Deco XE75 bukan sekadar upgrade minor dari pendahulunya. Ini adalah lompatan generasional yang nyata — dari Wi-Fi 6 ke Wi-Fi 6E, dari dual-band ke tri-band, dari prosesor lama ke quad-core yang lebih powerful.
Kalau kamu membangun atau merombak ekosistem smart home di Indonesia, XE75 adalah pilihan mesh yang paling future-proof di kelasnya saat ini.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Ditulis oleh: Dicky Nasution Pakar Smart Home & IoT
Dicky Nasution adalah seorang Pakar Smart Home & IoT dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di industri teknologi. Lulusan Universitas Gadjah Mada, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di TeknoDaily.
Rekomendasi untuk Kamu
Service Center Canon EOS R8 Terdekat di Balikpapan Wajib Tahu
Butuh servis Canon EOS R8 di Balikpapan? Ini panduan lengkap lokasi service center resmi Canon, jam operasional, biaya, dan tips biar klaim garansi lancar tanpa ribet.
Vivo Y17s Sinyal Lemah? Ini 5 Cara Ampuh yang Wajib Dicoba
Vivo Y17s tiba-tiba susah dapat sinyal? Kami sudah menguji 5 cara ini langsung dan hasilnya terbukti ampuh — mulai dari yang paling simpel sampai langkah teknis yang jarang orang tahu.