Review Roborock S8 Pro Ultra Setelah 1 Bulan Pemakaian Terungkap
Nina Kurniawan Wahyudi
Setelah kami menguji Roborock S8 Pro Ultra selama lebih dari 30 hari penuh — sejak pertengahan Juni 2026 hingga sekarang — ada banyak hal menarik yang perlu dibahas jujur di sini.
Produk ini kami gunakan di sebuah rumah tapak dua lantai di Tangerang Selatan, dengan kombinasi lantai keramik, karpet area, dan sedikit vinyl di kamar tidur. Kondisi yang cukup representatif untuk sebagian besar rumah Indonesia.
Harga dapat berubah sewaktu-waktu, selalu cek toko resmi Roborock, Tokopedia, atau Shopee untuk harga terkini sebelum beli.
Kesan Pertama: Unboxing dan Setup
Begitu kotak dibuka, yang pertama terasa adalah bobotnya yang besar. Dock All-in-One nya cukup masif — butuh ruang sekitar 50 x 55 cm di lantai, ditambah clearance depan sekitar 1,5 meter agar robot bisa keluar-masuk dengan mulus.
Proses setup via app Roborock Home terhitung mudah. Koneksi ke WiFi 2.4GHz selesai dalam 5 menit, mapping lantai pertama kelar dalam satu sesi cleaning sekitar 25 menit.
Spesifikasi Lengkap Roborock S8 Pro Ultra
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Suction Power | 6.000 Pa |
| Mopping System | VibraRise 2.0 (Sonic Vibration) |
| Lift Mop | Ya, naik hingga 5mm di atas karpet |
| Kapasitas Dustbin | 350 ml |
| Kapasitas Water Tank | 200 ml (on-robot) |
| Dock Auto-Empty | Ya, dust bag 2.5L |
| Dock Auto-Wash Mop | Ya, air bersih + kotor terpisah |
| Dock Auto-Dry | Ya, hot air drying |
| Baterai | 5.200 mAh |
| Runtime (Normal) | Hingga 180 menit |
| Navigasi | PreciSense LiDAR |
| Obstacle Avoidance | ReactiveAI 2.0 |
| Konektivitas | WiFi 2.4GHz/5GHz, App + Voice Control |
| Kompatibilitas | Google Home, Amazon Alexa, Siri Shortcuts |
| Harga (estimasi 2026) | Rp 9.000.000 – Rp 11.000.000 |
Performa Vakum: Serius Kuat
Suction 6.000 Pa itu bukan sekadar angka marketing. Kami coba buktikan dengan menaburkan tepung terigu, butiran beras, dan rambut peliharaan di lantai keramik — semuanya tersedot dalam satu lintasan.
Di karpet area (ketebalan sedang), performa juga memuaskan. Debu tersembunyi di sela-sela serat berhasil diangkat, meski untuk karpet bulu panjang hasilnya kurang maksimal.
Uji Suction di Berbagai Permukaan
- Keramik/granit: Sangat bersih, bahkan di sudut dinding
- Vinyl/SPC: Sempurna, tidak ada goresan
- Karpet tipis: Bagus, mop otomatis terangkat
- Karpet tebal: Cukup baik, perlu 2 kali lintasan
- Nat keramik: Lumayan, tapi tidak 100% bersih
Sistem Pel VibraRise 2.0: Ini yang Bikin Beda
Fitur unggulan S8 Pro Ultra ada di sistem sonic vibration-nya yang bergetar 3.000 kali per menit. Kami bandingkan dengan pel manual biasa untuk noda saus yang sudah mengering — hasilnya mengejutkan.
Noda saus 24 jam di lantai keramik berhasil terangkat hampir sepenuhnya dalam satu pass. Ini berbeda jauh dibanding robot vacuum pel generasi sebelumnya yang hanya mengoles air tanpa benar-benar menggosok.
Lift Mop Otomatis: Problem Solver Terbesar
Kalau punya campuran lantai keras dan karpet di satu ruangan, fitur lift mop ini wajib ada. Kain pel otomatis naik 5mm saat robot mendeteksi karpet — tidak ada lagi karpet basah karena robot tidak mau kompromi.
Selama pengujian sebulan, fitur ini bekerja konsisten tanpa satu pun kejadian karpet terkena pel basah.
Dock All-in-One: "Mewah Tapi Ada Catatannya"
Ini adalah fitur yang paling "wow" di Roborock S8 Pro Ultra. Dock-nya bisa mengosongkan debu secara otomatis, mencuci mop dengan air, mengeringkan mop dengan udara panas, dan mengisi ulang tank air bersih.
Secara teori, kamu bisa tidak menyentuh robot ini selama berminggu-minggu. Dalam praktiknya, ada beberapa catatan penting.
Yang Perlu Kamu Tahu Soal Dock
- Tank air bersih (4L) perlu diisi manual setiap 3-5 hari tergantung frekuensi pel
- Tank air kotor (4L) perlu dikosongkan dengan frekuensi serupa
- Dust bag 2.5L baru perlu diganti sekitar setiap 2-3 bulan (harga refill sekitar Rp 100-150 ribu per pack)
- Proses cuci mop otomatis cukup berisik — sekitar 65 dB, jangan set jadwal malam hari
Navigasi dan Mapping: Akurasi LiDAR yang Memukau
Sistem PreciSense LiDAR membuat peta rumah dengan sangat detail. Setelah mapping awal, robot sudah bisa mengenali ruangan per ruangan — kamar tidur, dapur, ruang tamu, semua terpetakan dengan akurat.
Kami juga uji skenario paling umum di rumah Indonesia: ada kabel charger berserakan, sandal di lantai, dan mainan anak-anak. Sistem ReactiveAI 2.0 berhasil menghindari sebagian besar rintangan, meski kabel tipis kadang masih menjadi masalah.
Penghindaran Rintangan dalam Angka
| Jenis Rintangan | Tingkat Keberhasilan Menghindari |
|---|---|
| Kaki kursi / meja | 99% |
| Sandal / sepatu | 95% |
| Mainan besar (>10cm) | 90% |
| Kabel tebal | 80% |
| Kabel tipis / charger | 60% |
| Kotoran hewan peliharaan | Tidak diuji (fitur beta) |
Aplikasi Roborock Home: Lengkap tapi Butuh Adaptasi
Aplikasinya kaya fitur — bisa set zona khusus pel, zona no-go, jadwal per ruangan, bahkan intensitas suction per zona berbeda-beda. Ini sangat berguna untuk kondisi rumah yang bervariasi.
Satu hal yang sedikit mengganjal: kurva belajar aplikasinya lumayan curam. Butuh sekitar satu minggu sampai kami benar-benar mahir memanfaatkan semua fiturnya secara optimal.
Tingkat Kebisingan: Realita vs Ekspektasi
Di mode Normal, kebisingan sekitar 58-62 dB — setara suara percakapan normal. Masih bisa disambi kerja dari rumah atau nonton TV.
Di mode Max (6.000 Pa penuh), naik ke 72-75 dB. Cukup mengganggu kalau ada meeting online, jadi kami biasanya set jadwal cleaning saat jam istirahat siang.
Daya Tahan Baterai dalam Pemakaian Nyata
Dengan mode suction Normal + pel aktif, robot berhasil membersihkan area sekitar 120-130 m² dalam satu sesi tanpa balik ke dock untuk recharge. Cukup untuk kebanyakan rumah tipe 36-72 di Indonesia.
Untuk rumah dua lantai seperti yang kami uji, perlu dua sesi terpisah — satu per lantai. Manajemen multi-floor map di app sudah bisa diatasi dengan mudah.
Tabel Kelebihan dan Kekurangan
| ✅ Kelebihan | ❌ Kekurangan |
|---|---|
| Suction 6.000 Pa sangat kuat | Harga relatif mahal |
| Pel sonic vibration efektif angkat noda | Dock berukuran besar, butuh ruang khusus |
| Lift mop otomatis sempurna untuk mixed floor | Proses cuci mop otomatis cukup berisik |
| Dock self-cleaning sangat praktis | Tank air & debu tetap perlu perawatan rutin |
| Navigasi LiDAR akurat dan stabil | Kabel tipis kadang masih tersangkut |
| Mapping multi-ruangan detail | Aplikasi butuh waktu untuk dikuasai |
| Integrasi Google Home & Alexa | Spare part & dust bag perlu beli rutin |
| Baterai 5.200 mAh tahan lama | Tidak ideal untuk karpet bulu tebal |
Setelah 1 Bulan: Apakah Benar-benar Mengubah Kebiasaan?
Jujur, ya. Frekuensi membersihkan lantai secara manual turun drastis — dari hampir setiap hari menjadi dua kali seminggu hanya untuk area yang tidak terjangkau robot, seperti di bawah lemari rendah.
Yang paling terasa: konsistensi kebersihannya. Robot tidak pernah malas, tidak pernah lupa sudut ruangan, dan selalu mengerjakan tugasnya sesuai jadwal — bahkan saat pemilik rumah sedang keluar.
Biaya Operasional Setelah 1 Bulan
- Listrik: estimasi Rp 15.000–25.000 per bulan (sangat efisien)
- Dust bag: belum ganti (masih cukup untuk 2-3 bulan lagi)
- Mop pad: satu kali ganti (Rp 80.000 per set di Tokopedia)
- Perawatan lain: nihil
Perbandingan dengan Kompetitor Terdekat
| Fitur | Roborock S8 Pro Ultra | Dreame X40 Ultra | Roborock Q8 Max Plus |
|---|---|---|---|
| Suction | 6.000 Pa | 12.000 Pa | 5.500 Pa |
| Sonic Mop | Ya (3.000x/mnt) | Ya (4.000x/mnt) | Tidak |
| Auto Wash Mop | Ya | Ya | Tidak |
| Auto Dry Mop | Ya (Hot Air) | Ya | Tidak |
| Lift Mop | Ya (5mm) | Ya | Ya (3mm) |
| Harga Estimasi | Rp 9-11 juta | Rp 11-13 juta | Rp 6-7 juta |
Verdict: Untuk Siapa Roborock S8 Pro Ultra Cocok?
Roborock S8 Pro Ultra adalah robot vacuum terbaik yang pernah kami uji untuk kondisi rumah Indonesia — terutama jika kamu punya campuran lantai keras dan karpet di satu area.
Sistem pel sonic-nya benar-benar menggosok, bukan sekadar mengoles. Dock self-cleaning-nya membuat perawatan jadi minimal. Dan navigasi LiDAR-nya cukup pintar untuk rumah yang tidak steril sempurna.
Tapi kalau budget di bawah Rp 8 juta, atau rumah kamu full karpet, atau ruang untuk dock terbatas — ada pilihan lain yang lebih cocok. Untuk segmen Rp 9-11 juta, produk ini susah dikalahkan.
Skor Akhir: 8.8/10
Pertanyaan Umum (FAQ)
Ditulis oleh: Nina Kurniawan Wahyudi Pakar Smart Home & IoT
Nina Kurniawan Wahyudi adalah seorang Pakar Smart Home & IoT dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri teknologi. Lulusan Universitas Indonesia, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di Selular Nusantara.
Rekomendasi untuk Kamu
Harga iPad 9th Gen di Bandung Update Juli 2026
Panduan harga iPad 9th Gen di Bandung terbaru Juli 2026, mulai dari toko resmi, marketplace, hingga opsi bekas yang masih worth it.
Service Center Canon EOS R8 Terdekat di Balikpapan Wajib Tahu
Butuh servis Canon EOS R8 di Balikpapan? Ini panduan lengkap lokasi service center resmi Canon, jam operasional, biaya, dan tips biar klaim garansi lancar tanpa ribet.