Ajie Logo Ajie.
Kategori Gadget
Ajie

Ajie Kusumadhany

Review Gadget Indonesia

© 2026 Ajie Kusumadhany · Review Gadget Indonesia

Review HP Victus 15 Setelah 2 Tahun Pemakaian Terungkap

Author Bima Santoso
Jul 24, 2026 9 min read
Review HP Victus 15 Setelah 2 Tahun Pemakaian Terungkap

Setelah kami menggunakan HP Victus 15 selama kurang lebih dua tahun penuh — dimulai sejak pertengahan 2024 hingga Juli 2026 — akhirnya tiba waktunya untuk jujur total tentang laptop gaming mid-range ini.

Pengujian ini dilakukan di Jakarta, di mana laptop ini dipakai harian untuk gaming, editing ringan, hingga sesi kerja marathon yang kadang tembus 10 jam nonstop.

Sebelum mulai, satu catatan penting: harga HP Victus 15 dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek harga terkini di Tokopedia, Shopee, atau toko resmi HP Indonesia sebelum membeli.

Spesifikasi HP Victus 15 yang Kami Uji

Unit yang kami gunakan adalah varian dengan Intel Core i7-13700H, RTX 4060 Laptop, RAM 16GB DDR5, dan SSD 512GB NVMe.

Komponen Spesifikasi
Prosesor Intel Core i7-13700H (14 core, 5.0GHz)
GPU NVIDIA GeForce RTX 4060 Laptop 8GB GDDR6
RAM 16GB DDR5 4800MHz (upgradable)
Storage 512GB PCIe NVMe M.2 SSD
Layar 15.6" IPS 144Hz FHD (1920x1080)
Baterai 70.9Whr, charging 230W
OS Windows 11 Home
Bobot 2.29 kg
Harga Rilis Mulai Rp 14.999.000

Kesan Pertama vs Kondisi Sekarang

Waktu pertama unboxing, HP Victus 15 terasa premium untuk kelasnya — build plastik tapi kokoh, keyboard dengan backlight putih yang nyaman dipakai, dan layar 144Hz yang langsung terasa smooth.

Dua tahun kemudian? Kondisi fisiknya masih oke, tapi ada beberapa hal yang mulai terlihat — cat di area palm rest mulai sedikit pudar, dan engsel layar terasa sedikit lebih longgar dibanding hari pertama.

Performa Gaming Setelah 2 Tahun

Ini yang paling banyak ditanyakan: apakah performanya degradasi setelah dipakai bertahun-tahun?

Jawabannya tidak terlalu signifikan, asal rutin dibersihkan dan thermal paste diganti sekitar setahun sekali.

Hasil Gaming Test Juli 2026

Game Setting FPS Average
Valorant High, 1080p 180-220 FPS
GTA V High, 1080p 90-110 FPS
Cyberpunk 2077 Medium, 1080p 55-70 FPS
Forza Horizon 5 High, 1080p 75-95 FPS
FC 25 Ultra, 1080p 120-144 FPS

Angka-angka ini masih sangat kompetitif untuk laptop mid-range 2024. RTX 4060 Laptop jelas bukan kartu mati meskipun sudah dua tahun dipakai.

Yang perlu diperhatikan adalah thermal throttling mulai lebih agresif setelah satu setengah tahun. Ini normal untuk laptop gaming dan bisa diatasi dengan repaste.

Masalah Thermal yang Wajib Diketahui

Ini jujurnya menjadi kelemahan terbesar HP Victus 15 dalam jangka panjang.

Di bulan-bulan awal, suhu CPU saat gaming sekitar 85-88°C. Setelah 18 bulan pemakaian tanpa maintenance, suhu sempat menyentuh 97-100°C dan FPS mulai drop.

Setelah kami lakukan penggantian thermal paste dan pembersihan heatsink, suhu kembali turun ke 85-90°C dan performa pulih nyaris seperti baru. Estimasi biaya servis di Jakarta sekitar Rp 150.000-250.000.

Tips Thermal Jangka Panjang

  • Ganti thermal paste setiap 12-18 bulan
  • Bersihkan kipas dari debu setiap 6 bulan
  • Gunakan cooling pad saat gaming marathon
  • Aktifkan mode "Performance" via HP Command Center hanya saat dibutuhkan
  • Hindari meletakkan di atas kasur yang menghalangi ventilasi bawah

Baterai Setelah 2 Tahun Pemakaian

Jujur ini salah satu area yang paling terasa degradasinya. Di hari pertama, baterai 70.9Whr bisa bertahan sekitar 5-6 jam untuk pemakaian ringan.

Dua tahun kemudian, ketahanan baterai untuk pemakaian ringan (browsing, Office) sekitar 3.5-4.5 jam. Untuk gaming tentu lebih pendek lagi, sekitar 1-1.5 jam.

Ini sebenarnya cukup normal untuk laptop gaming — degradasi sekitar 20-30% kapasitas baterai dalam dua tahun adalah angka yang wajar menurut standar industri.

Layar 144Hz di 2026 Masih Relevan?

Untuk resolusi 1080p dan refresh rate 144Hz, layar HP Victus 15 masih sangat layak dipakai. Color accuracy-nya memang bukan untuk editing foto serius, tapi untuk gaming dan produktivitas sehari-hari sudah lebih dari cukup.

Satu yang disayangkan: tidak ada G-Sync atau FreeSync di panel ini. Jadi ada sedikit tearing di game tertentu jika FPS tidak terkunci di 144.

Pengalaman Sehari-hari sebagai Daily Driver

Di luar gaming, HP Victus 15 kami pakai untuk editing video ringan di DaVinci Resolve, multitasking dengan 20+ tab Chrome, dan sesekali rendering 3D sederhana.

Hasilnya? Sangat memuaskan untuk kelas harganya. Core i7-13700H masih belum ketinggalan zaman di 2026, dan RAM 16GB DDR5 masih cukup untuk produktivitas standar.

Keyboard dan Touchpad

Keyboard HP Victus 15 adalah salah satu yang terbaik di kelasnya — travel key-nya cukup dalam, responsif, dan backlight putihnya masih menyala seragam meskipun sudah dua tahun.

Touchpad-nya average — cukup untuk kerja ringan, tapi kamu pasti akan lebih nyaman dengan mouse eksternal untuk sesi gaming atau kerja panjang.

Konektivitas di 2026

Port selection HP Victus 15 masih relevan: 3x USB-A, 1x USB-C (dengan Power Delivery), HDMI 2.1, SD card reader, dan 3.5mm combo jack.

Yang kurang? Tidak ada Thunderbolt 4 dan hanya satu port USB-C. Di 2026, ini mulai terasa terbatas jika kamu sering connect monitor eksternal sambil charge via USB-C.

Tabel Pros dan Cons Setelah 2 Tahun

Kelebihan (Pros) Kekurangan (Cons)
RTX 4060 masih kencang untuk 1080p gaming Thermal throttling agresif tanpa maintenance rutin
Keyboard nyaman untuk sesi panjang Baterai degradasi ~25% setelah 2 tahun
Layar 144Hz masih smooth Tidak ada G-Sync / FreeSync
RAM upgradable hingga 32GB Hanya 1 port USB-C, tidak ada Thunderbolt 4
Build quality tahan lama Cat palm rest pudar setelah 18+ bulan
Value for money sangat baik Speaker kualitasnya biasa saja
Performa CPU masih relevan di 2026 Bobot 2.29kg kurang portabel

Apakah HP Victus 15 Masih Worth It Dibeli di 2026?

Kalau beli baru dengan harga sekarang — jawabannya tergantung budget kamu. Di segmen Rp 14-16 juta, HP Victus 15 masih bersaing ketat dengan ASUS TUF Gaming F15 dan Lenovo LOQ 15.

Kalau beli bekas unit seperti yang kami pakai, dengan harga pasar sekitar Rp 9-11 juta sekarang, ini masih menjadi pilihan sangat solid untuk gaming 1080p dan produktivitas harian.

Lihat juga artikel kami tentang benchmark lengkap HP Victus 15 untuk data performa lebih detail.

Untuk Siapa HP Victus 15 Cocok?

  • Mahasiswa gamer yang butuh laptop bisa kerja dan main game tanpa harus beli dua perangkat
  • Karyawan kantoran yang sesekali gaming di rumah dan butuh performa kerja solid
  • Konten kreator pemula yang mulai editing video ringan
  • Orang yang punya budget Rp 14-17 juta dan ingin laptop gaming tanpa kompromi besar

HP Victus 15 kurang cocok untuk profesional editing video/foto serius yang butuh color accuracy tinggi, atau gamer yang ingin main di resolusi 1440p ke atas.

Verdict Akhir

Dua tahun bersama HP Victus 15, dan kesimpulan kami: ini laptop yang jujur. Tidak ada fitur gimmick, performanya konsisten asal dirawat, dan value for money-nya sulit dibantah di kelasnya.

Rating kami: 8/10. Dikurangi satu poin untuk thermal management yang butuh perhatian ekstra, dan satu poin untuk pilihan port yang mulai terasa terbatas di 2026.

Kalau kamu sedang mencari laptop gaming mid-range dan budget pas-pasan, HP Victus 15 — baik baru maupun bekas — masih layak masuk shortlist kamu.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah HP Victus 15 perlu repaste setelah 2 tahun?
Ya, sangat disarankan. Thermal paste bawaan pabrik biasanya sudah mengering setelah 18-24 bulan pemakaian intens. Repaste bisa menurunkan suhu CPU/GPU hingga 10-15°C dan memulihkan performa yang thermal throttling.
Bisakah RAM HP Victus 15 diupgrade?
Bisa. HP Victus 15 memiliki dua slot SO-DIMM yang bisa diisi hingga 32GB DDR5. Upgrade ke 32GB direkomendasikan jika sering multitasking berat atau editing video.
Berapa harga HP Victus 15 bekas di 2026?
Berdasarkan pantauan kami di Tokopedia dan Shopee, HP Victus 15 bekas varian RTX 4060 dijual di kisaran Rp 9-11 juta tergantung kondisi dan kelengkapan. Harga dapat berubah sewaktu-waktu, selalu cek harga terkini di platform jual beli.
Apakah HP Victus 15 bisa dipakai untuk editing video?
Untuk editing video ringan hingga menengah di software seperti DaVinci Resolve atau Premiere Pro (1080p timeline), sangat mampu. Untuk proyek 4K berat dengan banyak efek, performa mulai terasa terbatas terutama jika RAM masih di 16GB.
Kapan sebaiknya ganti laptop dari HP Victus 15?
Jika kamu mulai bermain game AAA di atas setting High pada resolusi 1080p dan FPS sudah tidak memuaskan, atau jika sudah ingin upgrade ke 1440p gaming, maka itu sinyal untuk upgrade. Untuk kebutuhan standar, HP Victus 15 masih akan relevan setidaknya 1-2 tahun ke depan.
#hp victus 15 #review #laptop gaming #long term review #review_setelah #pros cons #spesifikasi #verdict #windows 11 #nvidia rtx #intel core #performa laptop #baterai laptop #indonesia #2026
Bima Santoso

Ditulis oleh: Bima Santoso Pakar Laptop & Komputasi

Bima Santoso adalah seorang Pakar Laptop & Komputasi dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di industri teknologi. Lulusan Institut Teknologi Bandung, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di TechJournal.

Comments