Review ASUS ZenBook Pro 16X di Pekanbaru Terungkap Worth It?
Ajie Kusumadhany
Setelah kami menguji ASUS ZenBook Pro 16X selama lebih dari tiga minggu di Pekanbaru — mulai dari proyek desain grafis, sesi editing video, hingga pemakaian harian di kafe ber-AC dan ruang terbuka yang gerah — ada banyak hal menarik yang perlu kamu ketahui sebelum menguras tabungan untuk laptop seharga hampir Rp 30 jutaan ini.
Pengujian ini kami lakukan sepanjang Juli 2026, termasuk membawa unit ini ke beberapa titik di Pekanbaru seperti kawasan Sudirman dan mal ternama di sana untuk merasakan pengalaman pengguna yang sesungguhnya.
Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek toko resmi ASUS, Tokopedia, atau Shopee untuk harga terkini sebelum membeli.
Kesan Pertama yang Sulit Dilupakan
Begitu membuka kardusnya, satu hal langsung terasa: laptop ini beda kelas.
Bodinya terbuat dari aluminium CNC dengan finishing Ceramic Black yang terasa premium di tangan. Beratnya 2,4 kg — bukan yang paling ringan di kelasnya, tapi masih bisa ditoleransi untuk laptop 16 inci bertenaga tinggi.
Yang paling bikin mata terbelalak adalah panel depannya. Layar OLED 16 inci resolusi 4K dengan rasio 16:10 itu terlihat menakjubkan bahkan sebelum kamu menyalakannya.
Spesifikasi Lengkap ASUS ZenBook Pro 16X
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Prosesor | Intel Core Ultra 9 185H |
| GPU | NVIDIA GeForce RTX 4060 8GB GDDR6 |
| RAM | 32GB LPDDR5X (onboard) |
| Storage | 1TB PCIe 4.0 NVMe SSD |
| Layar Utama | 16" OLED 4K (3840x2400), 120Hz, DCI-P3 100% |
| ScreenPad Plus | 14" sentuh, resolusi 2880x864 |
| Baterai | 96Wh, pengisian 100W |
| Konektivitas | WiFi 6E, Bluetooth 5.3, Thunderbolt 4 (x2), USB-A 3.2 (x2), HDMI 2.1 |
| Sistem Operasi | Windows 11 Pro |
| Berat | 2,4 kg |
| Harga (estimasi) | Rp 28.000.000 – Rp 32.000.000 |
Layar OLED 4K yang Jadi Bintang Utama
Jujur saja — layar ZenBook Pro 16X ini adalah salah satu panel terbaik yang pernah kami lihat di laptop segmen ini di Indonesia.
Warna yang keluar dari panel OLED 4K-nya terasa hidup, kontras hitam pekat, dan refresh rate 120Hz bikin scrolling jadi sangat mulus. Untuk pekerjaan editing foto atau video, ini adalah surga.
Di Pekanbaru yang teriknya bisa tembus 35°C, kami sempat membawa laptop ini ke luar ruangan. Kecerahan maksimalnya yang mencapai 550 nit membantu, tapi tetap agak sulit dibaca di bawah sinar matahari langsung — ini kelemahan umum panel OLED.
ScreenPad Plus: Gimmick atau Game Changer?
Inilah fitur yang paling sering ditanyakan orang soal ZenBook Pro 16X. ScreenPad Plus adalah layar sentuh kedua berukuran 14 inci yang terletak di bawah keyboard utama.
Setelah tiga minggu pemakaian, jawaban kami jelas: ini bukan gimmick.
Saat mengedit video di DaVinci Resolve, ScreenPad berfungsi sebagai panel timeline terpisah. Saat mengerjakan desain di Figma, papan warna dan layer bisa dipindahkan ke sini.
Tapi ada catatan penting. Kamu butuh waktu adaptasi setidaknya seminggu untuk benar-benar terbiasa memanfaatkannya secara optimal.
Performa di Dunia Nyata
Kombinasi Intel Core Ultra 9 185H dan RTX 4060 memberikan performa yang sangat mumpuni untuk pekerjaan kreatif profesional.
Kami menjalankan render video 4K di DaVinci Resolve dan hasilnya memuaskan — proses yang biasanya memakan 25 menit di laptop mid-range selesai dalam waktu sekitar 9 menit.
Benchmark Singkat
| Tes | Hasil |
|---|---|
| Cinebench R24 Multi-core | ~1.850 pts |
| 3DMark Time Spy | ~9.200 pts |
| Crystal DiskMark (Read) | ~6.800 MB/s |
| Render Video 4K (10 menit footage) | ~9 menit |
| Gaming (Cyberpunk 2077, 1080p High) | ~65 FPS rata-rata |
Untuk gaming, RTX 4060 cukup kencang di resolusi 1080p hingga 1440p. Tapi jangan harap bisa push ke resolusi 4K penuh karena VRAM 8GB mulai kewalahan di setting ultra.
Manajemen Panas di Iklim Pekanbaru
Ini bagian yang paling relevan bagi pengguna Indonesia. Pekanbaru dikenal sebagai salah satu kota terpanas di Sumatera, dan laptopini diuji keras di sini.
Sistem pendingin IceCool Pro dari ASUS menggunakan dual fan dengan vapor chamber. Saat beban ringan, temperatur CPU berkisar di 55-65°C — masuk akal.
Saat render video atau gaming berat, temperatur bisa naik ke 88-92°C pada CPU dan GPU. Kipasnya mulai terdengar cukup jelas, tapi tidak mengganggu di ruangan ber-AC.
Di ruangan tanpa AC dengan suhu 33°C sekalipun, laptop ini tidak thermal throttle secara signifikan. Nilai lebih untuk pengguna di kota-kota dengan iklim panas seperti Pekanbaru.
Baterai: Realita vs Klaim
ASUS mengklaim daya tahan baterai hingga 10 jam. Kenyataannya di pemakaian harian kami?
Dengan kecerahan 70%, mode balanced, dan campuran kerja dokumen, browsing, dan meeting Zoom, kami mendapat sekitar 6-7 jam. Saat rendering atau gaming, tentu jauh lebih singkat — sekitar 1,5-2 jam.
Pengisian cepat 100W-nya cukup impresif. Dari 20% ke 80% butuh sekitar 45 menit, yang kami rasa sudah cukup praktis.
Keyboard dan Touchpad
Keyboard ZenBook Pro 16X punya key travel sekitar 1,4mm dengan feedback taktil yang enak. Bukan yang terbaik di kelasnya, tapi nyaman untuk sesi panjang mengetik.
Touchpad-nya luas dan presisi. Tapi karena ada ScreenPad di bawah keyboard, posisi touchpad-nya agak sedikit geser ke kanan — butuh adaptasi beberapa hari.
Konektivitas Port yang Lengkap
Laptop ini tidak pelit port. Dua Thunderbolt 4 (mendukung charging, display output, dan transfer data ultra cepat), dua USB-A 3.2, HDMI 2.1 full-size, dan jack audio 3.5mm tersedia lengkap.
WiFi 6E-nya stabil bahkan di kafe Pekanbaru yang ramai dengan banyak device terhubung. Tidak ada complaint soal koneksi wireless selama pengujian.
Tabel Pros dan Cons
| 👍 Pros | 👎 Cons |
|---|---|
| Layar OLED 4K 120Hz yang luar biasa | Harga premium, tidak untuk semua kalangan |
| ScreenPad Plus benar-benar fungsional | Berat 2,4 kg kurang ideal untuk mobilitas tinggi |
| Performa Core Ultra 9 + RTX 4060 kencang | Baterai realistis hanya 6-7 jam |
| Build quality aluminium premium | Adaptasi ScreenPad butuh waktu |
| Port lengkap termasuk Thunderbolt 4 | Tidak bisa upgrade RAM (soldered) |
| Manajemen panas solid di iklim tropis | Layar OLED kurang ideal di luar ruangan |
| WiFi 6E stabil dan cepat | Kipas cukup terdengar saat beban penuh |
Harga dan Ketersediaan di Pekanbaru
Di Pekanbaru sendiri, ZenBook Pro 16X bisa ditemukan di toko resmi ASUS Partner di kawasan pusat kota dan beberapa toko elektronik di Mal SKA maupun Mal Ciputra Seraya.
Harga offline biasanya sedikit lebih tinggi dari online. Untuk harga terbaik, cek ASUS Official Store di Tokopedia atau Shopee yang sering memberikan cashback atau bundling aksesori.
Kisaran harga saat artikel ini ditulis adalah Rp 28–32 juta tergantung varian dan promo yang berlaku.
Untuk Siapa ZenBook Pro 16X Cocok?
- Video editor dan motion graphic artist yang butuh layar akurat dan performa rendering cepat
- Desainer grafis dan arsitek yang sering bekerja dengan banyak window sekaligus
- Fotografer profesional yang butuh akurasi warna DCI-P3 100%
- Developer yang ingin workstation portabel dengan layar luas
- Siapa pun yang menginginkan laptop premium dengan fitur berbeda dari yang lain
Kalau kamu butuh laptop gaming murni dengan baterai tahan lama dan portabilitas tinggi, ada pilihan yang lebih tepat di rentang harga sama seperti ASUS ROG Zephyrus M16 atau HP OMEN 16.
Verdict Akhir
ASUS ZenBook Pro 16X adalah laptop yang benar-benar unik dan premium di pasar Indonesia. Layar OLED 4K-nya, ScreenPad Plus yang fungsional, dan performa yang sangat kompeten membuatnya layak untuk profesional kreatif.
Untuk pengguna di Pekanbaru dan kota-kota tropis lainnya, manajemen panasnya terbukti solid bahkan di kondisi panas ekstrem. Itu poin plus yang tidak bisa diabaikan.
Dengan harga Rp 28-32 juta, ini bukan pembelian impulsif. Tapi kalau kamu memang butuh alat kerja kreatif terbaik dengan layar yang bikin jatuh cinta setiap kali dibuka — ZenBook Pro 16X sangat worth it.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Ditulis oleh: Ajie Kusumadhany Smartphone, Laptop, Gadget
Ajie Kusumadhany adalah tech enthusiast dan reviewer gadget dari Indonesia. Berpengalaman mengulas smartphone, laptop, dan aksesori elektronik konsumen. Berbagi review mendalam, spesifikasi, dan insight harga untuk membantu konsumen Indonesia membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas.
Rekomendasi untuk Kamu
OPPO Reno 9 Pro Plus Aplikasi Crash? Coba 20 Cara Ini
Aplikasi di OPPO Reno 9 Pro Plus tiba-tiba crash atau force close? Kami sudah menguji 20 cara ampuh untuk mengatasinya, dari solusi cepat hingga reset pabrik.
Harga Realme Book Prime di Depok Terbaru Juli 2026
Update harga Realme Book Prime di Depok per Juli 2026, lengkap dengan perbandingan harga online vs offline dan rekomendasi tempat beli terpercaya.