Review Fujifilm GFX 50S II 2026 Worth It atau Tidak?
Dedi Lubis
Setelah kami menguji Fujifilm GFX 50S II secara langsung selama hampir tiga minggu penuh — mulai pertengahan Juni hingga awal Juli 2026 — satu pertanyaan terus berputar di kepala: apakah kamera medium format seharga Rp 45 jutaan ini masih relevan dan layak dibeli di 2026?
Kami membawa kamera ini ke berbagai sesi pemotretan di Jakarta dan sekitarnya, dari foto portrait studio, landscape outdoor Puncak, hingga sesi produk komersial. Hasilnya cukup mengejutkan, dan tidak semuanya positif.
Apa Itu Fujifilm GFX 50S II?
Fujifilm GFX 50S II adalah kamera mirrorless medium format dengan sensor 51,4 megapiksel berukuran 43,8 x 32,9mm — sekitar 1,7 kali lebih besar dari sensor full-frame standar.
Ini bukan kamera baru. Diluncurkan pertama kali pada 2021, tapi tetap jadi pilihan yang dipertimbangkan banyak fotografer profesional Indonesia karena harganya paling terjangkau di lini GFX series.
Spesifikasi Lengkap Fujifilm GFX 50S II
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Sensor | 102MP BSI-CMOS 43,8 x 32,9mm (Medium Format) |
| Resolusi Efektif | 51,4 MP |
| Rentang ISO | 100 – 12800 (expandable 50 – 102400) |
| Stabilisasi | In-Body Image Stabilization (IBIS) 6,5 stop |
| Autofokus | Contrast AF, 425 titik, face/eye detection |
| Kecepatan Rana | 1/4000s – 60 menit (mekanik) |
| Video | 4K/30fps, Full HD/240fps |
| Layar | 3,2 inci tiltable touchscreen, 2,36 juta titik |
| Viewfinder | EVF 0,5 inci, 3,69 juta titik, 0,77x |
| Baterai | NP-W235, sekitar 440 frame/charge |
| Konektivitas | Wi-Fi, Bluetooth, USB-C, HDMI |
| Bobot | 900 gram (body only) |
| Dimensi | 150 x 104 x 87mm |
| Harga Estimasi 2026 | Rp 43.000.000 – Rp 48.000.000 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek toko resmi Fujifilm Indonesia, Tokopedia, atau Shopee untuk harga terkini.
Desain dan Build Quality
Pertama kali memegang GFX 50S II, kesan yang langsung terasa adalah bobotnya yang substansial — 900 gram tanpa lensa. Ini bukan kamera yang bisa kamu bawa santai setiap hari.
Tapi build quality-nya tidak main-main. Body-nya terbuat dari magnesium alloy dengan 94 titik sealing tahan cuaca dan debu. Kami sempat membawanya saat sesi outdoor di Puncak ketika gerimis ringan turun, dan kamera ini tidak bermasalah sama sekali.
Grip-nya dalam dan nyaman untuk tangan besar. Tapi bagi yang bertangan kecil, penggunaan lebih dari dua jam bisa membuat pergelangan tangan pegal.
Layout tombol-tombolnya khas Fujifilm — ada dial dedicateduntuk shutter speed, exposure compensation, dan ISO. Bagi yang sudah terbiasa dengan sistem Fujifilm, ini sangat intuitif.
Kualitas Gambar: Inilah Juaranya
Tidak ada yang bisa menyangkal ini: kualitas gambar GFX 50S II adalah puncak dari apa yang bisa didapat di kisaran harganya.
Dengan 51,4 megapiksel dan sensor medium format, file RAW yang dihasilkan memiliki dynamic range luar biasa — kami bisa menarik detail di highlight dan shadow secara dramatis di Lightroom tanpa noise yang mengganggu.
Di ISO 800, hasil fotonya masih sangat bersih dan tajam. Bahkan di ISO 3200, noise yang muncul terasa "organic" dan tidak merusak detail gambar — sangat berbeda dibanding kamera APS-C atau bahkan full-frame di rentang ISO yang sama.
Untuk foto portrait dan produk komersial, sensor medium format ini menghasilkan rendering kulit yang sangat natural dengan transisi tonal yang halus. Wajar kalau banyak fotografer fashion Jakarta dan Surabaya menjadikan ini sebagai tool utama pekerjaan mereka.
Simulasi Film Fujifilm: Masih Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu alasan terbesar fotografer memilih Fujifilm adalah Film Simulation. GFX 50S II hadir dengan 19 simulasi film termasuk Velvia, Provia, Classic Chrome, dan Eterna Cinema.
Kami menguji mode Provia dan Classic Neg untuk portrait outdoor, dan hasilnya langsung bisa pakai tanpa banyak editing. Ini adalah time-saver luar biasa untuk fotografer wedding yang bekerja dengan volume tinggi.
Performa Autofokus: Titik Lemah yang Nyata
Inilah area paling mengecewakan dari GFX 50S II di 2026. Sistem autofokus-nya menggunakan contrast-detect AF yang terasa lambat dibandingkan standar kamera modern saat ini.
Untuk subjek diam seperti produk atau landscape, tidak ada masalah. Tapi begitu subjek mulai bergerak — misalnya model berjalan, apalagi pemotretan acara — hit rate-nya turun drastis.
Eye detection AF-nya ada, tapi tidak secepat dan seakurat Sony Alpha A7 IV atau bahkan Fujifilm X-T5 yang lebih murah. Ini menjadi pembatas serius untuk fotografer yang bekerja di genre aksi atau event dinamis.
IBIS 6,5 Stop: Salah Satu Fitur Terbaik
Fujifilm mengklaim IBIS (In-Body Image Stabilization) sebesar 6,5 stop pada kamera ini. Berdasarkan pengujian kami, klaim tersebut tidak terlalu dibesar-besarkan.
Kami berhasil mendapat foto handheld tajam di shutter speed 1/4 detik menggunakan lensa GF 63mm f/2.8 — yang secara teoritis membutuhkan setidaknya 1/80 detik tanpa stabilisasi. Ini membuka banyak kemungkinan untuk pemotretan low-light interior.
Performa Video: Bukan Prioritas
Terus terang, GFX 50S II bukan kamera video. Kemampuan videonya berhenti di 4K/30fps tanpa internal log yang memadai untuk grading serius.
Dibandingkan kamera seperti Sony FX3 atau bahkan Sony ZV-E10 II yang jauh lebih murah, GFX 50S II kalah jauh untuk keperluan videografi profesional. Jika kamu butuh kamera hybrid foto-video, ini bukan pilihan yang tepat.
Ekosistem Lensa GF: Luas tapi Mahal
Ekosistem lensa GF (Fujifilm G Format) sudah terbilang matang dengan lebih dari 20 opsi lensa. Tapi harganya tidak main-main — lensa GF termurah mulai dari Rp 15 jutaan, sementara prime terbaik seperti GF 110mm f/2 bisa mencapai Rp 50-60 juta.
Ini berarti investasi total untuk sistem GFX bisa sangat tinggi. Pertimbangkan ini matang-matang sebelum masuk ke ekosistem ini.
Pros dan Cons Fujifilm GFX 50S II
| Kelebihan (Pros) | Kekurangan (Cons) |
|---|---|
| Kualitas gambar medium format terbaik di kelasnya | Autofokus lambat untuk subjek bergerak |
| Dynamic range dan tonal rendering luar biasa | Bobot 900g terasa berat untuk penggunaan harian |
| IBIS 6,5 stop sangat efektif | Kemampuan video terbatas (4K/30fps saja) |
| 19 Film Simulation berkualitas tinggi | Harga body dan lensa sangat tinggi |
| Build quality tahan cuaca premium | Buffer terbatas untuk burst shooting |
| EVF resolusi tinggi 3,69 juta titik | Layar hanya tiltable, belum fully articulating |
| Harga paling terjangkau di lini GFX | Baterai tidak terlalu besar (~440 frame) |
Fujifilm GFX 50S II vs Kompetitor 2026
| Kamera | Sensor | Resolusi | Harga Estimasi | Keunggulan |
|---|---|---|---|---|
| Fujifilm GFX 50S II | Medium Format | 51,4 MP | ~Rp 45 juta | Kualitas gambar, IBIS |
| Sony Alpha A7R V | Full Frame | 61 MP | ~Rp 48 juta | AF lebih cepat, video lebih baik |
| Nikon Z8 | Full Frame | 45,7 MP | ~Rp 42 juta | AF hybrid canggih, video 8K |
| Canon EOS R5 Mark II | Full Frame | 45 MP | ~Rp 50 juta | AF tercepat, hybrid terbaik |
| Fujifilm GFX 100S II | Medium Format | 102 MP | ~Rp 65 juta | Resolusi jauh lebih tinggi |
Siapa yang Sebaiknya Beli Fujifilm GFX 50S II?
GFX 50S II paling cocok untuk fotografer portrait, fashion, arsitektur, dan produk komersial yang mengutamakan kualitas gambar di atas segalanya.
Kalau kamu fotografer wedding atau event yang butuh autofokus responsif dan kecepatan burst tinggi, kamera ini bukan pilihan ideal. Ada alternatif yang lebih baik di range harga yang sama.
Fotografer landscape yang sering kerja dari tripod akan sangat menikmati kemampuan kamera ini. Detail yang bisa diekstrak dari file medium format ini luar biasa untuk cetak besar.
Di Mana Beli Fujifilm GFX 50S II di Indonesia?
- Fujifilm Official Store di Tokopedia dan Shopee (garansi resmi)
- Toko kamera resmi seperti Bhinneka, Erafone, atau dealer resmi Fujifilm di Jakarta, Surabaya, dan Bandung
- Tokopedia dan Shopee untuk perbandingan harga dari berbagai seller terpercaya
Selalu prioritaskan pembelian dari seller dengan garansi resmi Indonesia. Hindari membeli tanpa garansi hanya demi harga lebih murah — kamera seharga ini perlu perlindungan purna jual yang baik.
Verdict: Worth It atau Tidak di 2026?
Setelah tiga minggu pengujian intensif, jawaban kami adalah: worth it, tapi hanya untuk profil pengguna yang sangat spesifik.
Jika kamu seorang fotografer komersial, portrait, atau landscape yang mencari kualitas gambar medium format dengan budget paling terjangkau di kategorinya — GFX 50S II masih belum tergantikan di 2026.
Tapi jika kamu fotografer yang bekerja di situasi dinamis, butuh video profesional, atau ingin kamera serba bisa — pertimbangkan Sony A7R V atau Canon EOS R5 Mark II yang menawarkan ekosistem lebih matang dan performa lebih seimbang di harga serupa.
Intinya, GFX 50S II adalah spesialis. Dan spesialis terbaik di bidangnya tidak selalu cocok untuk semua orang.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Ditulis oleh: Dedi Lubis Fotografer & Jurnalis Kamera
Dedi Lubis adalah seorang Fotografer & Jurnalis Kamera dengan pengalaman lebih dari 8 tahun di industri teknologi. Lulusan Universitas Brawijaya, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di GadgetReview ID.
Rekomendasi untuk Kamu
Vivo Y17s Sinyal Lemah? Ini 5 Cara Ampuh yang Wajib Dicoba
Vivo Y17s tiba-tiba susah dapat sinyal? Kami sudah menguji 5 cara ini langsung dan hasilnya terbukti ampuh — mulai dari yang paling simpel sampai langkah teknis yang jarang orang tahu.
Panduan iPhone 15 Plus untuk Pemula dari Unboxing hingga Mahir
Panduan lengkap iPhone 15 Plus untuk pemula: dari unboxing, setup awal iOS, hingga tips penggunaan sehari-hari yang wajib kamu tahu sebelum mulai.