Ajie Logo Ajie.
Kategori Gadget
Ajie

Ajie Kusumadhany

Review Gadget Indonesia

© 2026 Ajie Kusumadhany · Review Gadget Indonesia

Nikon Z50 II Baterai Cepat Habis? Coba 3 Cara Ini Dulu

Author Dedi Lubis
Jul 24, 2026 7 min read
Nikon Z50 II Baterai Cepat Habis? Coba 3 Cara Ini Dulu

Setelah kami menguji Nikon Z50 II selama lebih dari tiga minggu — dari sesi foto jalanan di Bandung sampai video vlog harian — satu keluhan yang paling sering muncul adalah soal baterai yang terasa cepat sekali habis.

Pengujian kami dilakukan sepanjang Juni hingga Juli 2026, dan hasilnya cukup mengejutkan: dengan pengaturan default bawaan pabrik, baterai EN-EL25a bisa terkuras habis hanya dalam satu sesi pemotretan sedang.

Nikon mengklaim Z50 II mampu sekitar 310 frame per charge menurut standar CIPA. Tapi di lapangan, angka itu bisa jauh lebih rendah tergantung cara pakai.

Kabar baiknya? Masalah ini hampir selalu bisa diatasi tanpa harus beli baterai tambahan. Kami sudah menemukan tiga cara yang paling efektif dan langsung bisa dicoba.

Disclaimer harga: Harga aksesori seperti baterai EN-EL25a dan charger dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek Tokopedia, Shopee, atau toko resmi Nikon Indonesia untuk harga terkini.

Kenapa Baterai Nikon Z50 II Bisa Cepat Habis?

Sebelum masuk ke solusi, penting untuk tahu dulu akar masalahnya. Nikon Z50 II hadir dengan layar vari-angle yang terang, koneksi Bluetooth dan WiFi yang selalu aktif, plus mode video yang sangat demanding.

Kombinasi semua itu dalam satu sesi bisa menguras baterai dengan cepat, bahkan sebelum kamu sadar masalahnya ada di mana.

Faktor Pemborosan Baterai Dampak terhadap Daya
Bluetooth & WiFi aktif terus Tinggi — menguras daya di latar belakang
Layar LCD terlalu terang Sedang hingga Tinggi
Image Stabilization (VR) aktif saat idle Sedang
Auto-focus terus aktif (AF-C) Sedang
Suhu lingkungan panas atau dingin ekstrem Sedang — mempengaruhi kapasitas kimia baterai
Merekam video 4K dengan layar aktif Sangat Tinggi

3 Cara Mengatasi Baterai Nikon Z50 II yang Cepat Habis

Dari semua yang kami uji, tiga cara ini memberikan dampak paling nyata dan paling cepat terasa bedanya. Tidak perlu beli aksesori tambahan dulu.

Cara 1: Matikan Koneksi Bluetooth dan WiFi Saat Tidak Dipakai

Ini adalah penyebab nomor satu yang paling sering diabaikan pengguna baru Z50 II. SnapBridge, aplikasi Nikon untuk sinkronisasi otomatis, membutuhkan Bluetooth yang selalu menyala di latar belakang.

Selama koneksi itu aktif, baterai terus terkuras meski kamera tidak sedang kamu gunakan untuk memotret.

Cara mematikannya sangat mudah:

  1. Masuk ke menu Setup Menu (ikon kunci pas)
  2. Pilih Connect to smart device
  3. Pilih Bluetooth connection, lalu set ke Disable
  4. Kembali ke menu sebelumnya, pilih Wi-Fi connection, set ke Disable

Dari pengujian kami, menonaktifkan kedua koneksi ini bisa menambah daya tahan baterai hingga 20-30% dalam satu sesi pemotretan.

Aktifkan kembali hanya saat kamu memang mau transfer foto ke smartphone. Kebiasaan kecil ini punya dampak yang sangat besar.

Cara 2: Optimalkan Pengaturan Layar dan Power Saving

Layar vari-angle Z50 II yang cerah memang nyaman dipakai, tapi justru itu salah satu konsumen daya terbesar di kamera ini.

Ada beberapa pengaturan yang bisa langsung kamu ubah untuk menekan konsumsi daya layar:

  • Kurangi kecerahan monitor: Menu Setup Menu → Monitor brightness. Turunkan dari nilai default ke sekitar -1 atau -2. Di dalam ruangan, ini lebih dari cukup.
  • Aktifkan Auto Monitor Off: Menu Setup Menu → Power off delay → Monitor. Set ke 10 detik atau bahkan lebih singkat. Layar akan mati otomatis saat kamera idle.
  • Aktifkan Sleep Mode yang agresif: Menu Setup Menu → Power off delay → Standby timer. Ubah ke 30 detik. Kamera akan masuk mode tidur lebih cepat saat tidak aktif.
  • Gunakan EVF lebih sering dari LCD: Meski Z50 II tidak punya viewfinder built-in seperti seri Z6/Z7, menggunakan monitor seperlunya tetap membantu.

Kombinasi pengaturan ini dari pengujian kami bisa menambah daya tahan baterai sekitar 15-25% untuk sesi foto biasa.

Khusus untuk kamu yang sering vlogging atau merekam video panjang, pertimbangkan juga untuk menyalakan kamera menggunakan power bank via USB-C — fitur ini didukung langsung oleh Z50 II.

Cara 3: Matikan Vibration Reduction (VR) Saat Memakai Tripod atau Lensa dengan VR Internal

Image Stabilization atau VR (Vibration Reduction) di Nikon Z50 II bekerja terus-menerus bahkan saat kamera diam di tangan kamu. Ini mengonsumsi daya yang cukup signifikan jika terus aktif.

Kalau kamu sedang memotret dengan tripod, atau menggunakan lensa yang sudah punya stabilisasi optis sendiri (seperti NIKKOR Z DX 16-50mm f/3.5-6.3 VR), matikan VR dari menu atau tombol VR di lensa.

Caranya:

  • Untuk lensa dengan tombol VR fisik: langsung toggle ke posisi OFF di badan lensa
  • Untuk pengaturan dari kamera: Photo Shooting Menu → Optical VR → Off

Selain itu, pastikan mode AF kamu tidak di AF-C (Continuous) terus-menerus kalau tidak diperlukan. AF-C membuat motor fokus bekerja konstan, yang juga memakan daya ekstra.

Ubah ke AF-S (Single) saat memotret subjek diam, dan aktifkan AF-C hanya untuk objek bergerak. Perubahan kecil ini cukup terasa, terutama dalam sesi foto panjang.

Tips Bonus: Cara Merawat Baterai EN-EL25a agar Tetap Awet

Tiga cara di atas mengatasi konsumsi daya harian. Tapi ada juga beberapa kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan jangka panjang baterai EN-EL25a milik Z50 II.

  • Jangan biarkan baterai habis total sebelum dicharge. Idealnya mulai charge saat daya tersisa 20-30%.
  • Simpan di suhu ruangan (15-25°C) saat tidak digunakan. Jangan tinggalkan baterai di dalam kamera yang terjemur matahari atau di dalam mobil panas.
  • Gunakan charger original Nikon (MH-32 atau charger USB-C resmi). Charger KW bisa merusak sel baterai dalam jangka panjang.
  • Jika kamera tidak dipakai lama, keluarkan baterai dan simpan terpisah dengan charge sekitar 50-60%.

Untuk pengguna di kota-kota dengan cuaca panas seperti Jakarta atau Surabaya, perhatikan ekstra soal suhu penyimpanan. Baterai lithium-ion sangat sensitif terhadap panas berlebih.

Kapan Kamu Perlu Beli Baterai Tambahan?

Kalau sudah menerapkan semua cara di atas tapi baterai masih terasa tidak cukup untuk kebutuhan kamu, mungkin memang sudah waktunya investasi baterai tambahan.

Baterai EN-EL25a original Nikon dijual di kisaran Rp 400.000–Rp 600.000 per unit di Tokopedia dan Shopee. Tapi ingat, selalu beli dari toko resmi atau seller terpercaya untuk menghindari baterai palsu yang justru berbahaya.

Alternatif lain yang lebih hemat adalah menggunakan power bank saat shooting via kabel USB-C. Z50 II mendukung charging sekaligus shooting, jadi ini solusi praktis khususnya buat vlogger.

Kamu juga bisa lihat artikel kami soal baterai Nikon Z30 yang cepat habis karena banyak tips-nya berlaku juga untuk Z50 II, mengingat keduanya pakai platform yang serupa.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berapa kapasitas baterai Nikon Z50 II dan kenapa terasa kurang?
Nikon Z50 II menggunakan baterai EN-EL25a dengan kapasitas 1120mAh. Angka ini memang lebih kecil dibanding kamera mirrorless full-frame. Dengan pengaturan default dan koneksi wireless aktif, wajar kalau terasa boros — tapi bisa sangat dioptimalkan dengan cara-cara di atas.
Apakah Z50 II bisa di-charge saat digunakan untuk merekam video?
Ya, Nikon Z50 II mendukung charging via USB-C saat kamera menyala. Artinya kamu bisa menghubungkan power bank selama sesi video panjang. Ini sangat berguna untuk vlogging atau live event di mana mengganti baterai tidak praktis.
Apakah baterai pihak ketiga aman untuk Nikon Z50 II?
Baterai third-party EN-EL25a banyak dijual di pasaran dengan harga lebih murah. Beberapa brand terpercaya seperti Wasabi Power cukup aman digunakan. Namun untuk keamanan jangka panjang dan garansi kamera, Nikon tetap merekomendasikan baterai original. Hindari baterai tanpa merek yang dijual sangat murah karena risiko keamanannya tinggi.
Berapa lama waktu charge baterai EN-EL25a dari kosong sampai penuh?
Menggunakan charger MH-32 original, baterai EN-EL25a membutuhkan sekitar 2 jam 20 menit untuk charge dari 0 sampai 100%. Lewat USB-C langsung ke kamera, waktunya bisa lebih panjang tergantung output charger yang digunakan.

Kesimpulan

Baterai Nikon Z50 II yang cepat habis hampir selalu disebabkan oleh tiga hal: koneksi wireless yang terus aktif, pengaturan layar yang boros, dan stabilisasi gambar yang tidak perlu menyala.

Matikan Bluetooth dan WiFi saat tidak transfer foto, optimalkan pengaturan layar dan sleep mode, serta bijak dalam menggunakan VR — ketiga langkah ini saja sudah bisa membuat perbedaan yang sangat signifikan dalam satu sesi pemotretan.

Kalau kamu juga punya masalah lain seperti koneksi SnapBridge yang sering putus, cek artikel kami tentang Nikon Z50 II WiFi tidak connect untuk panduan lengkapnya.

#nikon z50 ii #kamera mirrorless #baterai cepat habis #hemat baterai #troubleshoot #kamera #nikon #fotografi #videografi #konten kreator #masalah kamera #tips kamera #EN-EL25a #snapbridge #indonesia #2026
Dedi Lubis

Ditulis oleh: Dedi Lubis Fotografer & Jurnalis Kamera

Dedi Lubis adalah seorang Fotografer & Jurnalis Kamera dengan pengalaman lebih dari 8 tahun di industri teknologi. Lulusan Universitas Brawijaya, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di GadgetReview ID.

Comments