Review Xbox Series S Setelah 1 Tahun Pemakaian Terungkap
Amalia Syahputra
Setelah kami menggunakan Xbox Series S selama lebih dari 12 bulan penuh sebagai konsol gaming utama — mulai Juli 2025 hingga Juli 2026 — saatnya bicara jujur tentang konsol mungil dari Microsoft ini.
Review ini bukan sekadar unboxing atau kesan pertama. Ini pengalaman nyata dari ratusan jam gaming, puluhan judul game, dan berbagai kondisi pemakaian di Jakarta.
Kenapa Xbox Series S Menarik di Awal?
Saat pertama kali membeli Xbox Series S, daya tarik utamanya jelas: harga yang jauh lebih terjangkau dibanding Xbox Series X atau PlayStation 5.
Dengan banderol sekitar Rp 4,5 juta hingga Rp 5 juta di Tokopedia dan Shopee, ini adalah pintu masuk paling masuk akal ke dunia next-gen gaming buat gamer Indonesia. Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu, selalu cek toko resmi atau Tokopedia/Shopee untuk harga terkini.
Spesifikasi Xbox Series S Sekilas
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| CPU | AMD Zen 2, 8-core @ 3.6 GHz |
| GPU | AMD RDNA 2, 4 TFLOPS |
| RAM | 10GB GDDR6 |
| Storage Internal | 512GB SSD (NVMe Custom) |
| Target Resolusi | 1440p / 120fps |
| Dimensi | 27.5 x 15.1 x 6.5 cm |
| Berat | 1.93 kg |
| Konektivitas | Wi-Fi 5, Bluetooth 5.0, HDMI 2.1, 1x USB-A, 1x USB-C |
Performa Gaming Setelah 1 Tahun: Masih Kencang?
Jawaban singkatnya: ya, masih sangat solid untuk mayoritas kebutuhan gaming sehari-hari.
Selama setahun, kami memainkan berbagai judul mulai dari Forza Horizon 5, Halo Infinite, Starfield, hingga beberapa game indie lewat Xbox Game Pass. Hampir semua berjalan mulus di 1080p hingga 1440p dengan frame rate yang stabil.
Loading Time yang Bikin Senyum
Satu hal yang paling terasa dampaknya setelah lama memakai konsol lama adalah kecepatan loading Xbox Series S.
Berkat SSD custom NVMe-nya, game seperti Forza Horizon 5 dan Halo Infinite bisa masuk ke dalam game dalam waktu kurang dari 10 detik. Ini perubahan yang signifikan.
Quick Resume Masih Jadi Andalan
Fitur Quick Resume memungkinkan kamu menyimpan status beberapa game sekaligus dan langsung melanjutkan tanpa loading ulang.
Setelah setahun, fitur ini tetap berfungsi konsisten dan menjadi salah satu keunggulan yang paling sering kami gunakan setiap hari.
Masalah Storage: Ini yang Harus Kamu Tahu
Inilah keluhan terbesar yang pasti akan kamu temui: 512GB itu cepat sekali penuh.
Dengan ukuran game modern yang bisa mencapai 50–100GB per judul, kamu hanya bisa menyimpan sekitar 5–8 game sekaligus. Ini bukan angka yang nyaman, terutama jika kamu pelanggan Xbox Game Pass Ultimate yang suka eksplorasi banyak judul.
Solusi Storage Expansion
Microsoft menyediakan Seagate Storage Expansion Card khusus Xbox Series S/X yang bisa menambah kapasitas 1TB atau 2TB.
Sayangnya, harganya di Indonesia masih cukup mahal — sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta untuk yang 1TB. Ini biaya tambahan yang perlu masuk kalkulasi budget kamu.
Xbox Game Pass: Faktor Pembeda Terbesar
Jujur, tanpa Xbox Game Pass, value proposition Xbox Series S akan jauh berkurang.
Dengan berlangganan Xbox Game Pass Ultimate — yang di Indonesia bisa dibeli lewat Tokopedia atau Microsoft Store — kamu mendapatkan akses ke ratusan game termasuk semua first-party Microsoft di hari peluncuran. Ini adalah deal yang sangat masuk akal.
Berapa Game yang Kami Mainkan Lewat Game Pass?
Selama 12 bulan, kami mengakses lebih dari 40 judul game lewat Game Pass tanpa membeli secara terpisah.
Kalau dihitung nilai game-game tersebut jika dibeli satuan, penghematan yang kami dapatkan bisa mencapai lebih dari Rp 5 juta. Ini yang membuat ekosistem Xbox sangat kompetitif.
Suhu dan Kebisingan: Konsistensi Setahun Penuh
Xbox Series S didesain sebagai konsol all-digital tanpa disc drive, dengan form factor yang jauh lebih kecil dari Series X.
Setelah setahun pemakaian, konsol ini tetap beroperasi dengan tenang. Kipas terdengar sedikit saat sesi gaming berat selama 2–3 jam, tetapi tidak pernah sampai mengganggu.
Apakah Ada Overheating?
Kami tidak mengalami satu pun kejadian overheating selama setahun, asalkan ventilasi di sekitar konsol tidak terhalang.
Pastikan konsol berdiri vertikal atau horizontal dengan ruang napas yang cukup — setidaknya 10 cm di setiap sisi. Ini saran paling penting untuk pengguna di Indonesia dengan suhu ruangan yang cenderung lebih tinggi.
Kualitas Gambar: 1440p vs 4K Jujur-Jujuran
Xbox Series S menarget resolusi 1440p pada 60fps, bukan 4K native seperti Xbox Series X.
Untuk TV atau monitor Full HD (1080p) yang masih banyak dipakai gamer Indonesia, perbedaan ini praktis tidak terasa sama sekali. Gambar tetap tajam dan kaya warna.
Untuk Pemilik TV 4K
Jika kamu sudah punya TV 4K, Xbox Series S akan melakukan upscaling ke 4K. Hasilnya cukup baik untuk kebanyakan orang, meski memang tidak setajam output native 4K dari Series X.
Namun untuk gaming di ruang keluarga dengan jarak tonton normal, perbedaannya tidak akan membuat kamu merasa rugi.
Ekosistem dan Kompatibilitas Game
Xbox Series S mendukung backward compatibility yang sangat luas — ratusan game Xbox One, Xbox 360, bahkan Xbox original bisa dimainkan.
Beberapa game lawas bahkan mendapatkan peningkatan performa lewat fitur FPS Boost, yang membuat pengalaman memainkan game lama terasa lebih segar.
Satu Masalah yang Perlu Diperhatikan
Beberapa developer game AAA sesekali mengeluhkan keterbatasan RAM Xbox Series S (10GB vs 16GB di Series X) yang membuat port game menjadi lebih menantang.
Dalam praktiknya selama setahun ini, ada beberapa judul yang berjalan di setting yang lebih rendah dibanding versi Series X. Tapi untuk mayoritas game yang kami mainkan, hal ini tidak terasa signifikan.
Controller Xbox Wireless: Kelas Tersendiri
Controller yang disertakan bersama Xbox Series S masih salah satu yang terbaik di industri konsol gaming.
Ergonomi, build quality, dan respons tombol terasa premium. Setelah setahun dipakai intensif, tidak ada tanda-tanda keausan yang berarti pada stik maupun tombol.
Tabel Pros dan Cons Xbox Series S Setelah 1 Tahun
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Harga paling terjangkau di segmen next-gen | Storage 512GB cepat penuh |
| Loading time super cepat berkat SSD custom | Tidak ada disc drive |
| Quick Resume sangat berguna harian | Resolusi maksimal 1440p, bukan 4K native |
| Xbox Game Pass memberikan value luar biasa | Storage expansion card harganya mahal |
| Controller kelas dunia | RAM lebih kecil dari Series X bisa pengaruhi beberapa game |
| Desain compact, mudah dipindah | Tidak ada USB-C di bagian depan |
| Backward compatibility sangat luas | Library exclusive Microsoft masih kalah banyak dari PlayStation |
| Senyap dan tidak panas berlebih | Butuh koneksi internet yang stabil untuk Game Pass |
Untuk Siapa Xbox Series S Cocok?
Setelah setahun, kami bisa dengan yakin bilang Xbox Series S adalah pilihan tepat untuk gamer Indonesia yang main casual hingga semi-hardcore dengan budget terbatas.
Khususnya jika kamu tinggal di Jakarta atau kota besar lain dengan koneksi internet yang stabil, kombinasi Xbox Series S plus Game Pass Ultimate adalah salah satu proposisi terbaik di dunia gaming konsol saat ini.
Kurang Cocok Untuk
Xbox Series S kurang ideal jika kamu gamer yang sangat perfeksionis soal grafis native 4K atau koleksi game fisik.
Untuk kebutuhan itu, Xbox Series X atau PS5 akan lebih memuaskan — meski dengan biaya yang jauh lebih tinggi.
Verdict Setelah 1 Tahun
Xbox Series S adalah konsol yang janji awalnya benar-benar ditepati setelah setahun dipakai.
Performa tetap konsisten, ekosistem Game Pass terus berkembang, dan konsol ini terbukti tahan lama tanpa masalah berarti. Satu-satunya penyesalan terbesar hanyalah storage yang sempit — tapi itu memang trade-off yang sudah jelas dari awal.
Skor Akhir: 8.2 / 10 — Sangat direkomendasikan untuk gamer Indonesia yang mencari nilai terbaik di segmen next-gen gaming.
Tips Praktis Setelah 1 Tahun Pakai Xbox Series S
- Langsung langganan Xbox Game Pass Ultimate sejak awal — ini yang membuat konsol ini benar-benar worthit
- Sisihkan budget untuk Seagate Storage Expansion Card 1TB sejak awal jika memungkinkan
- Pastikan ventilasi konsol tidak terhalang, terutama di ruangan ber-AC Jakarta yang sering mati-nyala
- Manfaatkan fitur Quick Resume setiap hari — ini game changer yang sering diremehkan
- Prioritaskan game first-party Microsoft lewat Game Pass sebelum beli game third-party
- Gunakan Auto Low Latency Mode (ALLM) jika TV kamu mendukung untuk pengalaman gaming lebih responsif
- Update firmware konsol secara rutin — Microsoft cukup aktif merilis perbaikan performa
Pertanyaan Umum (FAQ)
Ditulis oleh: Amalia Syahputra Enthusiast Gaming Gear
Amalia Syahputra adalah seorang Enthusiast Gaming Gear dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di industri teknologi. Lulusan Universitas Indonesia, Telah menerbitkan ratusan review mendalam dengan pendekatan analitis yang menggabungkan teardown teknis dan skenario penggunaan nyata. Sebelum menjadi jurnalis independen, bekerja sebagai jurnalis tech senior di Selular Nusantara.
Rekomendasi untuk Kamu
OPPO Reno 9 Pro Plus Aplikasi Crash? Coba 20 Cara Ini
Aplikasi di OPPO Reno 9 Pro Plus tiba-tiba crash atau force close? Kami sudah menguji 20 cara ampuh untuk mengatasinya, dari solusi cepat hingga reset pabrik.
Harga Realme Book Prime di Depok Terbaru Juli 2026
Update harga Realme Book Prime di Depok per Juli 2026, lengkap dengan perbandingan harga online vs offline dan rekomendasi tempat beli terpercaya.