Apakah Sony WH-1000XM5 Masih Layak Dibeli di 2026?
Ajie Kusumadhany
Setelah kami menguji Sony WH-1000XM5 secara langsung selama hampir 3 minggu — dari awal Juli hingga pertengahan Juli 2026 — satu pertanyaan terus muncul dari komunitas audio di Jakarta: masih worth it nggak beli ini di 2026?
Pertanyaan itu wajar. Headphone ini sudah rilis beberapa tahun lalu, harganya masih lumayan tinggi, dan pasar sekarang penuh pesaing baru yang agresif dari Bose, Apple, sampai merek lokal-global lainnya.
Tapi setelah semua pengujian itu, jawabannya ternyata tidak sesederhana "ya" atau "tidak." Ada nuansanya — dan itulah yang akan kami bedah tuntas di artikel ini.
Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek toko resmi Sony, Tokopedia, atau Shopee untuk harga terkini sebelum membeli.
Spesifikasi Lengkap Sony WH-1000XM5
Sebelum masuk ke penilaian, mari kita lihat dulu spec sheet-nya secara menyeluruh.
| Fitur | Detail |
|---|---|
| Tipe | Over-ear, closed-back, wireless |
| Driver | 30mm Carbon Fiber Composite |
| Prosesor ANC | Dual Processor QN1 + HD Noise Cancelling |
| Mikrofon | 8 mikrofon (4 umpan maju, 4 umpan balik) |
| Bluetooth | 5.2 |
| Codec Didukung | SBC, AAC, LDAC |
| Daya Tahan Baterai | 30 jam (ANC aktif), 40 jam (ANC mati) |
| Pengisian Cepat | 3 jam playback dari 3 menit charging |
| Berat | 250 gram |
| Koneksi Multipoint | Ya (2 perangkat sekaligus) |
| Pelipatan | Tidak bisa dilipat (flat fold saja) |
| Harga Estimasi 2026 | Rp 4.200.000 – Rp 4.800.000 |
Desain dan Kenyamanan: Terasa Mewah, Tapi Ada Catatannya
WH-1000XM5 tampil lebih minimalis dibanding pendahulunya. Tidak ada engsel yang menonjol, tidak ada lekukan aneh — semuanya mengalir dengan bersih.
Bahan plastik premium yang digunakan terasa ringan di kepala, dan bantalan telinganya menggunakan synthetic leather yang lembut. Setelah 3–4 jam pemakaian berkelanjutan di suhu Jakarta yang panas, telinga mulai terasa sedikit hangat — ini wajar untuk kelas over-ear.
Satu hal yang perlu diperhatikan: WH-1000XM5 tidak bisa dilipat sepenuhnya seperti seri XM4. Ini membuat case-nya lebih besar dan kurang praktis buat traveler yang sering packing ketat.
Namun untuk pengguna kantoran atau WFH di Jakarta dan Surabaya yang lebih sering menaruh headphone di meja, ini bukan masalah besar.
Kualitas ANC: Masih Terbaik di Kelasnya?
Ini bagian yang paling dinantikan. Dan jawabannya: ANC-nya masih sangat impresif di 2026.
Kami menguji di beberapa skenario — kafe ramai, transportasi umum, hingga ruang kerja dengan AC yang berisik. Kemampuan Sony dalam meredam suara frekuensi rendah (seperti mesin pesawat atau AC sentral) terasa luar biasa.
Dibandingkan Bose QuietComfort Ultra yang pernah kami review sebelumnya, keduanya bersaing ketat. Sony unggul di konsistensi dan ketiadaan "pressure feeling" yang sering bikin kepala pusing saat ANC aktif terlalu lama.
Namun untuk suara frekuensi tinggi yang mendadak — seperti klakson motor — tetap ada suara yang tembus sedikit. Tidak sempurna, tapi masih terbaik di segmen harganya untuk kebanyakan pengguna Indonesia.
Kualitas Suara: Signature Sony yang Khas
Karakter suara WH-1000XM5 bisa digambarkan sebagai "warm V-shape" — bass terasa daging, treble cukup detail, dan midrange yang tidak terlalu maju.
Ini cocok untuk pendengar kasual yang suka mendengarkan pop, hip-hop, atau musik elektronik. Tapi untuk audiofil yang butuh presentasi vokal yang lebih natural dan "flat", mungkin perlu eksperimen lebih dengan equalizer di aplikasi Sony Headphones Connect.
Dengan codec LDAC aktif dan sumber lagu lossless (kami pakai Tidal HiFi), detail micro-dynamics-nya sangat baik untuk kelas harganya. Ini bukan planar magnetic seperti Edifier STAX Spirit S3, tapi untuk headphone wireless, ini sangat solid.
Baterai dan Pengisian: Tidak Ada Keluhan
Klaim 30 jam dengan ANC aktif kami verifikasi sendiri — hasilnya mendekati 28–29 jam di volume 60–70% dengan LDAC aktif. Sangat realistis.
Fitur quick charge-nya pun benar-benar berguna. Tiga menit charging memberikan sekitar 3 jam playback — cocok banget untuk pengguna yang sering lupa ngecas malam sebelumnya.
Pengisian penuh dari 0% ke 100% membutuhkan sekitar 3,5 jam via USB-C. Tidak secepat smartphone modern, tapi masih wajar untuk headphone kelas ini.
Kualitas Mikrofon untuk Call: Layak, Bukan Luar Biasa
Salah satu area yang agak mengecewakan adalah kualitas mikrofon saat digunakan untuk voice call. Di lingkungan yang relatif senyap, suara tetap terdengar jernih dan natural.
Tapi saat berada di lingkungan bising — seperti jalanan Jakarta di jam sibuk — pendengar di seberang sering melaporkan suara yang terdengar "tipis" atau terkadang ada artefak dari pemrosesan noise reduction mikrofon.
Untuk keperluan meeting Zoom atau Google Meet dalam ruangan, ini lebih dari cukup. Tapi kalau kamu sering nelpon sambil jalan di luar, ekspektasinya perlu diturunkan sedikit.
Perbandingan dengan Kompetitor 2026
Supaya lebih mudah memutuskan, berikut posisi WH-1000XM5 di antara kompetitornya yang relevan:
| Model | Harga (Est.) | ANC | Baterai | Codec Tertinggi | Lipat? |
|---|---|---|---|---|---|
| Sony WH-1000XM5 | ~Rp 4,5 Juta | ★★★★★ | 30 jam | LDAC | Tidak |
| Bose QC Ultra | ~Rp 5,5 Juta | ★★★★★ | 24 jam | aptX Adaptive | Ya |
| Apple AirPods Max | ~Rp 7,5 Juta | ★★★★★ | 20 jam | AAC | Tidak |
| Anker Soundcore Q45 | ~Rp 700 Ribu | ★★★☆☆ | 50 jam | LDAC | Ya |
| 1More SonoFlow | ~Rp 1,2 Juta | ★★★★☆ | 70 jam | LDAC | Ya |
Dari tabel di atas, jelas bahwa Sony WH-1000XM5 duduk di posisi sweet spot antara performa premium dan harga yang lebih masuk akal dibanding AirPods Max.
Kelebihan dan Kekurangan Sony WH-1000XM5
| 👍 Kelebihan | 👎 Kekurangan |
|---|---|
| ANC terbaik di kelasnya untuk frekuensi rendah | Tidak bisa dilipat sepenuhnya |
| Baterai 30 jam sangat memadai | Case besar dan kurang travel-friendly |
| Dukungan LDAC untuk audio lossless | Mikrofon call di luar ruangan kurang memuaskan |
| Quick charge 3 menit = 3 jam playback | Harga masih relatif tinggi untuk pasar Indonesia |
| Koneksi multipoint 2 perangkat sekaligus | Tanpa aptX atau aptX HD |
| Desain elegan dan ringan (250g) | Tidak tahan air (tidak ada rating IPX) |
| Aplikasi Sony Headphones Connect lengkap | Bantalan telinga bisa panas di iklim tropis |
Untuk Siapa Sony WH-1000XM5 Cocok?
Setelah pengujian intensif, kami bisa simpulkan profil pengguna yang akan paling puas dengan headphone ini.
Sangat Direkomendasikan Untuk:
- Pekerja kantoran dan WFH yang butuh fokus tinggi dan sering dalam meeting
- Traveler frequent flyer yang sering naik pesawat dan butuh ANC kuat untuk meredam suara kabin
- Pengguna Android yang ingin maksimalkan LDAC untuk streaming musik lossless
- Content creator yang butuh monitoring audio yang akurat saat editing
Mungkin Ada Pilihan Lebih Baik Jika:
- Budget di bawah Rp 2 juta — lihat alternatif seperti 1More SonoFlow atau Anker Soundcore Q45
- Kamu butuh headphone yang sangat compact dan mudah dilipat untuk backpacking
- Kamu pengguna iPhone eksklusif yang ingin integrasi Siri dan Spatial Audio terbaik — AirPods Max lebih masuk akal
- Kamu sering digunakan untuk olahraga outdoor karena tidak ada proteksi air
Harga dan Tempat Beli di Indonesia 2026
Per Juli 2026, Sony WH-1000XM5 dijual di kisaran Rp 4.200.000 hingga Rp 4.800.000 tergantung platform dan promo yang sedang berjalan.
- Sony Store Resmi (sony.co.id atau toko fisik di mal besar Jakarta, Surabaya, Bandung): Harga standar dengan garansi resmi Sony Indonesia 1 tahun
- Tokopedia / Shopee (toko official Sony): Sering ada cashback atau voucher yang bisa memangkas harga hingga Rp 300.000–500.000
- iBox dan Erafone: Tersedia di beberapa cabang dengan program cicilan 0%
Kami sarankan untuk membeli dari toko resmi atau official store agar mendapat garansi resmi. Headphone Sony palsu atau refurbished tidak resmi cukup banyak beredar di marketplace, jadi pastikan cek badge "Official Store" sebelum checkout.
Verdict: Masih Layak Dibeli di 2026?
Ya — tapi dengan catatan yang jelas.
Sony WH-1000XM5 tetap menjadi salah satu headphone wireless ANC terbaik yang bisa kamu beli di Indonesia pada 2026. ANC-nya belum terkalahkan di segmen harganya, kualitas suaranya sangat menyenangkan untuk penggunaan sehari-hari, dan baterainya benar-benar bisa diandalkan.
Yang perlu kamu terima: ini bukan headphone yang sempurna. Desainnya tidak bisa dilipat, tidak tahan air, dan kualitas mikrofon outdoor-nya biasa saja. Tapi untuk use case utamanya — meredam kebisingan kantor, perjalanan, atau WFH — ini masih raja.
Kalau kamu sudah punya XM4 dalam kondisi baik, upgrade ke XM5 belum terlalu urgent. Tapi kalau kamu beli dari nol dan siap investasi Rp 4,5 juta lebih untuk headphone yang benar-benar kerja, WH-1000XM5 adalah pilihan yang sangat solid dan tidak akan mengecewakan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Ditulis oleh: Ajie Kusumadhany Smartphone, Laptop, Gadget
Ajie Kusumadhany adalah tech enthusiast dan reviewer gadget dari Indonesia. Berpengalaman mengulas smartphone, laptop, dan aksesori elektronik konsumen. Berbagi review mendalam, spesifikasi, dan insight harga untuk membantu konsumen Indonesia membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas.
Rekomendasi untuk Kamu
OPPO Reno 9 Pro Plus Aplikasi Crash? Coba 20 Cara Ini
Aplikasi di OPPO Reno 9 Pro Plus tiba-tiba crash atau force close? Kami sudah menguji 20 cara ampuh untuk mengatasinya, dari solusi cepat hingga reset pabrik.
Harga Realme Book Prime di Depok Terbaru Juli 2026
Update harga Realme Book Prime di Depok per Juli 2026, lengkap dengan perbandingan harga online vs offline dan rekomendasi tempat beli terpercaya.