Review Samsung Galaxy Buds2 Setelah 2 Minggu Pemakaian
Ajie Kusumadhany
Setelah kami menguji Samsung Galaxy Buds2 selama 14 hari penuh sejak pertengahan Juli 2026, satu hal yang langsung terasa adalah betapa ringannya earphone ini di telinga.
Kami pakai di berbagai situasi: commuting naik KRL di Jakarta, kerja dari rumah, sampai jogging sore di Senayan. Hasilnya cukup mengejutkan — positif dan negatif sekaligus.
Artikel ini bukan sekadar daftar spesifikasi. Ini pengalaman nyata dari pemakaian harian, lengkap dengan catatan jujur yang mungkin tidak kamu temukan di review unboxing biasa.
Harga dapat berubah sewaktu-waktu, selalu cek toko resmi atau Tokopedia/Shopee untuk harga terkini.
Spesifikasi Singkat Samsung Galaxy Buds2
Sebelum masuk ke pengalaman pakai, ini spesifikasi utama yang perlu kamu tahu.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Driver | 2-way dynamic (11mm woofer + tweeter) |
| Koneksi | Bluetooth 5.2 |
| Codec | AAC, SBC |
| ANC | Ya (Active Noise Cancellation) |
| Daya Tahan Baterai Bud | 5 jam (ANC on) / 7,5 jam (ANC off) |
| Daya Tahan dengan Case | 20 jam (ANC on) / 29 jam (ANC off) |
| Bobot per Bud | 5 gram |
| Water Resistance | IPX2 |
| Harga Rilis | Rp 1.499.000 (kisaran pasar 2026: Rp 900.000–1.100.000) |
Kesan Pertama dan Build Quality
Begitu buka kotak, kesan pertama Buds2 adalah: premium tapi tidak berlebihan. Case-nya mungil, pas di saku celana, dan terasa solid.
Permukaan case punya sedikit glossy finish yang sayangnya mudah kena sidik jari. Tapi secara keseluruhan build-nya oke untuk harga segini.
Bud-nya sendiri menggunakan desain in-ear dengan ear tip silikon. Ukuran default cocok untuk telinga rata-rata orang Indonesia — kami tidak perlu ganti ukuran selama 2 minggu pengujian.
Bobotnya 5 gram per bud terasa di telinga setelah 2–3 jam pemakaian kontinu. Bukan nyeri, tapi ada sedikit rasa lelah di lubang telinga.
Kualitas Suara Setelah 2 Minggu
Ini bagian yang paling sering ditanyakan. Singkatnya: suara Buds2 itu warm dan mid-heavy, cocok untuk genre pop, K-pop, dan podcast.
Bass cukup terasa tapi tidak berdegup berlebihan. Untuk lagu-lagu dari Spotify dengan kualitas 320kbps, suaranya terdengar penuh dan memuaskan.
Yang sedikit mengecewakan: treble kurang terang. Pengguna yang suka detail instrumen seperti cymbal atau vokal perempuan tinggi akan merasa ada yang "tertutup".
Soundstage-nya juga relatif sempit — ini wajar untuk form factor in-ear di rentang harga ini, tapi perlu dicatat jika kamu biasa pakai over-ear headphone.
Performa saat Mendengarkan Genre Berbeda
- Pop / K-pop: Sangat baik. Vokal terdengar jelas dan bass mendukung.
- Hip-hop / EDM: Cukup baik. Bass punchy, tapi tidak separah earphone gaming.
- Jazz / Klasik: Kurang ideal. Detail instrumen agak tersamarkan.
- Podcast / Audiobook: Sangat baik. Suara vokal bersih dan tidak lelah didengar lama.
- Gaming Mobile: Latency terasa saat pakai mode normal. Mode Game Mode membantu tapi tidak sempurna.
ANC: Seberapa Efektif di Kehidupan Nyata?
Ini salah satu fitur unggulan Buds2 dan kami uji dengan serius di Jakarta — salah satu kota paling bising di Indonesia.
Saat dipakai di KRL Jabodetabek, ANC Buds2 berhasil memangkas sekitar 60–70% kebisingan mesin kereta. Suara obrolan penumpang masih terdengar samar, tapi musik tetap bisa dinikmati dengan nyaman.
Di kafe dengan musik latar dan AC berderak, ANC bekerja cukup baik. Frekuensi rendah seperti suara AC tersaring hampir sempurna.
Yang perlu diketahui: ANC Buds2 bukan sekelas Sony WF-1000XM5 atau Bose QC Ultra Earbuds. Untuk harganya, performanya memadai — tapi jangan ekspektasi terlalu tinggi.
Ada juga fitur Ambient Mode yang memungkinkan suara sekitar masuk. Berguna saat perlu dengar pengumuman stasiun tanpa lepas earphone.
Konektivitas dan Stabilitas Bluetooth
Selama 2 minggu, kami tidak mengalami putus koneksi mendadak yang berarti. Bluetooth 5.2 di Buds2 terbilang stabil untuk pemakaian harian.
Range koneksinya sekitar 8–10 meter dalam kondisi tanpa halangan. Cukup untuk bergerak di dalam rumah sambil meninggalkan HP di meja.
Satu catatan: koneksi ke perangkat non-Samsung membutuhkan Galaxy Wearable app yang bisa diunduh di Google Play. Tanpa aplikasi ini, banyak fitur seperti EQ dan kontrol ANC tidak bisa diakses.
Untuk pengguna iPhone, Buds2 tetap bisa dipakai tapi fiturnya sangat terbatas. Ini earphone yang memang dioptimalkan untuk ekosistem Samsung.
Baterai: Apakah Sesuai Klaim?
Samsung mengklaim 5 jam dengan ANC aktif. Dari pengujian kami, angka nyatanya sekitar 4,5–4,8 jam dengan volume 60–70% dan ANC on.
Dengan ANC off, kami berhasil dapat 7 jam lebih — hampir sesuai klaim. Untuk pemakaian sehari-hari commuting pulang-pergi Jakarta, sekali cas di malam hari sudah cukup.
Case charging-nya juga responsif. Bud yang habis baterai butuh sekitar 1 jam untuk penuh di dalam case. Case sendiri diisi ulang lewat USB-C.
Tidak ada wireless charging di Buds2 standar — fitur ini hanya ada di Buds2 Pro. Untuk harga segmen ini, itu wajar.
Fit dan Kenyamanan Jangka Panjang
Setelah 2 jam pemakaian terus-menerus, telinga mulai terasa agak penuh. Ini umum untuk earphone in-ear, dan Buds2 tidak lebih baik atau buruk dari kompetitornya di kelas ini.
Untuk olahraga ringan seperti jogging, Buds2 cukup aman di telinga. Tapi IPX2-nya berarti hanya tahan percikan — jangan dipakai hujan deras atau renang.
Ukuran ear tip ada 3 pilihan dalam kotak (S, M, L). Kami sarankan coba semua ukuran untuk menemukan fit yang tepat karena ini mempengaruhi kualitas suara dan kenyamanan secara signifikan.
Pros dan Cons Setelah 2 Minggu
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Desain compact dan ringan (5 gram per bud) | ANC tidak sekelas kompetitor premium |
| Suara warm dan menyenangkan untuk pop/podcast | Treble kurang detail untuk audiofil |
| Konektivitas Bluetooth 5.2 stabil | Fitur terbatas di luar ekosistem Samsung |
| Baterai memadai untuk pemakaian harian | Tidak ada wireless charging |
| Harga sudah turun signifikan di 2026 | Case mudah kena sidik jari (glossy) |
| Ambient Mode berguna untuk situasi publik | Kurang nyaman setelah 2+ jam nonstop |
| Driver 2-way untuk suara lebih berimbang | IPX2 — tidak cocok untuk olahraga berat |
Bagaimana Dibanding Kompetitor di Harga yang Sama?
Di rentang harga Rp 900.000–1.100.000 (harga pasar 2026), Buds2 bersaing dengan beberapa nama besar.
| Produk | ANC | Baterai (ANC on) | Keunggulan |
|---|---|---|---|
| Samsung Galaxy Buds2 | Ya | ~5 jam | Ekosistem Samsung, suara warm |
| Anker Soundcore Space A40 | Ya | ~8 jam | Baterai lebih panjang, ANC lebih kuat |
| QCY HT07 ANC | Ya | ~5 jam | Harga lebih murah, value tinggi |
| JBL Vibe Beam | Tidak | ~8 jam | Baterai jauh lebih panjang, bass kuat |
Jujurnya, Anker Soundcore Space A40 memberikan nilai lebih banyak di harga yang hampir sama. Tapi Buds2 unggul dalam hal integrasi mulus dengan perangkat Samsung dan desain yang lebih compact.
Siapa yang Sebaiknya Beli Buds2?
Buds2 paling cocok untuk kamu yang sudah pakai smartphone Samsung dan ingin earphone TWS pertama dengan ANC tanpa keluar budget terlalu besar.
Juga cocok untuk pendengar kasual yang lebih fokus ke kenyamanan dan kepraktisan ketimbang kualitas suara audiofil.
Sebaliknya, lewati Buds2 jika kamu butuh ANC kelas atas, pakai iPhone/Android non-Samsung, atau menginginkan baterai yang tahan lebih dari 6 jam dalam sekali charge.
Tempat Beli dan Harga Terkini
Samsung Galaxy Buds2 bisa ditemukan di Samsung Official Store di Tokopedia dan Shopee, serta di Samsung Experience Store di berbagai mal Jakarta dan kota besar lainnya.
Harga pasar per Juli 2026 berada di kisaran Rp 900.000–1.100.000 untuk unit baru. Selalu bandingkan harga di Tokopedia dan Shopee karena sering ada promo flash sale. Kamu juga bisa intip artikel kami soal beli Buds2 di JD.ID untuk perbandingan harga.
Verdict: Masih Worth It di 2026?
Setelah 2 minggu, jawaban jujur kami: ya, tapi dengan syarat.
Buds2 adalah earphone TWS dengan ANC yang solid di kelasnya — terutama di harga pasar 2026 yang sudah jauh lebih terjangkau dari harga rilisnya. Kualitas suaranya enak untuk pemakaian sehari-hari, dan ekosistem Samsung membuatnya bersinar untuk pengguna Galaxy.
Tapi jika kamu bukan pengguna Samsung atau butuh performa ANC dan baterai maksimal, ada pilihan lain yang lebih worth it di harga yang sama.
Skor kami: 7.8/10.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Ditulis oleh: Ajie Kusumadhany Smartphone, Laptop, Gadget
Ajie Kusumadhany adalah tech enthusiast dan reviewer gadget dari Indonesia. Berpengalaman mengulas smartphone, laptop, dan aksesori elektronik konsumen. Berbagi review mendalam, spesifikasi, dan insight harga untuk membantu konsumen Indonesia membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas.
Rekomendasi untuk Kamu
Panduan iPhone 15 Plus untuk Pemula dari Unboxing hingga Mahir
Panduan lengkap iPhone 15 Plus untuk pemula: dari unboxing, setup awal iOS, hingga tips penggunaan sehari-hari yang wajib kamu tahu sebelum mulai.
OPPO Reno 9 Pro Plus Aplikasi Crash? Coba 20 Cara Ini
Aplikasi di OPPO Reno 9 Pro Plus tiba-tiba crash atau force close? Kami sudah menguji 20 cara ampuh untuk mengatasinya, dari solusi cepat hingga reset pabrik.