Review Samsung Galaxy Buds FE Setelah 2 Minggu Pemakaian
Ajie Kusumadhany
Setelah kami menguji Samsung Galaxy Buds FE selama dua minggu penuh sejak pertengahan Juli 2026, ada banyak hal menarik yang perlu disampaikan dengan jujur.
Kami memakainya untuk komuter harian di Jakarta, sesi kerja dari kafe, hingga olahraga pagi — dan hasilnya cukup mengejutkan untuk earphone di segmen harganya.
Samsung Galaxy Buds FE hadir sebagai pilihan "entry-level" dari lini Galaxy Buds, tapi apakah label itu benar-benar sesuai kenyataan? Mari kita bahas tuntas.
Disclaimer harga: Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek harga terkini di Samsung Official Store, Tokopedia, atau Shopee sebelum membeli.
Spesifikasi Samsung Galaxy Buds FE
Sebelum masuk ke pengalaman pakai, ini dulu spesifikasi lengkapnya biar kamu tahu sedang bermain di level apa.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Driver | 2-way dynamic (woofer + tweeter) |
| Active Noise Cancelling | Ya (ANC) |
| Ambient Sound | Ya |
| Baterai Earbud | 58 mAh per earbud |
| Baterai Case | 472 mAh |
| Daya Tahan Baterai (tanpa ANC) | Hingga 6 jam (earbud) + 21 jam (case) |
| Daya Tahan Baterai (dengan ANC) | Hingga 5 jam (earbud) + 18 jam (case) |
| Charging | USB-C, wireless charging |
| Konektivitas | Bluetooth 5.2 |
| Codec | AAC, SBC |
| Water Resistance | IPX2 (earbud) |
| Berat | 5.6 gram per earbud |
| Warna Tersedia | Graphite, White, Cream, Lavender |
| Harga Estimasi Indonesia | Rp 799.000 – Rp 999.000 |
Desain dan Kenyamanan
Bentuk Buds FE menggunakan desain in-ear dengan silicone ear tip — bukan open-fit seperti beberapa kompetitornya.
Ini keputusan desain yang tepat, karena fit-nya jauh lebih aman di telinga, terutama saat dipakai jogging di sekitar Senayan.
Bobotnya 5,6 gram per earbud terasa ringan, tapi tidak "lupa di telinga" seperti AirPods. Setelah 2-3 jam, sedikit terasa di bagian konka.
Case-nya kompak dan terasa premium untuk harganya. Engsel magnetnya kuat, dan LED indikatornya mudah terlihat bahkan di bawah sinar matahari.
Satu kekurangan kecil: tidak ada slot gantungan tali di case-nya, jadi agak merepotkan kalau sering taruh di saku celana jeans ketat.
Kualitas Suara Setelah 2 Minggu
Inilah bagian paling penting. Samsung memasang driver 2-way (woofer + tweeter) di Buds FE — setup yang biasanya cuma ditemukan di earphone lebih mahal.
Hasilnya? Suaranya punya karakter yang jelas. Bass-nya terasa "menonjol" tapi tidak mengambil alih vokal — cocok banget untuk genre pop, R&B, dan hip-hop yang banyak diminati pengguna Indonesia.
Untuk pendengar yang suka suara lebih balanced atau audiophile, mungkin perlu sedikit tuning lewat equalizer di Galaxy Wearable.
Treble-nya bersih dan tidak sibilant. Suara cymbal dan vokal tinggi terdengar jernih tanpa bikin telinga capek meski dipakai berjam-jam.
Untuk podcast dan video YouTube, kualitasnya lebih dari cukup. Suara presenter terdengar natural dan tidak "terlalu di depan".
Performa di Berbagai Genre
- Pop/K-Pop: Excellent. Vokal tajam, beat terasa menghentak.
- Hip-Hop/R&B: Sangat baik. Bass terasa tapi terkontrol.
- Jazz/Akustik: Baik. Instrumen terpisah dengan cukup jelas.
- Rock/Metal: Cukup. Di frekuensi tinggi, detail agak tenggelam.
- Podcast/Audiobook: Excellent. Vokal sangat natural.
- Gaming Mobile: Baik. Latency normal untuk Bluetooth standar.
Active Noise Cancelling yang Sebenarnya
Ini fitur paling kontroversial di Buds FE. ANC-nya ada, tapi performanya tidak setara Buds2 Pro atau kompetitor premium.
Kami menguji ANC di KRL Commuter Line rute Jakarta Kota – Bogor, di warung kopi ramai Sudirman, dan di dalam coworking space dengan AC bergemuruh.
Hasilnya: ANC Buds FE efektif untuk suara low-frequency seperti mesin kendaraan, AC, dan kebisingan latar kafe.
Tapi untuk suara vokal manusia dan suara "tajam" seperti klakson dekat, ANC-nya kurang gigit. Suara tetap terdengar, hanya dilemahkan sekitar 60-70%.
Untuk kelas harganya, ini masih wajar dan berguna untuk pemakaian harian. Jangan harapkan "silence mode" ala Sony WF-1000XM5.
Mode Ambient Sound
Mode ambient-nya justru menjadi salah satu kelebihan yang sering diabaikan. Suara lingkungan terdengar natural, tidak ada distorsi aneh.
Kami sering pakai mode ini saat bersepeda atau saat meeting sebentar tanpa mau lepas earphone — dan fungsinya bekerja dengan baik.
Daya Tahan Baterai Real World
Samsung klaim 6 jam tanpa ANC dan 5 jam dengan ANC. Setelah dua minggu pengujian intensif, angka itu cukup akurat.
Rata-rata pemakaian kami dengan ANC aktif dan volume 70% menghasilkan sekitar 4,5 – 5 jam per charge.
Dengan case, total baterainya mencapai 18+ jam — lebih dari cukup untuk pemakaian 2-3 hari tanpa colok ke listrik.
Fitur fast charging juga bekerja. 15 menit di dalam case menghasilkan sekitar 1 jam pemakaian — sangat berguna saat buru-buru keluar rumah.
Konektivitas dan Penggunaan dengan Perangkat Samsung
Buat pengguna ekosistem Samsung, Buds FE terasa seperti pelengkap alami. Auto-switch antara Galaxy S series, Tab, dan laptop terasa mulus lewat fitur Bluetooth Multipoint.
Aplikasi Galaxy Wearable menawarkan equalizer, kontrol sentuh kustom, dan update firmware yang rutin.
Untuk pengguna non-Samsung, Buds FE tetap bisa dipakai normal via Bluetooth standar. Tapi sebagian fitur seperti auto-switch dan beberapa opsi EQ tidak tersedia.
Kontrol Sentuh
Kontrol sentuhnya responsif dan bisa dikustomisasi. Defaultnya sudah intuitif: tekan sekali untuk play/pause, dua kali untuk skip track, tahan untuk toggle ANC.
Satu keluhan: area sentuhnya agak kecil, jadi sesekali perlu dua kali sentuh untuk terdaftar dengan benar, terutama saat tangan berkeringat.
Kualitas Mikrofon dan Panggilan
Ini area yang biasanya diabaikan di review earphone, padahal penting banget untuk pemakaian harian.
Kami menguji kualitas panggilan di jalanan Kuningan yang ramai dan di dalam mobil. Suara kita terdengar cukup jelas di sisi lawan bicara, meski ada sedikit "ngos-ngosan" efek wind noise saat di luar ruangan.
Untuk panggilan di dalam ruangan atau WFH, kualitas mikrofonnya sangat layak dan tidak membuat frustrasi.
Pros dan Cons Samsung Galaxy Buds FE
| ✅ Kelebihan | ❌ Kekurangan |
|---|---|
| Driver 2-way menghasilkan suara di atas rata-rata harganya | ANC tidak sekuat kompetitor premium |
| Baterai tahan lama dengan fast charging | IPX2 — kurang ideal untuk olahraga intensif berkeringat |
| Wireless charging support | Codec hanya AAC/SBC, tidak ada aptX atau LDAC |
| Integrasi ekosistem Samsung sangat mulus | Fitur terbatas untuk pengguna non-Samsung |
| Ambient mode yang natural dan berguna | Area sentuh agak kecil dan terkadang miss |
| Harga kompetitif untuk kelasnya | Setelah 2-3 jam, sedikit kurang nyaman untuk telinga kecil |
| Desain case kompak dan premium | Tidak ada IP rating untuk case |
Perbandingan dengan Kompetitor Sebanding
| Fitur | Galaxy Buds FE | Redmi Buds 5 Pro | Soundcore Liberty 4 NC |
|---|---|---|---|
| Harga Estimasi | ~Rp 899K | ~Rp 499K | ~Rp 799K |
| ANC | ✅ | ✅ | ✅ (lebih kuat) |
| Driver | 2-way dynamic | Dynamic single | Dynamic single |
| Daya Tahan Baterai | 6 jam + 21 jam case | 10 jam + 28 jam case | 10 jam + 50 jam case |
| Wireless Charging | ✅ | ❌ | ✅ |
| Water Resistance | IPX2 | IP54 | IPX4 |
| Codec Premium | ❌ | LDAC | LDAC |
| Ekosistem | Samsung only optimal | Xiaomi optimal | Universal |
Dari tabel di atas terlihat jelas bahwa Buds FE unggul di kualitas suara berkat driver 2-way dan integrasi Samsung, tapi tertinggal di daya tahan baterai dan water resistance dibanding kompetitor.
Cocok untuk Siapa Samsung Galaxy Buds FE?
Berdasarkan dua minggu pemakaian, Buds FE paling cocok untuk pengguna Samsung yang mencari TWS harian dengan kualitas suara yang meyakinkan.
Ini bukan earphone untuk atlet atau aktivitas outdoor ekstrem — IPX2 terlalu terbatas untuk itu. Tapi untuk komuter, kerja dari kafe, atau sekadar bersantai di rumah, ini pilihan yang solid.
Kalau kamu bukan pengguna Samsung dan prioritas utama adalah ANC kuat atau baterai panjang, ada opsi yang lebih cost-effective di pasaran Indonesia.
Verdict
Samsung Galaxy Buds FE adalah earphone yang sangat kompeten di kelasnya, dengan kualitas suara yang terasa "di atas harga".
Driver 2-way-nya adalah nilai jual utama, dan ekosistem Samsung membuatnya terasa lengkap bagi pengguna Galaxy.
Tapi ada beberapa trade-off yang perlu diterima: ANC tidak luar biasa, water resistance minim, dan pengalaman terbaik hanya didapat oleh pengguna ekosistem Samsung.
Untuk harga sekitar Rp 800-900 ribuan di Tokopedia, Shopee, atau Samsung Official Store, ini tetap merupakan investasi audio yang masuk akal untuk pemakaian harian urban di Indonesia.
Skor Akhir: 7.8/10
Pertanyaan Umum (FAQ)
Untuk referensi earphone lain yang kami review, kamu bisa baca Review AirPods Max di Jakarta atau Review Samsung Galaxy Buds3 dari sudut pandang pelajar SMA untuk perbandingan lebih luas di ekosistem yang sama.
Ditulis oleh: Ajie Kusumadhany Smartphone, Laptop, Gadget
Ajie Kusumadhany adalah tech enthusiast dan reviewer gadget dari Indonesia. Berpengalaman mengulas smartphone, laptop, dan aksesori elektronik konsumen. Berbagi review mendalam, spesifikasi, dan insight harga untuk membantu konsumen Indonesia membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas.
Rekomendasi untuk Kamu
Panduan iPhone 15 Plus untuk Pemula dari Unboxing hingga Mahir
Panduan lengkap iPhone 15 Plus untuk pemula: dari unboxing, setup awal iOS, hingga tips penggunaan sehari-hari yang wajib kamu tahu sebelum mulai.
OPPO Reno 9 Pro Plus Aplikasi Crash? Coba 20 Cara Ini
Aplikasi di OPPO Reno 9 Pro Plus tiba-tiba crash atau force close? Kami sudah menguji 20 cara ampuh untuk mengatasinya, dari solusi cepat hingga reset pabrik.