Review Baseus 65W GaN Charger di Medan Worth It 2026?
Ajie Kusumadhany
Setelah kami menguji Baseus 65W GaN Charger secara langsung selama tiga minggu di Medan, ada banyak hal menarik yang perlu dibahas — termasuk beberapa kejutan yang tidak kami ekspektasikan. Pengujian ini kami lakukan mulai awal Juli 2026, dengan kondisi iklim Medan yang panas dan lembap sebagai variabel nyata.
Charger GaN memang sedang naik daun di Indonesia, dan Baseus adalah salah satu merek yang paling sering muncul di Tokopedia dan Shopee. Tapi apakah harga dan performanya sebanding? Mari kita bedah tuntas.
Kenapa Charger GaN Makin Relevan di 2026?
Pengguna gadget di Indonesia kini membawa lebih banyak perangkat sekaligus — laptop, smartphone, tablet, dan TWS. Charger konvensional jelas tidak cukup lagi.
GaN (Gallium Nitride) hadir sebagai solusi: ukuran lebih kecil, panas lebih rendah, dan output lebih tinggi dibanding charger silikon tradisional. Baseus 65W menjanjikan semua itu dalam satu colokan kecil.
Spesifikasi Lengkap Baseus 65W GaN Charger
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Teknologi Pengisian | GaN (Gallium Nitride) |
| Total Output Maksimum | 65W |
| Port | 2x USB-C + 1x USB-A |
| USB-C Port 1 (tunggal) | 65W (PD 3.0) |
| USB-C Port 1+2 (bersamaan) | 45W + 20W |
| USB-A | 22.5W (SCP / QC 3.0) |
| Protokol Fast Charging | PD 3.0, QC 3.0, AFC, SCP, FCP |
| Dimensi | ±52 x 52 x 30 mm |
| Berat | ±112 gram |
| Input | 100–240V (universal) |
| Sertifikasi | CE, FCC, RoHS |
| Harga Estimasi (Juli 2026) | Rp 200.000 – Rp 270.000 |
Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek toko resmi Baseus, Tokopedia, atau Shopee untuk harga terkini.
Unboxing dan Kesan Pertama di Medan
Kotak datang dalam kondisi mulus via pengiriman ke Medan, Sumatera Utara. Isinya simpel: charger, kabel USB-C ke USB-C 1 meter, dan buku garansi.
Kesan pertama? Charger ini kecil. Jauh lebih kecil dari charger laptop 65W standar yang biasanya sebesar kepalan tangan. Di genggaman, terasa padat dan kokoh — tidak ada kesan murahan sama sekali.
Material dan Build Quality
Bodinya terbuat dari plastik matte hitam yang tidak mudah sidik jari. Tiga port tertata rapi di sisi depan dengan label yang jelas.
Pin colokan PLN-nya terasa keras dan presisi — tidak goyah saat dicolokkan ke stop kontak. Ini poin plus mengingat beberapa charger murah sering longgar di sana.
Pengujian Performa Charging di Kondisi Nyata
Kami menguji dengan tiga skenario utama yang relevan untuk pengguna Indonesia sehari-hari. Semua pengujian dilakukan di Medan dengan suhu ruangan sekitar 29–32°C.
Skenario 1: Isi MacBook Air M2 Sendirian
Dari baterai 10% ke 80%, butuh waktu sekitar 68 menit. Performa ini setara dengan charger original Apple 67W — selisihnya tidak terasa signifikan.
Charger terasa hangat tapi tidak panas mengkhawatirkan. Suhu permukaan di kisaran 42–45°C setelah satu jam pengisian penuh.
Skenario 2: Isi Laptop + Smartphone Bersamaan
Saat mengisi MacBook via USB-C 1 dan Samsung Galaxy A55 via USB-C 2, kecepatan pengisian laptop turun ke 45W. Samsung Galaxy A55 mendapat 20W, yang masih tergolong cepat untuk ukuran pengisian sekunder.
Total waktu MacBook 10% ke 80% di skenario ini: sekitar 85 menit. Tetap lebih cepat dari charger bawaan laptop 45W kebanyakan.
Skenario 3: Mengisi Tiga Perangkat Sekaligus
Laptop + smartphone + TWS (via USB-A) secara bersamaan. Laptop tetap mendapat 45W, smartphone 20W, dan TWS terisi normal.
Ini adalah skenario paling relevan buat pengguna mobile di Indonesia — satu charger untuk semua perangkat sebelum pergi ke kantor atau kampus.
Keunggulan yang Kami Rasakan Langsung
Ukurannya yang kecil adalah kemenangan nyata saat traveling. Masuk kantong celana tanpa terasa berat — sesuatu yang tidak bisa dilakukan charger laptop konvensional.
Harga di kisaran Rp 200–270 ribu untuk sebuah charger 65W GaN tiga port adalah value proposition yang sulit ditolak. Charger sejenis dari merek premium bisa 2–3x lipat harganya.
Kekurangan yang Perlu Kamu Tahu
Saat dua USB-C digunakan bersamaan, output USB-C 1 turun dari 65W ke 45W. Ini adalah trade-off teknis yang wajar, tapi perlu kamu ketahui sebelum beli — terutama jika laptop kamu butuh minimal 60W untuk charging optimal.
Kabel yang disertakan berkualitas standar. Untuk memaksimalkan PD 65W, sebaiknya gunakan kabel USB-C yang sudah terverifikasi 5A/100W — kabel bawaan hanya mendukung hingga 3A.
Masalah Interferensi Audio (Opsional, Tidak Semua Unit)
Pada beberapa pengujian menggunakan earphone wired, kami merasakan sedikit noise/hissing yang terdengar saat mengisi daya bersamaan. Ini bukan masalah unik Baseus — hampir semua charger GaN berpotensi menghasilkan interferensi elektromagnetik ringan.
Solusinya mudah: gunakan earphone wireless, atau cabut earphone saat mengisi daya jika sangat sensitif terhadap noise. Kami juga punya panduan lengkap di artikel troubleshooting suara pecah Baseus 65W.
Tabel Pros dan Cons
| ✅ Kelebihan (Pros) | ❌ Kekurangan (Cons) |
|---|---|
| Ukuran sangat kompak untuk 65W | Output turun saat multi-port aktif |
| Tiga port (2 USB-C + 1 USB-A) | Kabel bawaan hanya 3A, bukan 5A |
| Mendukung banyak protokol fast charging | Potensi interferensi audio ringan |
| Harga sangat kompetitif | Tidak ada indikator LED daya |
| Build quality solid dan matte finish | Sedikit panas setelah 60+ menit pengisian |
| Input universal 100–240V (aman di seluruh Indonesia) | Garansi resmi terbatas di Indonesia |
| Performa hampir setara charger original Apple/Samsung | Tidak ada fitur power display/wattmeter |
Baseus 65W vs Kompetitor Sejenis
| Charger | Output Max | Port | Harga Estimasi |
|---|---|---|---|
| Baseus 65W GaN | 65W | 2C + 1A | Rp 200–270 ribu |
| Anker 523 Nano III 47W | 47W | 2C | Rp 250–320 ribu |
| Ugreen 65W Nexode | 65W | 2C + 1A | Rp 280–350 ribu |
| Xiaomi 67W GaN | 67W | 1C + 1A | Rp 220–280 ribu |
Dari perbandingan ini, Baseus 65W menawarkan keseimbangan terbaik antara jumlah port, output, dan harga. Xiaomi 67W lebih murah tapi hanya dua port. Ugreen lebih mahal tapi build quality-nya sedikit lebih premium.
Harga dan Tempat Beli di Medan
Di Medan, charger ini bisa ditemukan di beberapa toko aksesori sekitar Sun Plaza dan Plaza Medan Fair. Namun harga toko fisik umumnya lebih tinggi — antara Rp 260–300 ribu.
Untuk harga terbaik, kami rekomendasikan beli via Tokopedia atau Shopee dari toko resmi Baseus Indonesia. Cek juga Lazada jika ada flash sale. Harga sering turun signifikan saat harbolnas atau promo bulanan platform.
Siapa yang Cocok Beli Charger Ini?
- Mahasiswa dan pekerja mobile yang butuh satu charger untuk laptop + HP sekaligus
- Traveler dan backpacker yang ingin meminimalkan jumlah adaptor di tas
- Pengguna MacBook, iPad, atau laptop slim yang butuh PD 65W tapi tidak mau bawa charger besar
- Content creator yang ngecas kamera, laptop, dan HP sebelum shooting
Charger ini kurang cocok untuk pengguna yang butuh output penuh 65W di semua port secara bersamaan, atau yang laptopnya membutuhkan minimal 65W terus-menerus saat digunakan berat.
Verdict Akhir
Baseus 65W GaN Charger adalah salah satu charger GaN terbaik di kelasnya untuk pasar Indonesia — terutama dari sisi nilai uang. Di harga Rp 200–270 ribu, kamu mendapat tiga port, teknologi GaN, dan dukungan multi-protokol fast charging yang kompatibel dengan hampir semua perangkat populer di Indonesia.
Kekurangannya ada, tapi tidak kritis. Output yang turun saat multi-port digunakan adalah hal teknis yang sudah umum di kelas ini. Selama kamu sadar dengan trade-off ini, charger ini sangat layak beli.
Skor Akhir: 8.3/10 — Sangat Direkomendasikan untuk pengguna yang butuh charger kompak serba bisa tanpa harus menguras kantong.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Ditulis oleh: Ajie Kusumadhany Smartphone, Laptop, Gadget
Ajie Kusumadhany adalah tech enthusiast dan reviewer gadget dari Indonesia. Berpengalaman mengulas smartphone, laptop, dan aksesori elektronik konsumen. Berbagi review mendalam, spesifikasi, dan insight harga untuk membantu konsumen Indonesia membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas.
Rekomendasi untuk Kamu
Panduan iPhone 15 Plus untuk Pemula dari Unboxing hingga Mahir
Panduan lengkap iPhone 15 Plus untuk pemula: dari unboxing, setup awal iOS, hingga tips penggunaan sehari-hari yang wajib kamu tahu sebelum mulai.
OPPO Reno 9 Pro Plus Aplikasi Crash? Coba 20 Cara Ini
Aplikasi di OPPO Reno 9 Pro Plus tiba-tiba crash atau force close? Kami sudah menguji 20 cara ampuh untuk mengatasinya, dari solusi cepat hingga reset pabrik.