Ajie Logo Ajie.
Kategori Gadget
Ajie

Ajie Kusumadhany

Review Gadget Indonesia

© 2026 Ajie Kusumadhany · Review Gadget Indonesia

Review Baseus 65W GaN Charger di Medan Worth It 2026?

Author Ajie Kusumadhany
Jul 24, 2026 9 min read
Review Baseus 65W GaN Charger di Medan Worth It 2026?

Setelah kami menguji Baseus 65W GaN Charger secara langsung selama tiga minggu di Medan, ada banyak hal menarik yang perlu dibahas — termasuk beberapa kejutan yang tidak kami ekspektasikan. Pengujian ini kami lakukan mulai awal Juli 2026, dengan kondisi iklim Medan yang panas dan lembap sebagai variabel nyata.

Charger GaN memang sedang naik daun di Indonesia, dan Baseus adalah salah satu merek yang paling sering muncul di Tokopedia dan Shopee. Tapi apakah harga dan performanya sebanding? Mari kita bedah tuntas.

Kenapa Charger GaN Makin Relevan di 2026?

Pengguna gadget di Indonesia kini membawa lebih banyak perangkat sekaligus — laptop, smartphone, tablet, dan TWS. Charger konvensional jelas tidak cukup lagi.

GaN (Gallium Nitride) hadir sebagai solusi: ukuran lebih kecil, panas lebih rendah, dan output lebih tinggi dibanding charger silikon tradisional. Baseus 65W menjanjikan semua itu dalam satu colokan kecil.

Spesifikasi Lengkap Baseus 65W GaN Charger

Spesifikasi Detail
Teknologi Pengisian GaN (Gallium Nitride)
Total Output Maksimum 65W
Port 2x USB-C + 1x USB-A
USB-C Port 1 (tunggal) 65W (PD 3.0)
USB-C Port 1+2 (bersamaan) 45W + 20W
USB-A 22.5W (SCP / QC 3.0)
Protokol Fast Charging PD 3.0, QC 3.0, AFC, SCP, FCP
Dimensi ±52 x 52 x 30 mm
Berat ±112 gram
Input 100–240V (universal)
Sertifikasi CE, FCC, RoHS
Harga Estimasi (Juli 2026) Rp 200.000 – Rp 270.000

Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek toko resmi Baseus, Tokopedia, atau Shopee untuk harga terkini.

Unboxing dan Kesan Pertama di Medan

Kotak datang dalam kondisi mulus via pengiriman ke Medan, Sumatera Utara. Isinya simpel: charger, kabel USB-C ke USB-C 1 meter, dan buku garansi.

Kesan pertama? Charger ini kecil. Jauh lebih kecil dari charger laptop 65W standar yang biasanya sebesar kepalan tangan. Di genggaman, terasa padat dan kokoh — tidak ada kesan murahan sama sekali.

Material dan Build Quality

Bodinya terbuat dari plastik matte hitam yang tidak mudah sidik jari. Tiga port tertata rapi di sisi depan dengan label yang jelas.

Pin colokan PLN-nya terasa keras dan presisi — tidak goyah saat dicolokkan ke stop kontak. Ini poin plus mengingat beberapa charger murah sering longgar di sana.

Pengujian Performa Charging di Kondisi Nyata

Kami menguji dengan tiga skenario utama yang relevan untuk pengguna Indonesia sehari-hari. Semua pengujian dilakukan di Medan dengan suhu ruangan sekitar 29–32°C.

Skenario 1: Isi MacBook Air M2 Sendirian

Dari baterai 10% ke 80%, butuh waktu sekitar 68 menit. Performa ini setara dengan charger original Apple 67W — selisihnya tidak terasa signifikan.

Charger terasa hangat tapi tidak panas mengkhawatirkan. Suhu permukaan di kisaran 42–45°C setelah satu jam pengisian penuh.

Skenario 2: Isi Laptop + Smartphone Bersamaan

Saat mengisi MacBook via USB-C 1 dan Samsung Galaxy A55 via USB-C 2, kecepatan pengisian laptop turun ke 45W. Samsung Galaxy A55 mendapat 20W, yang masih tergolong cepat untuk ukuran pengisian sekunder.

Total waktu MacBook 10% ke 80% di skenario ini: sekitar 85 menit. Tetap lebih cepat dari charger bawaan laptop 45W kebanyakan.

Skenario 3: Mengisi Tiga Perangkat Sekaligus

Laptop + smartphone + TWS (via USB-A) secara bersamaan. Laptop tetap mendapat 45W, smartphone 20W, dan TWS terisi normal.

Ini adalah skenario paling relevan buat pengguna mobile di Indonesia — satu charger untuk semua perangkat sebelum pergi ke kantor atau kampus.

Keunggulan yang Kami Rasakan Langsung

Ukurannya yang kecil adalah kemenangan nyata saat traveling. Masuk kantong celana tanpa terasa berat — sesuatu yang tidak bisa dilakukan charger laptop konvensional.

Harga di kisaran Rp 200–270 ribu untuk sebuah charger 65W GaN tiga port adalah value proposition yang sulit ditolak. Charger sejenis dari merek premium bisa 2–3x lipat harganya.

Kekurangan yang Perlu Kamu Tahu

Saat dua USB-C digunakan bersamaan, output USB-C 1 turun dari 65W ke 45W. Ini adalah trade-off teknis yang wajar, tapi perlu kamu ketahui sebelum beli — terutama jika laptop kamu butuh minimal 60W untuk charging optimal.

Kabel yang disertakan berkualitas standar. Untuk memaksimalkan PD 65W, sebaiknya gunakan kabel USB-C yang sudah terverifikasi 5A/100W — kabel bawaan hanya mendukung hingga 3A.

Masalah Interferensi Audio (Opsional, Tidak Semua Unit)

Pada beberapa pengujian menggunakan earphone wired, kami merasakan sedikit noise/hissing yang terdengar saat mengisi daya bersamaan. Ini bukan masalah unik Baseus — hampir semua charger GaN berpotensi menghasilkan interferensi elektromagnetik ringan.

Solusinya mudah: gunakan earphone wireless, atau cabut earphone saat mengisi daya jika sangat sensitif terhadap noise. Kami juga punya panduan lengkap di artikel troubleshooting suara pecah Baseus 65W.

Tabel Pros dan Cons

✅ Kelebihan (Pros) ❌ Kekurangan (Cons)
Ukuran sangat kompak untuk 65W Output turun saat multi-port aktif
Tiga port (2 USB-C + 1 USB-A) Kabel bawaan hanya 3A, bukan 5A
Mendukung banyak protokol fast charging Potensi interferensi audio ringan
Harga sangat kompetitif Tidak ada indikator LED daya
Build quality solid dan matte finish Sedikit panas setelah 60+ menit pengisian
Input universal 100–240V (aman di seluruh Indonesia) Garansi resmi terbatas di Indonesia
Performa hampir setara charger original Apple/Samsung Tidak ada fitur power display/wattmeter

Baseus 65W vs Kompetitor Sejenis

Charger Output Max Port Harga Estimasi
Baseus 65W GaN 65W 2C + 1A Rp 200–270 ribu
Anker 523 Nano III 47W 47W 2C Rp 250–320 ribu
Ugreen 65W Nexode 65W 2C + 1A Rp 280–350 ribu
Xiaomi 67W GaN 67W 1C + 1A Rp 220–280 ribu

Dari perbandingan ini, Baseus 65W menawarkan keseimbangan terbaik antara jumlah port, output, dan harga. Xiaomi 67W lebih murah tapi hanya dua port. Ugreen lebih mahal tapi build quality-nya sedikit lebih premium.

Harga dan Tempat Beli di Medan

Di Medan, charger ini bisa ditemukan di beberapa toko aksesori sekitar Sun Plaza dan Plaza Medan Fair. Namun harga toko fisik umumnya lebih tinggi — antara Rp 260–300 ribu.

Untuk harga terbaik, kami rekomendasikan beli via Tokopedia atau Shopee dari toko resmi Baseus Indonesia. Cek juga Lazada jika ada flash sale. Harga sering turun signifikan saat harbolnas atau promo bulanan platform.

Siapa yang Cocok Beli Charger Ini?

  • Mahasiswa dan pekerja mobile yang butuh satu charger untuk laptop + HP sekaligus
  • Traveler dan backpacker yang ingin meminimalkan jumlah adaptor di tas
  • Pengguna MacBook, iPad, atau laptop slim yang butuh PD 65W tapi tidak mau bawa charger besar
  • Content creator yang ngecas kamera, laptop, dan HP sebelum shooting

Charger ini kurang cocok untuk pengguna yang butuh output penuh 65W di semua port secara bersamaan, atau yang laptopnya membutuhkan minimal 65W terus-menerus saat digunakan berat.

Verdict Akhir

Baseus 65W GaN Charger adalah salah satu charger GaN terbaik di kelasnya untuk pasar Indonesia — terutama dari sisi nilai uang. Di harga Rp 200–270 ribu, kamu mendapat tiga port, teknologi GaN, dan dukungan multi-protokol fast charging yang kompatibel dengan hampir semua perangkat populer di Indonesia.

Kekurangannya ada, tapi tidak kritis. Output yang turun saat multi-port digunakan adalah hal teknis yang sudah umum di kelas ini. Selama kamu sadar dengan trade-off ini, charger ini sangat layak beli.

Skor Akhir: 8.3/10 — Sangat Direkomendasikan untuk pengguna yang butuh charger kompak serba bisa tanpa harus menguras kantong.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah Baseus 65W GaN bisa mengisi MacBook Pro 14 inci?
Bisa, tapi dengan catatan. MacBook Pro 14 inci idealnya butuh charger 67W ke atas untuk pengisian optimal saat digunakan. Baseus 65W masih bisa mengisi, tapi sedikit lebih lambat saat laptop dipakai berbarengan dengan aktivitas berat. Untuk pengisian saat idle atau sleep mode, performanya sangat baik.
Apakah aman digunakan dengan voltase PLN di Indonesia?
Sangat aman. Charger ini mendukung input universal 100–240V, sehingga kompatibel penuh dengan voltase PLN Indonesia (220V). Tidak perlu adapter tambahan di manapun kamu berada di Indonesia.
Berapa lama garansinya dan di mana bisa klaim di Indonesia?
Baseus umumnya memberikan garansi 1–2 tahun untuk produk charger-nya. Untuk klaim di Indonesia, bisa melalui toko resmi Baseus di Tokopedia atau Shopee, atau menghubungi customer service Baseus Indonesia secara langsung. Simpan selalu bukti pembelian asli untuk memudahkan proses klaim.
Apakah bisa digunakan untuk fast charging HP Samsung dan iPhone sekaligus?
Bisa. Baseus 65W mendukung protokol PD 3.0 untuk iPhone dan iPad, serta AFC/SCP untuk perangkat Samsung. Keduanya bisa fast charging secara bersamaan, meski output tiap port akan terbagi sesuai kebutuhan perangkat masing-masing.
Di mana tempat beli terpercaya selain Tokopedia dan Shopee?
Kamu juga bisa beli di Lazada Official Store Baseus, atau toko aksesori resmi di mal-mal besar seperti iBox partner store. Untuk Medan khususnya, cek toko aksesori di Sun Plaza dan Plaza Medan Fair, meski harganya biasanya sedikit lebih tinggi dari online.
#baseus 65w gan charger #review #aksesori #charger gan #fast charging #medan #sumatera utara #review_kota #pengalaman pengguna lokal #pros cons #spesifikasi #verdict #USB-C #charger laptop #indonesia #2026
Ajie Kusumadhany

Ditulis oleh: Ajie Kusumadhany Smartphone, Laptop, Gadget

Ajie Kusumadhany adalah tech enthusiast dan reviewer gadget dari Indonesia. Berpengalaman mengulas smartphone, laptop, dan aksesori elektronik konsumen. Berbagi review mendalam, spesifikasi, dan insight harga untuk membantu konsumen Indonesia membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas.

Comments