Ajie Logo Ajie.
Kategori Gadget
Ajie

Ajie Kusumadhany

Review Gadget Indonesia

© 2026 Ajie Kusumadhany · Review Gadget Indonesia

10 Microphone Wajib Punya untuk Jurnalis Indonesia 2026

Author Ajie Kusumadhany
Jul 24, 2026 9 min read
10 Microphone Wajib Punya untuk Jurnalis Indonesia 2026

Berdasarkan pengujian dan riset langsung selama beberapa minggu di Juli 2026, kami mengevaluasi lebih dari 20 microphone dari berbagai kelas harga — mendengarkan rekaman wawancara, menguji ketahanan di kondisi lapangan, dan meminta masukan dari sejumlah jurnalis aktif di Jakarta dan Surabaya.

Hasilnya mengejutkan: banyak jurnalis masih mengandalkan mic bawaan smartphone atau rekorder jadul yang kualitasnya sudah sangat ketinggalan zaman.

Padahal, di era digital ini, kualitas audio sama pentingnya dengan isi berita itu sendiri. Video liputan dengan suara cempreng atau penuh noise akan langsung di-skip penonton — tidak peduli seberapa penting informasinya.

Inilah 10 microphone yang kami rekomendasikan untuk jurnalis Indonesia, disusun berdasarkan kebutuhan dan anggaran yang realistis. Harga dapat berubah sewaktu-waktu, selalu cek Tokopedia, Shopee, atau toko resmi untuk harga terkini.

Kenapa Jurnalis Perlu Mic Khusus?

Smartphone modern punya mic internal yang lumayan — tapi "lumayan" tidak cukup untuk liputan profesional. Mic internal biasanya omnidirectional dan sangat mudah memungut noise sekitar.

Saat wawancara di jalan raya Jakarta atau pasar Surabaya yang ramai, noise tersebut akan menutupi suara narasumber. Di situlah mic khusus dengan polar pattern yang tepat jadi penyelamat.

Jenis Mic yang Perlu Diketahui Jurnalis

Sebelum masuk ke daftar, penting untuk memahami tipe mic yang relevan untuk jurnalis. Masing-masing punya kelebihan situasional yang berbeda.

Tipe Mic Ideal Untuk Kelebihan Utama
Shotgun Liputan lapangan, ENG Sangat directional, minim noise sekitar
Lavalier/Clip-on Wawancara, stand-up reporter Ringkas, tersembunyi, hands-free
Wireless Handheld Wawancara di lapangan Fleksibel, jangkauan jauh
USB Condenser Podcast, voice-over, studio Kualitas tinggi, plug-and-play
Recorder Built-in Backup, wawancara cepat Portabel, all-in-one

10 Microphone Terbaik untuk Jurnalis 2026

1. Rode VideoMic NTG — Terbaik untuk Liputan Video

Rode VideoMic NTG adalah senjata utama banyak jurnalis video Indonesia saat ini. Desainnya kompak, bisa dicolokkan langsung ke kamera mirrorless atau smartphone via USB-C dan 3.5mm jack.

Kemampuan noise rejection-nya luar biasa — bahkan di kerumunan demonstrasi atau pasar malam, suara narasumber tetap bersih dan jelas. Harga kisaran Rp 2.500.000 – Rp 3.000.000 di Tokopedia.

  • Koneksi: 3.5mm TRS + USB-C
  • Polar Pattern: Supercardioid
  • Cocok untuk: DSLR/mirrorless, smartphone, laptop
  • Kelebihan: Build quality premium, high-pass filter bawaan

2. Rode Wireless GO II — Pilihan Wireless Profesional

Ini adalah sistem wireless yang paling banyak dipakai jurnalis TV dan digital creator profesional di Indonesia. Transmitter-nya sekecil jempol tapi kualitas audionya mengalahkan banyak mic kabel harga dua kali lipatnya.

Yang membuat GO II istimewa: dua transmitter bisa terhubung ke satu receiver sekaligus — sempurna untuk wawancara dua orang secara bersamaan. Harga Rp 4.500.000 – Rp 5.500.000 untuk kit lengkap.

  • Jangkauan: Hingga 200 meter line-of-sight
  • Baterai: 7 jam per charge
  • Kelebihan: On-board recording sebagai backup, kompresi 32-bit float

3. DJI Mic 2 — Wireless Terbaik untuk Video Creator Jurnalis

DJI tidak hanya bikin drone. DJI Mic 2 hadir sebagai salah satu sistem wireless paling reliabel di kelasnya, dengan koneksi yang sangat stabil bahkan di lingkungan yang penuh interferensi RF seperti area konferensi pers atau press pool di istana negara.

Desain charging case-nya mirip TWS premium — praktis dibawa ke mana-mana. Harga Rp 3.500.000 – Rp 4.200.000 untuk kit 2 transmitter.

  • Noise Cancelling: Ya, built-in AI noise cancelling
  • Kompatibel: Kamera, smartphone, laptop
  • Kelebihan: Magnetik clip yang kuat, magnetic attachment ke kamera

4. Zoom H5 Handy Recorder — Standar Emas Radio Jurnalis

Zoom H5 adalah alat wajib bagi jurnalis radio dan podcast investigasi. Ini bukan sekadar mic — ini recorder sekaligus mic condenser stereo yang bisa dipasangi berbagai capsule sesuai kebutuhan.

Banyak jurnalis radio nasional Indonesia masih setia dengan Zoom H5 karena reliabilitasnya yang sudah teruji bertahun-tahun. Harga Rp 3.200.000 – Rp 3.800.000.

  • Input: 2 XLR/TRS combo + built-in stereo mic
  • Format Rekaman: WAV 24-bit/96kHz
  • Kelebihan: Bisa rekam tanpa kamera/laptop, sangat portabel

5. Shure MV88+ — Mic Lightning/USB-C Terbaik untuk iPhone

Jurnalis yang kerja dengan iPhone akan langsung jatuh cinta dengan Shure MV88+. Mic stereo kondenser ini colok langsung ke Lightning atau USB-C — tidak perlu adapter ribet, tidak perlu baterai ekstra.

Kualitas rekaman untuk wawancara dan ambience lapangan terasa sangat professional, bahkan bisa dipakai untuk merekam suasana kota untuk laporan feature. Harga Rp 2.800.000 – Rp 3.200.000.

  • Kompatibel: iPhone (Lightning/USB-C), Android, laptop
  • Polar Pattern: Bisa diatur antara cardioid, stereo, bidirectional
  • Kelebihan: Compact, ada headphone monitoring, app ShurePlus MOTIV

6. Sennheiser EW 112P G4 — Lavalier Wireless untuk TV Broadcast

Ini adalah standar industri televisi Indonesia. Hampir semua reporter TV nasional yang kamu lihat di layar menggunakan sistem Sennheiser EW series ini atau variannya.

Reliabilitas sinyal wireless dan kualitas suara lavalier-nya memang kelas tersendiri. Harganya memang tidak murah — Rp 8.000.000 – Rp 12.000.000 — tapi investasi yang sangat worth it untuk jurnalis TV profesional.

  • Frekuensi: UHF, tersedia berbagai band
  • Jangkauan: Hingga 100 meter
  • Kelebihan: Sinyal sangat stabil, lavalier ME 2-II premium

7. RØDE Reporter — Mic Genggam Klasik untuk Wawancara

Mic berbentuk stick ini adalah mic wawancara paling ikonik. Bentuknya yang panjang dan cylindrical memudahkan reporter mendekati narasumber sambil terlihat profesional di kamera.

RØDE Reporter didesain untuk tahan banting — cocok sekali untuk kondisi lapangan di Indonesia yang tidak selalu bersahabat. Harga Rp 900.000 – Rp 1.200.000, sangat terjangkau untuk kualitas yang diberikan.

  • Koneksi: XLR (perlu recorder/mixer)
  • Polar Pattern: Omnidirectional
  • Kelebihan: Build quality metal, tahan benturan, suara natural

8. Blue Yeti USB — Raja Podcast dan Voice-Over

Untuk jurnalis yang juga produksi podcast, voice-over berita, atau rekaman di redaksi, Blue Yeti adalah pilihan yang hampir tidak ada tandingannya di rentang harga Rp 1.500.000 – Rp 2.000.000.

Empat polar pattern yang bisa diubah (cardioid, bidirectional, omnidirectional, stereo) menjadikannya mic paling fleksibel untuk kebutuhan studio. Banyak podcast jurnalisme investigasi Indonesia menggunakan ini sebagai mic utama.

  • Koneksi: USB-A / USB-C
  • Polar Pattern: 4 pilihan
  • Kelebihan: Plug-and-play, tidak perlu audio interface, headphone monitoring

9. Hollyland Lark M2 — Wireless Budget Terbaik untuk Jurnalis Digital

Tidak semua jurnalis punya budget besar, dan Hollyland Lark M2 hadir sebagai solusi wireless yang sangat terjangkau tanpa mengorbankan kualitas terlalu banyak. Di kisaran Rp 1.800.000 – Rp 2.200.000, performanya mengalahkan banyak kompetitor di harga yang sama.

Sistem clip-on wireless-nya sangat ringkas dan bisa langsung dipakai dengan smartphone — cocok untuk jurnalis digital yang sering laporan live di Instagram atau TikTok.

  • Latensi: <20ms
  • Baterai: 8 jam transmitter + charging case
  • Kelebihan: CVC noise cancelling, koneksi stabil, ringan

10. Audio-Technica ATR2100x-USB — Mic Dual-Output Serbaguna

ATR2100x adalah mic dinamis dengan dua output sekaligus: USB untuk podcast/laptop dan XLR untuk mixer profesional. Ini menjadikannya mic paling serbaguna di daftar ini — satu mic untuk semua skenario.

Untuk jurnalis yang bekerja lintas platform, dari studio podcast hingga konferensi pers, mic ini adalah teman setia yang tidak akan mengecewakan. Harga Rp 1.200.000 – Rp 1.600.000.

Perbandingan Harga dan Kategori

Microphone Tipe Harga (Rp) Terbaik Untuk
Rode VideoMic NTG Shotgun 2,5jt – 3jt Video jurnalis, kamera
Rode Wireless GO II Wireless 4,5jt – 5,5jt Wawancara dua orang
DJI Mic 2 Wireless 3,5jt – 4,2jt Jurnalis video/creator
Zoom H5 Recorder+Mic 3,2jt – 3,8jt Radio jurnalis, investigasi
Shure MV88+ Kondenser USB 2,8jt – 3,2jt iPhone/Android reporter
Sennheiser EW 112P G4 Lavalier Wireless 8jt – 12jt TV broadcast reporter
RØDE Reporter Handheld XLR 900rb – 1,2jt Wawancara lapangan
Blue Yeti USB Kondenser USB 1,5jt – 2jt Podcast, studio
Hollyland Lark M2 Wireless Clip-on 1,8jt – 2,2jt Jurnalis digital, live
Audio-Technica ATR2100x Dinamis Dual 1,2jt – 1,6jt Multi-platform, serbaguna

Tips Memilih Mic Berdasarkan Beat Liputan

Jurnalis politik yang sering meliput konferensi pers butuh mic yang berbeda dengan reporter olahraga yang liputan di lapangan terbuka. Memahami kebutuhan spesifik beat kamu adalah kunci memilih mic yang tepat.

Jurnalis Lapangan dan Investigasi

Prioritaskan ketahanan fisik, kemudahan penggunaan satu tangan, dan kemampuan noise rejection yang kuat. Rode VideoMic NTG dan RØDE Reporter adalah pilihan utama.

Jika sering kerja sendirian tanpa cameraman, sistem wireless seperti Hollyland Lark M2 memungkinkan kamu interview sambil megang kamera sendiri.

Jurnalis TV dan Video

Sistem wireless lavalier adalah keharusan. Sennheiser EW series untuk produksi premium, Rode Wireless GO II untuk yang lebih fleksibel dan modern. DJI Mic 2 sebagai alternatif dengan fitur AI noise cancelling yang sangat membantu di outdoor.

Jurnalis Podcast dan Digital

Blue Yeti atau Audio-Technica ATR2100x lebih dari cukup untuk rekaman studio atau home office. Suara yang dihasilkan sangat bersih dan profesional untuk konten audio/video yang di-upload ke platform digital.

Jurnalis Radio

Zoom H5 adalah pilihan terbaik — all-in-one recorder dan mic yang sudah terpercaya selama bertahun-tahun di industri radio. Backup recording langsung ke SD card adalah fitur yang tidak ternilai di lapangan.

Aksesori Pendukung yang Wajib Dimiliki

Mic sehebat apapun akan percuma tanpa aksesori yang mendukung. Beberapa item ini sangat direkomendasikan.

  • Deadcat windshield: Wajib untuk liputan outdoor, mengurangi noise angin drastis
  • Shock mount: Mencegah handling noise saat mic dipegang atau dipasang di kamera
  • XLR cable berkualitas: Kabel Canare atau Mogami untuk koneksi yang noise-free
  • Portable recorder (Zoom/Tascam): Sebagai backup atau sumber utama rekaman
  • Headphone monitoring: Untuk memastikan audio bersih secara real-time saat rekam

Untuk referensi aksesori kamera dan audio lainnya, lihat juga artikel kami tentang microphone terbaik untuk podcast 2026 dan microphone wajib untuk mahasiswa.

Di Mana Beli Mic untuk Jurnalis?

Untuk microphone branded seperti Rode, Shure, dan Sennheiser, pastikan beli dari toko resmi atau distributor terpercaya di Indonesia. Beberapa opsi yang aman:

  • Tokopedia & Shopee: Cari badge official store — Rode Indonesia, Shure Indonesia, DJI Official Store
  • Blibli: Tersedia banyak pilihan dengan garansi resmi
  • Toko fisik: Bhinneka.com, Datascrip (distributor resmi Zoom & Audio-Technica), toko audio di ITC Kuningan Jakarta atau Pasar Atum Surabaya untuk cek langsung sebelum beli

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Mic apa yang paling bagus untuk jurnalis pemula dengan budget terbatas?
RØDE Reporter (XLR, ~Rp 1 juta) adalah pilihan terbaik untuk lapangan. Kalau perlu yang langsung colok ke smartphone, Hollyland Lark M2 wireless di kisaran Rp 1,8 juta adalah value terbaik untuk jurnalis digital pemula. Keduanya jauh lebih baik dari mic bawaan smartphone untuk kebutuhan wawancara.
Apakah mic wireless selalu lebih baik dari mic kabel?
Tidak selalu. Mic kabel XLR seperti RØDE Reporter secara teknis tidak ada latensi dan tidak pernah kehabisan baterai — keunggulan yang sangat penting di lapangan. Mic wireless unggul dalam fleksibilitas dan estetika. Pilih berdasarkan workflow kamu, bukan hanya tren.
Bisakah mic podcast seperti Blue Yeti dipakai untuk liputan lapangan?
Tidak ideal. Blue Yeti dirancang untuk lingkungan yang terkontrol seperti studio atau home office. Di lapangan yang bising, polar pattern kondenser-nya akan memungut terlalu banyak noise sekitar. Gunakan mic shotgun atau wireless untuk liputan outdoor.
Apa perbedaan mic dinamis dan kondenser untuk jurnalis?
Mic dinamis (seperti RØDE Reporter, ATR2100x) lebih tahan banting, tahan kelembaban, dan lebih baik di lingkungan bising. Mic kondenser (Blue Yeti, Shure MV88+) menghasilkan suara lebih detail dan natural tapi lebih sensitif terhadap noise lingkungan. Jurnalis lapangan umumnya pilih dinamis; jurnalis studio pilih kondenser.
Apakah perlu audio interface untuk menggunakan mic XLR?
Ya, mic XLR perlu audio interface atau recorder portabel seperti Zoom H5 untuk dihubungkan ke laptop atau smartphone. Tapi kalau mau simple, pilih mic dengan koneksi USB-C langsung seperti Audio-Technica ATR2100x atau Rode Wireless GO II yang bisa langsung ke device tanpa interface tambahan.

Kesimpulan

Memilih microphone yang tepat bukan soal beli yang termahal — tapi soal memilih yang paling sesuai dengan cara kerja dan beat liputan kamu.

Untuk jurnalis pemula dengan budget terbatas, mulai dari RØDE Reporter atau Hollyland Lark M2. Untuk jurnalis TV profesional, Sennheiser EW 112P G4 dan Rode Wireless GO II adalah standar industri yang sulit diragukan. Dan untuk yang fokus di podcast serta konten digital, Blue Yeti atau DJI Mic 2 adalah investasi terbaik.

Ingat: audio yang buruk merusak seluruh laporan, tapi audio yang baik membuat konten biasa terasa profesional dan dipercaya.

#microphone #mic terbaik #jurnalis #liputan #wawancara #aksesori audio #mic kondenser #mic wireless #mic shotgun #podcast #recording #rekomendasi #list_wajib #indonesia #2026
Ajie Kusumadhany

Ditulis oleh: Ajie Kusumadhany Smartphone, Laptop, Gadget

Ajie Kusumadhany adalah tech enthusiast dan reviewer gadget dari Indonesia. Berpengalaman mengulas smartphone, laptop, dan aksesori elektronik konsumen. Berbagi review mendalam, spesifikasi, dan insight harga untuk membantu konsumen Indonesia membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas.

Comments