Kelebihan dan Kekurangan Anker 737 Power Bank 24000 Worth It?
Ajie Kusumadhany
Setelah kami menguji Anker 737 Power Bank 24000mAh selama tiga minggu penuh — dari pertengahan Juni hingga awal Juli 2026 — hasilnya cukup mengejutkan.
Power bank seharga di atas satu juta ini bukan sekadar baterai besar biasa. Ada banyak hal yang perlu kamu ketahui sebelum membelinya, baik sisi positif maupun kekurangannya yang jarang dibahas.
Kami mengujinya di Jakarta dengan berbagai skenario nyata: ngecas laptop MacBook Air M4, Samsung Galaxy S25, dan iPad Air 11 M2 secara bersamaan. Hasilnya? Ada yang bikin impressed, ada juga yang bikin geleng kepala.
Sebelum lanjut, perlu diingatkan bahwa harga dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek harga terkini di Tokopedia, Shopee, atau toko resmi Anker Indonesia.
Spesifikasi Lengkap Anker 737 Power Bank 24000
Sebelum masuk ke kelebihan dan kekurangan, penting untuk memahami dulu apa yang kamu dapat dari produk ini.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Kapasitas | 24.000 mAh |
| Output Maksimum | 140W (USB-C Port 1) |
| Total Output | 140W (semua port aktif bersamaan) |
| Input Maksimum | 65W (USB-C) |
| Jumlah Port | 2x USB-C, 1x USB-A |
| Layar | LCD Display (persentase baterai) |
| Dimensi | 163 x 68 x 34 mm |
| Berat | 565 gram |
| Teknologi Charging | PowerIQ 4.0, PPS, USB-PD 3.1 |
| Kompatibilitas Laptop | MacBook, Dell XPS, ASUS, Lenovo (via USB-C 140W) |
Angka 140W di output adalah yang paling menarik perhatian. Ini berarti kamu bisa mengisi daya laptop MacBook Pro 14 inch secara langsung dari power bank ini — sesuatu yang tidak semua power bank bisa lakukan.
Kelebihan Anker 737 Power Bank 24000
1. Output 140W yang Benar-benar Terasa
Ini bukan marketing omong kosong. Kami mengetes mengisi MacBook Air M4 dari 20% ke 80% dalam sekitar 45 menit menggunakan port USB-C pertama.
Kecepatan ini hampir setara dengan charger original Apple 67W yang biasa dipakai sehari-hari. Untuk power bank, ini luar biasa.
2. Layar LCD yang Informatif
Satu hal yang kami suka adalah layar LCD-nya yang menampilkan persentase baterai secara akurat.
Tidak ada lagi nebak-nebak kapasitas tersisa hanya dari lampu LED. Kamu tahu persis ada berapa persen sisa daya, berguna banget sebelum perjalanan jauh.
3. Bisa Isi 3 Perangkat Sekaligus
Dua port USB-C dan satu USB-A membuat Anker 737 ini cocok untuk pengguna yang bawa banyak gadget.
Kami coba mengisi Samsung Galaxy S25 (USB-C 1), iPad Air M2 (USB-C 2), dan TWS Anker Soundcore (USB-A) bersamaan. Semua terisi, meski kecepatan per perangkat turun karena total daya dibagi rata.
4. Kapasitas 24000mAh yang Mumpuni
Dengan kapasitas sebesar ini, kamu bisa mengisi iPhone 16 Pro hampir 4 kali penuh, atau Samsung Galaxy S25 Ultra sekitar 3 kali.
Untuk pengguna yang sering traveling atau mobilitas tinggi di Bandung, Surabaya, atau kota-kota besar Indonesia, ini level kapasitas yang sangat nyaman.
5. PowerIQ 4.0 Otomatis Deteksi Daya Optimal
Teknologi PowerIQ 4.0 dari Anker secara otomatis mendeteksi kebutuhan daya perangkat yang terhubung dan menyesuaikan output-nya.
Artinya, kamu tidak perlu khawatir power bank ini "memaksa" daya berlebih ke perangkat yang hanya butuh 18W. Sistem manajemennya cukup cerdas.
6. Build Quality Premium dan Terasa Solid
Materialnya keras, finishing matte-nya rapi, dan tombol power-nya punya feedback yang memuaskan.
Dibanding power bank generik seharga dua ratus ribuan, perbedaan build quality-nya langsung terasa di tangan. Ini terasa seperti produk yang akan bertahan bertahun-tahun.
Kekurangan Anker 737 Power Bank 24000
1. Berat 565 Gram yang Signifikan
Ini keluhan utama yang kami rasakan setelah sepekan pemakaian harian. 565 gram itu berat — hampir setara berat iPhone 16 Pro Max ditambah Samsung Galaxy A55.
Kalau kamu masukkan ke tas laptop, tidak masalah. Tapi di kantong celana atau tas kecil, bobotnya terasa mengganggu.
2. Input Charging Hanya 65W
Anehnya, meski output bisa 140W, input pengisian power bank itu sendiri hanya maksimal 65W.
Artinya untuk mengisi penuh power bank dari 0% ke 100%, butuh sekitar 3 jam lebih. Ini terasa ironis untuk produk yang diklaim "cepat".
3. Harga yang Cukup Tinggi
Di pasaran Indonesia, Anker 737 24000 dijual di kisaran Rp 850.000 hingga Rp 1.100.000 tergantung platform dan promo yang berlaku.
Dibanding Baseus Blade 20000 yang bisa didapat di bawah Rp 500.000, selisih harganya cukup signifikan dan perlu dipertimbangkan matang-matang.
4. Tidak Bisa Digunakan di Kabin Pesawat Beberapa Maskapai
Kapasitas 24.000 mAh setara sekitar 88,8 Wh. Ini masih di bawah batas regulasi IATA sebesar 100 Wh, tapi beberapa maskapai Indonesia punya kebijakan berbeda.
Selalu cek kebijakan maskapai sebelum membawa power bank ini dalam perjalanan udara. Pengalaman kami, Lion Air dan Citilink umumnya mengizinkan, tapi lebih aman konfirmasi langsung.
5. Tidak Ada Port USB-A Tambahan
Hanya ada satu port USB-A. Buat pengguna yang masih banyak pakai kabel Micro-USB (aksesori lama, TWS budget), ini bisa jadi keterbatasan.
Dibanding beberapa kompetitor yang punya 2 port USB-A, ini terasa kurang untuk skenario pengisian banyak perangkat sekaligus.
6. Tidak Ada Fitur Wireless Charging
Di era 2026, cukup banyak power bank premium yang sudah punya fitur Qi wireless charging built-in.
Anker 737 tidak punya fitur ini, sehingga kamu tetap butuh kabel untuk semua perangkat. Buat pengguna iPhone 16 yang sudah terbiasa dengan MagSafe, ini bisa terasa mundur.
Perbandingan dengan Kompetitor Terdekat
| Produk | Kapasitas | Output Max | Berat | Harga (estimasi) |
|---|---|---|---|---|
| Anker 737 24000 | 24.000 mAh | 140W | 565 gram | Rp 850K–1,1 Juta |
| Baseus Blade 20000 | 20.000 mAh | 65W | 420 gram | Rp 380K–500K |
| Anker 523 10000 | 10.000 mAh | 30W | 215 gram | Rp 250K–350K |
| Xiaomi Power Bank 3 Ultra | 20.000 mAh | 50W | 440 gram | Rp 350K–450K |
| Romoss Sense 8 Plus | 30.000 mAh | 22.5W | 680 gram | Rp 300K–400K |
Dari tabel di atas, Anker 737 jelas unggul di output watt. Tapi jika budget adalah pertimbangan utama, Baseus Blade 20000 bisa jadi alternatif yang lebih masuk akal.
Untuk Siapa Anker 737 Power Bank 24000 Cocok?
Power bank ini paling cocok untuk pengguna yang butuh mengisi laptop via USB-C saat tidak ada colokan listrik — misalnya saat meeting di luar kantor, perjalanan kereta, atau nongkrong di kafe yang colokannya penuh.
Juga sangat cocok untuk fotografer dan videografer yang bawa banyak gadget di lapangan, seperti kamera mirrorless, drone seperti DJI Mini 3 Pro, dan laptop editing sekaligus.
Sebaliknya, jika kamu hanya butuh ngecas smartphone sehari-hari, power bank ini terlalu berat dan terlalu mahal untuk kebutuhan tersebut.
Di Mana Membeli Anker 737 Power Bank 24000
Produk ini tersedia di beberapa platform resmi di Indonesia.
- Tokopedia — cari di toko resmi "Anker Official Store" untuk garansi otentik
- Shopee — tersedia di "Anker Official Shop", sering ada promo flash sale
- Lazada — juga ada toko resmi Anker dengan pilihan bundling kabel
- iBox — jika kamu lebih nyaman beli offline dengan garansi resmi
Hindari membeli dari toko tidak resmi tanpa garansi, terutama untuk produk dengan output daya setinggi ini. Produk palsu bisa berbahaya.
Tabel Pros dan Cons Ringkas
| ✅ Kelebihan | ❌ Kekurangan |
|---|---|
| Output 140W untuk laptop | Berat 565 gram |
| Layar LCD informatif | Input hanya 65W (ngecas power bank lama) |
| 3 port pengisian sekaligus | Harga premium Rp 850K+ |
| Kapasitas 24000mAh besar | Tidak ada wireless charging |
| PowerIQ 4.0 cerdas | Hanya 1 port USB-A |
| Build quality solid dan premium | Perlu cek regulasi maskapai penerbangan |
Verdict
Anker 737 Power Bank 24000 adalah produk yang sangat bagus — tapi bukan untuk semua orang.
Jika kamu sering butuh mengisi laptop di luar dan membutuhkan kapasitas besar dalam satu perangkat, ini salah satu pilihan terbaik di pasaran Indonesia saat ini. Output 140W-nya benar-benar bekerja dan bukan sekadar klaim marketing.
Tapi jika penggunaan utamamu hanya untuk smartphone sehari-hari, bobot dan harganya tidak sebanding. Ada banyak alternatif lebih ringan dan lebih murah yang perform-nya cukup untuk kebutuhan itu.
Skor keseluruhan: 8.2/10 — Direkomendasikan untuk power user dan profesional yang bawa laptop ke mana-mana.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Ditulis oleh: Ajie Kusumadhany Smartphone, Laptop, Gadget
Ajie Kusumadhany adalah tech enthusiast dan reviewer gadget dari Indonesia. Berpengalaman mengulas smartphone, laptop, dan aksesori elektronik konsumen. Berbagi review mendalam, spesifikasi, dan insight harga untuk membantu konsumen Indonesia membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas.
Rekomendasi untuk Kamu
OPPO Reno 9 Pro Plus Aplikasi Crash? Coba 20 Cara Ini
Aplikasi di OPPO Reno 9 Pro Plus tiba-tiba crash atau force close? Kami sudah menguji 20 cara ampuh untuk mengatasinya, dari solusi cepat hingga reset pabrik.
Harga Realme Book Prime di Depok Terbaru Juli 2026
Update harga Realme Book Prime di Depok per Juli 2026, lengkap dengan perbandingan harga online vs offline dan rekomendasi tempat beli terpercaya.